KEBENARAN (Dia Adalah Adik Yang Tidakku Ketahui)

KEBENARAN (Dia Adalah Adik Yang Tidakku Ketahui)
LIMA


__ADS_3

Tanpa berpikir banyak lagi. Ratih mengatur semua persiapan dengan rapi. Ratih membuat sebuah pesta pernikahan yang hanya dihadiri oleh orang- orang yang ia kenal di dunia maya. Semua teman dan kenalannya di akun soaial media. Dengan begitu tidak ada yang tahu tentang pernikahan kedua suaminya dengan rona.


dua bulan sejak ancaman ratih kepada roni dan rona. Akhirnya keduanya menyetujui untuk menikah dengan keterpaksaan dan tanpa ada rasa cinta dan ketertarikan satu sama lain.


"mas, rona. Setelah acara nanti kalian akan tetap disana dimalam pertama kalian. Aki sudah menyiapkan satu kamar si hotel itu. Nanti aku antar dan setelah itu aku pulang.aku harap kalian tidak mengecewakanku". Kalimat ratih pada kedua pasangan dihadapannya.


Setelah ratih meninggalkan ruang rias. Tiba-tiba rona menangis dan rubuhnya luruh disamping meja rias. Melihat itu, roni memberanikan diri untuk menuntun tubuh rati duduk di sofa yang ada didepan meja rias tersebut.


"rona, maafkan aku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Maafkan aku rona". Ucap roni sambil memeluk rona.


"walaupun semua berjalan dengan baik aku tetap tidak bisa melakukannya ron! Kita tidak saling mencintai! Aku tidak bisa melakukan apa yang diinginkan ratih!". Tutur rona.


"kamu salah rona. Hanya kamu yang tidak memiliki perasaan itu. Jika kamu tahu. Perasaan yang telah lam aku simpan dan terlupakan. semua kembali sejak kehadiranmu dirumahku. Sejak pertama ratih membawamu oulang semu perasaan dimasa silam kembali dengan cepat. Tapi aku janji padamu aku tidak akan memaksakan semua kehandak ratih padamu". Bathin roni.

__ADS_1


Keduanya kembali membenahi pakaian yang sedikit nerantakan. Tidak lama setelah itu. Ratih masuk kedalam dam melihat keduanya tengah sibuk dengan hp merek masing-masing. Ratih juga tahu bahwa keduanya tidak akan bisa mengabulkan permintaannya maka dari itu ratih sudah mengatur semua rencna agar apa yang telah ia atur harus berjalan dengan baik.


Ketiganya keluar dan mengadap penghulu. Waktu begitu cepat, setelah ijab kabul silafalkan. Roni dan rona sah menjadi sepasang suami istri.


Seperti yang telah dijanjikan ratih. Akhirnya roni dan rona memasuki sebuah kamar yang telah diatur sebaik mungki.


"mas, rona. Aku memesan kamar ini untuk tiga malam. Jadi aku harap kalian bisa membuat keputusan selama tiga hari di sini. Selain itu. Kalian bisa keluar kamanapun kalian mau untuk membuat mood kalian baik. Aku akan menunggu kepulangan kalian di hari ke empat". Tutur ratih tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"silahkan mas. Hanya ada kita bertiga disini". Jawab ratih penuh dengan percaya diri.


"hanya kita berdua rona. Kamu sudah selesai mengganti pakaianmu. Kamu bisa keluar sebentar? Aku ingin bicara dengan ratih". Ucap roni. Rona yang mendengat itu langsung pergi tanpa kalimat.


"oke mas, apa yang mau kamu bicarakan?". Tanya ratih

__ADS_1


"apakah kamu tidak akan menyesal dengan semuabtindakanmu ini ratih?". ucap roni


"mas, aku yang merencanakan semuanya. Aku tidak pernah menyesal selagi semua itu adalah keinginanku" tutur ratih


"termasuk cintaku?". Kalimat roni lagi, yang membuat ratih tidak memahaminya.


"maksud kamu?". rati mulai meragukan pertanyaan roni.


"sepasang suami istri akan melakukan hak dan kewajiban mereka dengan landasan cinta. Bukan keterpaksaan. Apa kamu tidak maslah jika dalam tiga hari ini hatiku terbagi bukan hanya untukmu. Namun juga untuk rona". Mendengar kalimat roni. Ratih mulai tidak karuan dalam hatinya. Namun ini semua juga keinginannya. Maka ia harus berani mengambil leputusan.


Ratih tidak menjawab. Ia hanya tersenyum dan memeluk roni dan keluar kembali kerumahnya dengan perasaan yamg tidak tenang.


"ini semua keinginanku. Jadi aku harus menerima semua konsekuensinya". Gumam ratih

__ADS_1


__ADS_2