KEBENARAN (Dia Adalah Adik Yang Tidakku Ketahui)

KEBENARAN (Dia Adalah Adik Yang Tidakku Ketahui)
DELAPAN


__ADS_3

Setelah makan dan keluar dari restoran itu. Rono membawa rona berjalan-jalan disekitar hotel. Karena roni melihat mood rona yang belum juga normal.


"kita mau kemana, ini bukan jalan ke hotel ron?!". Tanya rona disertai kesal yang tanpa sebab lagi


"sudah, kamu lihat saja. Nanti juga tahu". Jawab roni dengan sabar. Rona dan ratih memang sudah lama bersama. Namun roni menyukai sikap rona yang alami tanpa ada dibuat-buat. Tidak seperti ratih. Ratih akan selalu menggunakan sifat manja dan kekanakannya untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.


"roni! Perutku!". Mendadak rona menjerit kesakitan dan memegangi perutnya. Roni menepi dan memastikan tempat itu sudah jauh dari jalan raya.


"perut kamu kenapa?!". Roni menvoba untuk tidak terlihat panik agar rona tetap mengontrol rasa sakitnya.


"gak tau, tiba-tiba nyeri". Keluh rona. Roni mengatur kursi agar supaya tubuh rona dapat lebih terbaring. Roni memneranikan diri mengelus bagian perut rona yang nyeri. Tangan roni yang besar dan kekar melakukan pijatan ringan pada perut rona.


"ga usah! Biar aku aja". Tolak rona sedikit canggung.


"kamu diam. Jangan berisik. Di bantuin juga!". Roni tak kalah ketus menyambar kalimat rona. Ia tahu rona akan menolak bantuannya. Karena roni tahu bagaimana seharusnya menghadapi wanitanya saat ini.


"malah ngebentak gue. Dasar !". Omel rona

__ADS_1


Melihat tingkah rona, roni menjadi gemas dan mendaratkan sebuah kecupan di bibir tipis wanita itu. Alhasil keduanya saling menatap dalam jarak yang sangat dekat. Roni berpindah ke telinga rona Dan berbisik " sekesal apapun kamu. Aku akan selalu sayang sama kamu na". Ungkap roni.


"a..apa?! Kau mengigau??". Rona tak percaya.


"apa kamu tidak percaya padaku?". Ucap roni lagi.


"ratih mau di kemanain, yang kalian butuh cuma rahim aku saja!". Ucap rona lagi.


"kamu terlalu banyak biacara". Roni kembali mengecup bibir wanita itu dengan lembut dan penuh cinta. Sedangkan rona hanya bisa mematung tanpa memnalas perlakuan roni padanya. Rona terlalu terkejut untuk mencerna semua yang dilakukan roni. Mendapat respon tenang seperti itu. Roni menambah sentuhan yang intens pada perut rona. Sehingga rona tak berdaya mendapat sentuhan lembut di perutnya.


"hm..apa karena kamu gugup?". Tanya roni spontan. Roni tahu kalau saat ini rona hanya mencari alasan.


"t..tidak. Aku cum..cuma mau istirahat di hotel". Sikat rona terbata.


"aku sayang sama kamu". Ucap roni


"sudahlah ron..gak perlu ucapan itu. Toh lagian ini cuma paksaan.

__ADS_1


"pernikahan kita memang paksaan. Tap cita dan sayang aku tidak paksaan. Melainkan murni dari lubuk hati aku.


"sudahlah ayok balik". Rengek rona lagi karenantidak tahu bagaimana menghadapi tongkah roni yang menurutnya tidak masuk akal.


"baiklah, baiklah dengan syarat". Roni


"apalagi siih!" lagi-lagi wanita itu tampak kesal


"barikan satu kecupan di sini". Roni menjuk bibirnya.


"kamu gila!aku gak mau!". Rona tanpak lebih kesal


"berikan dulu atau tidak kita akan duduk saja disini sampai siang nanti". Ancam roni


Mau tidak mau, rona memberikan permintaan roni dengan kesal. Namu kecupan itu bermakna dan tidak seperti paksaan bagi roni.


Setelah itu keduanya kembali ke hotel dengan perasaan aneh masing-masing. Tidak ada yang tahu apa ini hati keduanya.

__ADS_1


__ADS_2