
"ada lagi yang kalian sembunyikan...."tanya jeni ketika masuk kembali ke kamar meiya sesudah melakukan panggilan telpnya
leo dan rosa kembali terdiam..dan itu menambah kecurigaan jeni.
"sekali lagi mama tanya ma kalian,ada lagi yang kalian sembunyika.."kata jeni lagi sambil menatap tajam ke leo dan rosa
"JAWAB LEO ROSA..." tiba tiba tedengar suara bariton dari arah pintu.rupanya davit ayah leo dan rosa datang dengan di belakangnya ada pak said.sewaktu dalam perjalanan menuju rumah sahabatnya joseph,jeni menceritakan semuanya ke davit tentang keadaan meiya da juga tetang rosa dan leo.
"itu anu pa..." jawab rosa bingung dan tambah takut ketika melihat aura kemarahan terpancar jelas di muka david.
ketika bu darni melihat pak sait datang dia langsung berlari dan memeluk suaminya itu
"pak meiya pak hiks...hiks...meiya pak." kata bu darni sambil menangis dalam pelukan pak sait
"sabar bu kita akan merawatnya.meiya pasti sembuh.."pak sait mencoba menenangkan bu darni
"kalau tuan dan nyonya tau giman pak.....? kita harus jawab apa...? kita sudah lalai menjaganya pak....?
"jangan sampai om josep dan tante jasmin tau bu..." jawab leo membuka suaranya
"leo apa maksudmu hah....?"
"pa apa papa ingat kejadian 7 bulan kemaren meiya pulang dalam keadaan bahu nya yang katanya terkilir dan dia menggunakan kain arm slim suppoter" kata leo
dan kening devit berkerut menandakan dia sedang berpikir.
"iya papa ingat,waktu itu dia pulang mendadak dari luar negri yang waktu itu dia menjalan relawan kemanusiaan..emang kenap...? tanya davit.
"itu bukan terkilir pa ..tapi bahu meiya kena tembak.." jawab rosa pelan sambil menundukkan mukanya
"APAAA"
davit dan jeni terkejut dan tiba tiba bu darni jatuh pingsan.
flaskback
meiya yang sedang istirahat siang di camp siaganya tiba tiba bangun karna terdengar suara orang berlari mondar mandir
"meiya cepat ..." kata desi
meiya yang tau maksud dari kawan setimnya itu langsung mengambil tas perlengkapan medis nya dan menyusul kawan setimya keluas dari camp tersebut.
__ADS_1
"desi di mana zona baku tembaknya...." tanya meiya
"itu meiya dekat perumahan penduduk sebelah timur..." kata desi
deg...tiba tiba jantung meiya berdetak kencang.karna tempat yang di beritahu desi merupaka kawasan camp yang banya menampung lansia dan anak anak
"Abdul "gumam meiya
meiya langsung bergerak cepat ketika nengingkat ank umur 7 tahun itu.abdul yang kakinya putus karna ledakan bom yang mengenai rumahnya.dan menewaskan orang dan adiknya.sedangkan dia dan nenek nya salamat,tapi abdul kehilangan kaki nya hingga batas lututnya karna tertimpa beton dari dinding rumah.
selama masa pemulihan meiya lah yang merawat anak itu dengan baik dan penuh perhatian ..
setelah ampir 10 menit truk meralawan yang membawa meiya dan tim media itu pun sampai.
meiya segera turun dan berlalu menuju camp pengunsi khusus itu,jarak meiya dengan camp itu tinggal beberapa meter lagi secara tidak sengaja meiya melihat remaja yang berumur sekitar tujuh belas tahun bersembunyi di sebelah tembok camp itu.
tiba tiba meiya berhenti berlari sewaktu mendengar suara tembakan beruntun.
meiya merunduk dengan tangan melindungi kepalanya sambil berlari.
"MEIYA BERLINDUNG..." kawan setim meiya berteriak
meiya langsung berlari dan tiba tiba datang seorang pemberontak datang membawa senjata dan langsung megacungka senjatanya kearah remaja lelaki itu.
DOORRRR
suara timah panas keluar dari sarangnya dan menghamtam bahu meiya.
meiya memejam kan matanya karna mersakan sakit di bahunya
"MEIYAAAA" teriak kawan tim meiya
DOORRR
suara tembakan kembali terdengar.pemberontak itu langsung tumbang setelah di tembak oleh militer PBB .
meiya yang masih sadar langsung berdiri dan melihat remaja yang di di lindunginya tadi
"are you ok...?" tanya meiya
remaja itu hanya menganggukkan kepalanya.dan badannya nampak gemetaran,remaja itu melihat bahu meiya yang tertembak dan darah segar keluar dari bahunya.
__ADS_1
"meiya..kamu tidak apa apa kan.." tanya habibi ketua timya
meiya hanya mengangguk sambil memanggang bahu nya
"desi bawa meiya langsung periksa lukanya" perintah habibi
"saya tidak kenapa napa.pelurunya tembus bahu saya.jadi tudak perlu penangan khusus" kata meiya
"tapi luka lo perlu di obatin biar darah nya berhenti.." kata desi
"kalian urus aja tu bocah..pasti di syok.."ucap meiya sambil berdiri dan menuju ke mobil truk yang mambawa nya.
sambil tangan nya yang kanan menekan luka di bahu kirinya meiya naik ke truk itu dan mencari kain tuk mengikat bahu.
setelah bahunya di ikat dengan kain kasa meiya duduk sambil wajahnya menengadah ke atas.kepalanya sudah mulai pusing dan badannya sudah terasa dingin.dengan muka yang sudah mulai pucat meiya tersenyum.
"kematian ku palingan duka sejam tuk mereka" gumam meiya
"maaf kan meiya ibu ,bapak.bunda,ayah...rosa dan bang leo saya menyayangi kalian" ucap meiya dalam hati sambil tersenyum kecut sambil menahan sakit di bahunya.kepala sakit dan pusing.badan sudah dinggin semua.darah dari bahu meiya tidak berheti keluar karna dia sengaja tidak mengobatinya.dia cuman membalutnya saja.samar samar meiya mendengar suara memanggil meiya
"meiya bangun meiya.lo jangan tidur....bangun mei..." suara hebibi,desi dan timnya panik ketika melihat keadaan meiya,meiya hanya tersenyum.dan di merasakan mobil bergerak dengan cepat..
"selamat tinggal .."ucap meiya sama samar dan langsung ambruk tidak sadarkan diri.
sudah 2 hari meiya di rawat dan belum sadarkan diri.dara sudah 2 kantong masuk.karna meiya banyak kehilangan darahnya.
tepat sore hari di hari ke dua meiya pun sadar.pandanganya silau.mata sakit menerima cahaya.kepalanya pusing.dia melihat sekelilingnya.dia tau ini campnya.dan meiya pun tersenyum kecut.
"kenapa tuhan g ambil nya gue " ucap meiya
karna keadaan meiya banyak mengeluarkan darah habibi sebagai ketua tim memutuskan meiya pulang ke tanah air duluan.
sesampainya di tanah air meiya lansung ke rumah rosa.keadaan rumah yang sepi sedikit memberi kelegaan di hati meiya.karna tidak ada yang menanyakan kenapa tangannya memakai arm slim supporter.
sesampainya di kamar dia lansung membuka baju kemejanya dan ingin mengganti perban lukanya.saat sedang pokus membuka perban lamanya meiya tidak menyadari rosa berdiri di depan pintu.dan betapa kaget rosa mekihat luka di bahu meiya
"meiya kenapa bahu lo.. dan kapan lo balik.." kata rosa panik dan mengampiri meiya
"brisik lo..." jawab meiya
sesudah selesai di menggati perbannya meiya pun tidur.karna badannya terasa lelah.
__ADS_1
------------------------------------------------------