
sore hari setelah berbicara melalui telepon, ratih pergi menuju rumah rona yang jaraknya memakan waktu satu jam setengah. Ratih tidak mendengarkan apa yang dikatakannoleh rona tentang keinginan ratih yang tidak maauk akal.
"gue harus gimana...kalau gue tolak yang ada semua keluarga gue dibuat hancur oleh ratih. Tapi kenapa jadi begini sih... Terobsesi oleh anak itu kan tidak baik. Mengorbankan perasaan suami dan hati gue kan juga sakit.!! Akh..sial. Wanita brengsek. Mentang kaya jadi se enaknya saja!". Rona mengomel dan mengutuk ratih dalam gumamannya.
Setelah lama di perjalanan akhirnya ratih tiba di rumah rona. Tanoa basa basi ratih langsung memasuki rumah itu seperti memasuki rumahnya sendiri.
"rona..". Panggil ratih
"ya!". Jawab rona singkat
"kamu siap? Ayo kita berangkat". Ketus rati
"ratih. Kamu benar sudah berpikir matak tentang ini??". Lagi rona meyakinkan ratih tentang perasaannya.
"rona dengar. Aku hanya butuh rahim kamu. Hukan kewajiban kamu sebagai seorang istri!". Ratih meninggikan suara.
__ADS_1
"dan kamu pikir untuk melakukan hubungan itu tidak berawal dari cinta?!". Lagi-lagi rona membuat ratih tertegun.
"hanya setelah kelahiran anak dirahimmu. Setelahbitu kalian bercerai! Atau kamu mau keluarga mu kembali kejalanan?". Ancaman lagi dari ratih
"ratih! Bukan kamu yang membamtuku. Tapi kakekmu yang membuat keluargaku seperti ini. Juga kedua orang tuamu tidak ikut andil dalam keluargaku". Lawan rona tak kalah keras.
"cukup semua alasanmu rona!". Satu tamparan melesat ke wajah cantik rona.
"baiklah! Aku akan memenuhi keinginanmu. Tapi jangan salahkan aku jika auamimu berpaling kelain hati!". Rona meninggalkan ratih yang masih tertegun dengan ancaman rona. Namun ia menepis semua itu karena yang dia tahu roni hanyalah mencintainya.
...
"rona?? Kenapa dia disini...ya tuhan...apakah ini rencana ratih?!". Guman roni sambil menggeleng kepalanya. Lalu menuju kamarnya dan ratih.
Pintu terbuka,
__ADS_1
"eh. Mas...baru pulang? Kenapa telat pulangnya mas. biasanya juga sorean kan?". Tanya ratih sambil mengambil jas dan tas kerja roni.
"ada rapat malam ini. Jadi afak telat. Aku juga tasi udah kirimin kamu pesan. Belum kamu baca. Aku mau mandi dulu". Kalimat roni sangat dingin dan terdengar ketus.
"apakah kamu marah atau ada hal lain yang membuat kamu bersikap seperri ini mas?". ratih
"kamu cukup tahu semua tentang aku rarih. Aku mau mandi!". Roni berlalu kekamar mandi dan meninggalkan rarih dalam keheningan.
"maafkan aku mas. Aku tidak punya cara lain selain minta bantuan rona. Karena hanya dia wanita yang kamu kenal dekat selain aku. Kamu mungkin juga sudah melihatnya dirumah ini". Kalimat ratih dalam hati.
...
Sedangkan dalam kamarnya rona sangat tidak tenang. Dia tahu roni tidak akan menyetujui semua rencana ratih. Namun rona tidak bisa bergerak kemanapun selain mematuhi permintaan ratih.
"ya tuhan..bantu aku...aku tidak bisa melakukan pernikahan dengan orang yang tidak aku cintai..". Guman rona.
__ADS_1
Rona kebingungan sehingga tidak bisa tidur karena memikirkan hal yang tidak masuk akal baginya.
"aakhh!! Sial! mending gue cari sesuatu untuk dimakan. Supaya kepala gue normal lagi untuk berpikir.