KEBENARAN (Dia Adalah Adik Yang Tidakku Ketahui)

KEBENARAN (Dia Adalah Adik Yang Tidakku Ketahui)
SATU


__ADS_3

"mas, Adam sudah besar, dia sering kali menanyakan kehadiran seorang adik. Aku pikir...bagaimana kalau mas menikah lagi, un..". Kalimat ratih terhenti di hadapan sang suaminya. Roni.


"sayang, cukup! Mas tidak mau mendengar kalimat itu lagi. Jika adam ditakdirkan untuk menjadi anak tunggal. Kita hatus terima semua yang sudah ditakdirkan untuk keluarga kita ratih!". Kesal roni.


"mas, apa mas tidak kasihan sama adam...dia bermain sendiri terkadang adam juga meminta anak tetangga untuk dibawa pulang dan dijadikan adiknya. Apa mas tidak sedih melihat tingkah adam yang masih berusia tujuh tahun bersikap seperti seorang kakak namun hanya untuk membela anak orang lain??". Ratih tak kalah meyakinkan suaminya.


"ratna, sudah! Aku mau berangkat kerja. Kamu baik-baik dan jangannpernah mikir yang macam-macam lagi. Aku berangkat". Roni tidak ingin mendengarkan semua alasan ratna untuk membuat dirinya menikah lagi demi memberikan seorang adik untuk adam.


Sepeninggal roni, ratih melakukan sebuah panggilan. Entah dengan siapa.


...

__ADS_1


Dikantor, roni tidak lagi fokus dengan pekerjaannya. Bukan karena permintaan ratih, namun dalam hati kecilnya. Roni memang sudah lama merindukan seorang anak untuk menemani adam. Tapi roni tidak bisa membuat ratih kecewa larena ia menikahi seorang wanita hanyabuntuk menambah keturunan.


"kenapa lu bro, sejak datang tadi gue perhatiin ngelamun aja? Ada apa?". Tanya sekretaris roni yang juga sahabatnya.


"gak, cuma ada sesikit msalah saja dirumah! Oh iya. Bagaimana pertemuan lo dengan klien baru itu? Lancar?". Tanya roni mengalihkan.


"semua beres. Mereka setuju dan juga sudah menandatangani semua perjanjian. Lusa proyeknya kita mulai". Jelas sahabatnya bersemangat.


"oh iya rom, lu udah jadian sama sinta?". Tiba-tiba roni melayangkan pertanyaan yang membuat romi ternganga.


"astaga! Sory bro. Gue lagi banyak beban pikiran jadi gak fokus juga gak ingat semuanya. Gue ngeblenk bro". Roni menghempas tubuhnya pada sofa yang tersedia diruangannya.

__ADS_1


"lo ada masalah dengan ratih?". Tanya romi penuh selidik.


"ck entahlah rom. Dia selalu bicara hal aneh kalau gue dirumah. Kadang gue gak betah dirumah karena permintaan anehnya itu". Jelas roni.


"permintaan apa maksud lo?!". Tanya romi lagi


"ko tahukan tubuhnya mengalami komplikasi ketika melahirkan adam? Sekarang dia minta gue untuk nikahin wanita lain untuk mendapatkan anak. Alih-alih adik untuk adam". Penjelasan roni lagi-lagi membuat romi tidak bisa berpikir normal.


"ya tuhan. Segitunya bini lo menginginkan keturunan?!". Romi ikut terperangah dengan penjelasan sahabatnya itu.


"siapa yang tidak menginginkan keturunan lebih daei saru. Gue juga ingin dan berharap tentang itu. Tapi gak harus menikah lagi. Gue bisa adopsi anak daei panti asuhan atau membantu orang yang tidak mampu menhidupi anaknya. Tapi pikiran ratih lebih tidak masuk akal dari semua yang gue pikirkan. Atas dasar apa gue melakukan itu sama wanita yang tidak gue cintai. Gila gue kalau begini!". Tingkah roni terlihat stres.

__ADS_1


"sabar bro. Lo bicarakan baik-baik sama rarih. Semoga dia mau mendengar alasan lo kali ini". Nasehat romi.


Keduanya kembali melamun dengan pemikiran masing-masing.


__ADS_2