KEBENARAN (Dia Adalah Adik Yang Tidakku Ketahui)

KEBENARAN (Dia Adalah Adik Yang Tidakku Ketahui)
TIGA


__ADS_3

Pukul satu dini hari, semua tengah tertidur lelap. Namun rona belum memejamkan mata sedetikpun. Berharap ia menemukan sesuatu yang dapat ia makan didapur. Keluar daei kamar dengan mengendap endap. Rona berhasil menuju dapur. Rona meneliti semua sudut dan semua isi yang ada dalam kulkas dan benerapa lemari persediaan makanan instan. Siapa sangka rona menemukan sebuah cap mi instan yang bertuliskan ekstra pedas. Beruntung ia menemukan itu sesuai dengan keinginannya.


Rona sibuk dengan kegiatan kecilnya. Tanpa ia sadari seseorang tengah memperhatikannya disebuah sudut. Roni memang sudah lebih dulu duduk didapur. Karena pencahayaan yang tidak terlaku terang rona tidak menyadari keberadaan pria itu.


"hmmm...wangi mie instan ini membangkitkan semngat gue yang baru saja menjadi mati!". Ocehan rona. Pun terdengar oleh ronj.


"dasar wanita ini masih seperti biasa. Berbicara dengan apapun dihadapannya". Bathin roni sambil tersenyum dari tempat duduknya. Roni tidak mau mengejutkan rona yang tengah menikmati santapan malamnya.


Roni tidak ingin berbohong pada dirinya sendiri. Sejak ia bertemu dan mengenal rona dari ratih sebelum mereka menikah roni mengagumi rona. Walaupun hanya sebatas kekaguman. Namun roni menyukai sifat dan sikao rona yang terbuka. Juga blak blakan semasa itu. Tapi entah mengapa roni melihat rona tengah memiliki masalah yang sangat membuat wajah wanita itu terlihat sedikit tidak cerah.


"apakah dia juga tertekan dengan permintaan ratih?". Bathin roni lagi.


Roni sangat tahu dan mengerti dengan kedekatan ratih dengan rona. Tapi apakah sampai seperti ini juga pengorbanan rona pada keluarganya. Itulah yang ada dalam benak roni saat ini.


"shhh..haa. Shhh..haaa. Pedas tapi enak. Lumayan encerin otak yang sedang mampet!. Atau gue minum racun aja kali ya, supaya gue gak di mintai macam-macam sama ratih!". Pikiran jahat kembali mendatangi kepala ratih. Mendengar kalimat itu roni keluar dari persembunyiannya.


"nikah dulu baru mati! Mikir tu yang bener!jangan ngaur!". Kalimat roni muncul dari samping rona.

__ADS_1


"uhuk, uhuk uhuk ... Sial!" rona tersedak kuah pedas dari mie instan yang ia makan. Melihat tingkah konyol rona, senyum itu muncul lagi dari bibir roni.


"pelan-pelan aja. Nih minum. Lagin kali kalau makan sediain minum dulu. Kalau tersedak juga bisa langsung minum". Roni menyarankan.


"gue ganggu tidur lo ya. Sampai kebangun. Suara mulut gue emang kedengaran sampai kamar lo?". Tanya rona cuek.


"dasar kamu! Aku tau kamu sedang stres karena permintaan ratih. Tapi juga harus tetap waras rona". Kalimat roni lagi.


"emang lo gak coba bicara sama ratih kalau kalian bisa asop anak dari panti?!". Tanya rona langsumg pada intinya.


"aku sudah mencoba berkali-kali tapi ratih tidak mau mendengarkan. Saat ini aku juga sedang stres memikirkan permintaannya.". Jujur roni.


"seandainya aku mendengarkan nasehat keluargaku sebelum menikahi ratih. Mungkin saat ini kamulah yang menjadi pendamping hidupku rona. Tapi tuhan punya rencana lain. Entah dengan permintaan konyol ratih ini membuat kita bersama atau entah bagaimana". Bathin roni.


"lo denger gue gak sih!". Lagi lagi rona kesal karena roni tidak merespon.


"kalau audah selesai sana balik kamar kamu. Udah larut juga!". Ketus roni yang dibuat-buat.

__ADS_1


"ish! Percuma juga ngomong sama lo. Laki bini keduanya sama aja!". Rona kembali ke kamarnya.


Roni hanya menggelengkan kepala dengan tingkah rona yang semakin membuatnya merasakan sesuatu yang telah lama hilang.


....


sudah dua hari rona di rumah ratih dan roni. Ratih tidak lagi menunda semua rencananya. Ia ingin membuat suaminya menikahi rona secepatnya.


"mas, kalau kamu tidak mau mengabulkan permintaan aku. Aku akan bunuh diri!". Anvaman rarih tidak main-main


"aku tidak mencintai rona! Kamu tolong pahami itu ratih!". Kalimat roni marah.


"ratih cukup. Tuhan memberikan kamu keluarga yang utuh. Apalagi yang kamu inginkan!?". Rona ikut bicara.


"aku mau kalian berdua menikah dan punya anak!". Ratih tah kalah kerasnya.


"aku tidak cinta sama dia!!". Kalimat itu serempak keluar dari mulut roni dan rona.

__ADS_1


.....


__ADS_2