
Setelah pesta usai, para tamupun mulai berpamitan pada kedua mempelai, rona terlihat sangatblelah. Walaupun pesta yang di buat oleh rarih tampak mewah, tapi tidak satupun para tamu yang ia kenali. Begitu juga dengan roni. Ia sudah lelah dengan semua yang dilaluinya sejak ratih bertingkah tidak wajar padanya dan rona.
"mas, aku balik yan. Ini kunci kamar kalian. Ingat! Hanya tiga malam". Kalimat ratih seakan terdengar tidak rela. Roni memanfaatkanbkondisi itu untuk membuat ratih ragu.
"kamu pikir cintabitu bisa datang selama tiga hari??". Kalimat roni.
"sudahlah mas. Aku yakin semua akan berjalan sesuai keinginanku". Ungkap ratih percaya diri.
Rona hanya memandang malas pada kedua suami istri itu. Dalam pikirannya hanyansatu. Ia ingin istirahat.
Roni mengambil kunci kamar hotel yang sudah di siapkan oleh ratih. Ia langsung membantu rona masuk lift dan meninggalkan ratih dalam keheningan.
"aku hanya ingin memanfaatkan rahim rona mas. Hukan dasar cinta yang kau ungkap! Akusudah merencanakan semuanya dan aku juga tahu kalian tidak akan melakukan apapun setelah ini. Namun aku lebih dulu menyelesaikan permasalahan kalian". Gumam ratih lirih.
...
"aku mandi dulu". Kalimat rona singkat.
"baiklah. Aku akan mandi setelah kamu". Sahut roni
"hm". Singkat rona tanpa ekspresi.
"maafkan aku dan istriku rona. Sebab tingkahnya kamu menjadi menderita. Tapi aku akan menjaga semuanya.aku tidak akan melakukan apapun yang tidak didasari cinta.". Bathin roni
"oh iya, roni. Gue lupa bawa baju ganti. Bisa bantuin ambil tas kecil itu?!". Kalimat rona dibalik pintu. Roni tahu bahwa rona mungkin sudah melepas atribut pernikahannya dikamar mandi.
"ini". Kata roni sambil memberikan tas kecil yang dibawa rona.
"aku sampai tidak ingat untuk membawa baju ganti! Akh. Sial. ratih memang sudah keterlaluan. Tapi mengapa rona bisa ingat hal kecil itu??". Roni bingung sendiri. Roni mencoba memeriksa lemari pakaian. Biasanya hotel mewah akan menyediakan piama untuk penghuni kamar.
Setelah melihat isi lemari ternyata roni baru menyadarinya, ternyata rona audah berencana sejauh ini untuk mereka berdua. Pakaian wanita yang adabdilemari sangatnya tipis dan diperuntukkan kepada pasangan yang tengah melalui malam pertama. Ternyata rona sudah mengantisipasi semua kemungkinan itu.
Roni mengenal rona lebih banyak. Ia tahu rona juha memaka pakaian pendek selam ini. Tapi tidak membuat roni gelap mata. Nannitu masih terlihat normal dimata roni.
Tidak lama dikamar mandi, rona keluar dengan paaian khasnya. Roni melihat dengan tak sengaja. Pandangannya berubah tidak seperti biasanya. Ia tampak mengagumi wanita yang baru sajankeluar dari kamr mandi.
"ya tuhan...apa rencana dibalik semua ini?". Bathin roni.
__ADS_1
"apa lo ngelamun? Sana bersihkan badan. Gak gerah apa?!". Ungkap rona
"ini saja sujah terlalu gerah" kalimat roni keluar tanpania sadari. Mendengar kalimat aneh roni. Rona kembali menatap tajam pada pria itu.
"maksud lo!?". Ketus roni.
"tidak. Aku bilang agu juga sudah tidak nyaman dengan pakaian ini?? Jadi wanita jangan jutek amat. Mana ada pria yang mau deketin kalau begitu". Ucap roni di tambah dengan cubitan kecil di hidung mancung wanita itu.
Rona tidak terlalu paham dengan kalimat roni. Ia hanya berringkah seperti biasa pada pria itu. Memang mereka akan selalu tidak akur namun sesekali mereka bisa menyambung satu sama lain.
....
Saat ini keduanya tengah menyantap makan malam yang baru saja mereka pesan. Namun setelah beberapa menit mereka makan. Pelayan hotel datang membawakan dua gelas minuman hangat untuk keduanya.
"maaf mas, kami tidak meminta tambahan". Kalimat roni.
"oh, iyabmas. Tapi seriap malam di hari pertama hotel kami memberikan minuman hangat untuk di nikmati". Pelayannitu meninggalkan dua gelas minuman hangat itu di mejabyang sedang mereka gunakan untuk makan malam dan pelayanbitupun langsung pergi meninggalkan kamar.
"lo pesan minuman?" tanya rona
Keduanya melanjutkan makan malam dengan tenang. Ditengah menikmati makan malam itu. Roni sesekali memerhatikan rona yang sedang makan dengan tenang. Entahnperasaan apa yang muncul pada roni. Ia begitu tenang memandang wajah wanita dihadapannya. walupun pakaian rona terlihat oendek. Namun bukan itu yang membuat pria itu terpesona melihatnya. Namun wajah tenang ronalah yang membuat roni menatap wajita itu tanpa sadar.
Rona pun sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan." lo lihat apa?!". Ketus wanita itu tiba-tiba. Roni yang terkejut tersedak makanannya sendiri.
"uhuk uhuk..uhuk!". Roni
"minum! Makanya. Makn jangan ngelamun". Ketus rona. Roni hanya geleng-geleng kepala karena tindakan konyolnya sendiri.
"biasa ajakan na. Makan seketika ngelamun. Pandangan aku emang kekamu. Tapi bukan mikirin hal aneh tentang kamu juga kan??". Roni memelas.
"alesan! Aku udah selesai. aku tidur disini saja. Kamu di ranjang!". Kakimat terakhir rona. Menuju sofa besar yang tersesia di kamar itu.
"hei. Sayabg minumannya gak habis. Minun setengah aja. Kasihan pelayannya udah bawain juga". Ucap roni.
"entar deh. Masih kenyang". Rona menyandarkan dirinya di sofa itu sembari bermain hp.
Roni melanjutkan makannya dan istirahat sejenak bersandar di kursi sambil melihat pekerjaannya melalui hp. Keduanya tengah sibuk memainkan ho masing-masing.
__ADS_1
Satu jam telah berlalu. Keduanya sudah merasablelah dan mengantuk. Roni mengahabiskan minumannyang dibawakannpelayan tadi. ia juga memberikannya pada eona yang hanya meminum setengah saja. Tanoa mereka sadari minuman itu sudah dicampur obat oleh ratih.
"sial! Kenapa tubuhku terasa panas dan aneh begini!". Bathin Roni, ia mengalami perubahan ameh pada tubuhnya. Begitu juga dengan rona. Ia merasa gelisah setelah meminun air yang diberikan oleh roni.
"kamu kenapa rona?". Tanya roni yang melihat rona begitu gelisah. Roni menviba bersikap normal.
"gak tau. Tiba -tiba tubuh aku gak enak gini. Tadi juga gak apa- apa. Ini mlah panas gak karuan!". ungkap rona.
Roni kembali mengingat sesuatu. "apakah ini rencana ratih? Apa dia menyuruh oelayan itu dan memberikan campuran pada minuman tadi?!". Roni mulai curiga. Tapi ia tidak memberitahu rona karena ia tidak berani mendekat.tubuhnya tidak dapat lagi ia kendalikan.
...
matahari menyambut pagi dengan sangat cepat. Sedikit cahayanya memasuki kamar, penghuni kamar masih terlelap dalam tidur nyenyak mereka. Roni mulai sadar dan membuka matanya perlahan. Ia sangat terkejut melihat rona disampingnya. Ia juga melingkarkan tangannya di perut wanita itu. Roni terbangun dan tampak panik dengan kondisinya saatnini tanpa busana.
"sialan! Apa yang aku lakukan?!". Sesal roni
Rona tiba-tiba menggeliat dan belum menyadari dimanania tidir saat ini. Sedangkan roni mempersiapkan dirinya untuk menghadapi rona jika ia bangun.
"mmmmm....hh ! Udah siang?". Rona memutar tubuhnya membelakangi roni. Nakun adabyang janggalndengan hawa tubuhnya. Ia merasakan suhu ac langsung masuk pada kulit tubuhnya.
"roni, matikan ACnya". Pinta rona tanpa sadar.
"ac tidak hidup dari semalam na" jawab roni lirih
Rona mencoba meneliti kalimat roni. Ia membuka mata dan meraba lengannya yang dingin. Namun ia tersadar bahwa ia tidak merasakan baju yang ia kenakan semalam. Rona tiba-tiba mengecek selimut dan terduduk. Ia melihar roni sudah tidak mengenakan baju. Mereka sama-sama mengenakan selimut.
"r...rron? Apa yang terjadi? Bukankan semalam kita tidur terpisah?! L..lalu..kenapa. roni! Jawab aku?!! Kenapa bisa aku pindah kesini??!!! Aaakkhh!!!". Rona kehilangan kendali. Roni tidak tega melihat rona dan mencoba memeluk wanita itu. Namun usaha roni sia-sia karena rona mendorong kuat tubuh pria kekar itu. Roni tidak berdaya dengan semua yang telah terjadi.
"minuman itu...". Kalimat roni terhenti.
"minuman...minuman apa?!". Rona lagi-lagi tidak terkontrol.
"minuman yang diantar oleh pelayan tadi malam. Ini semua adalah rencanya ratih. Bukan aku..! Maafkan aku rona aku tidak sadar melakukannya. Aku benar-benar tidak sadar. Maafkna aku". Rona menangis menyesal dengan semua yang telah terjadi. Wanita yang roni hormati dan ia jaga kehormatannya, semua rusak karena istri pertamanya, ratih.
"apa!? Ya tuhan! Kalu kamu tahubitu kenapa kamu gak bilang ke aku kita bisa cari cara agar semua ini tidak terjadi kan roni!? Atau kamu sengaja! Jawab aku, jangan cuma diam aja!!". Rona memukuli tubuh roni sekuat tenaganya. Roni hanya pasrah menerimah serangan dari rona. Tapi. Bukan roni jika ia tidak bisa menenangkan wanita yang saat ini menyerang dan menyalahkannya.
"rona, tenang. Semua sudah terjadi. Itu semua juga dengan ketidak sadaran kita. walaupun aku memberutahumu apa yang bisa kita lakukan dalam keadaan yang tidak sadar! Aku juga menyesali semua ini na?!". Roni mencoba menangkan rona dalam pelukannya. Pelukan itu terasa hangat dan berbeda. Roni merasakan perasaan yag aneh saat memeluk rona. Namun sebaliknya. Rona tidak mengalami hal yang sama seperti roni saat ini.
__ADS_1