
Setelah keributan di pagi hari keduanya tidak saling bicara. Entah apa itu namun keduanya seperti salah tingkah. Roni mencoba bersikap seperti biasa agar rona tidak terlalu canggung. dibalik diamnya roninia merasakan perasaan aneh pada rona. Hatinya mulai menerima rona sebgai instrinya. Sekejap roni lupa akan ratih. Jangankan memberi kabar. Membalas pesan dari istri pertamanya pun dia enggan. Apakah roni mulai jatuh cinta pada rona? Entahlah.
"kamu udah tenang?". Tanya roni pelan.
"tenang apanya!".ketus rona tanpa melihat
Apa suasana hatimu baik-baik saja?". Tanya roni lagi
"menurutmu?!". Tampaknya rona tidak sedang baik-baik saja. Roni mengerti karena ia memiliki pengetahuan sedikit tentang mood wanita yang baru saja melakukan malam pertama.
"kamu mau coklat hangat?". Lagi-lagi roni menawarkan dengan hati-hati. Rona menolaj dan langsung mengambil gelas yang di sodorkan roni padanya. Roni yang melihat itu sedikit lega. Karena secangkir coklat dapat memperbaiki mood wanita.
Rona menyeruput coklasbitu perlahan dan berulang-ulang. Tak cukuo tiga seruput. Peeutnya tiba-tiba berbunyi. Roni menoleh dan melirik rona.
"cari makan diluar yuk?". Ajak roni.
"males. Pesen aja!". ternyata mood rona masih bertahan.
"kamu mau kita mendapat ranjau lagi dalam makanan itu?". Kalimat roni membuat rona berdiri dengan cepat.
__ADS_1
"ya udah ayok! Kita makan diluar". Jawab rona secepat kilat. Ia takut jika ada kali kedua kesalahan terjadi pada dirinya dan roni.
"dasar kamu, perbaiki mood kamu sekalian nanti". Oceh roni sembari terkekeh melihat wanitanya.
Akhirnya kedua pasangan itu pergi ke luar hotel dan mencari restoran terdekat dengan kendaraan sewa dari hotel itu.
"roni, apakah ratih tidak menanyaka kabarmu?" tiba -tiba rona bertanya.
"ada, kenapa?". Roni
"apakah dia tidak merindukan mu?". Tanya rona lagi
"bagaimama setelah ini kita kembali ke asal masing-masing. Karena aki tidak bisa tinggal bersama kaloan setelah ini". Tutur rona.
"kamu harus ikut denganku. aku akan bawa kamu kerumah aku dan ratih. Jugabitu akan menjadi hak kamu sekarang". Jelas roni
"aku tidak mau! Jika mau. Kau harus berulang menemuiku. Terserah kamu kapan. Yang pasti aku tidak akan tinggal satu atap bersama kalian". Jelas rona.
"oke. Nanti kita bahasnlagi tentang itu. Sekarang kita makan dulu". Kalimat roni menutup pembicaraan kaku mereka.
__ADS_1
Roni memarkirkan kendaraan di sebuah restoran yang cukup bagus dan terlihat seperri lesehan.
"kita dusuk disini saja". Ajak roni
"ya" singkat eona lagi. Setelah mendapat tempat dan memilih menu apa saja yang tertera pada sehwlai kertas yang berisi beberapa menu.
"aku pesen nasi goreng pedas sama jus alpukat saja". Ucap rona menaruh kembali daftar menu.
"kau yakin makan peda jam segini?! Ini masih terbilang pagi untuk mengonsupsi menu pedas rona??". Jelas roni
"jangan berisik. Kalau kamu mau, juga kamu pesen sana!" ketus rona
Roni hanya mengangguk pasrah. Lebih baik dia menuruti keinginan wanita didepannya daripada ia kena omelan nanti.
tidak menunggu waktu lama. Semua orderan datang dan siap di santap. Roni dan rona menikmati makanan mereka masing-masing. Namun roni sesekalo melirik rona yang sedang makan dengan lahap.
"mengapa aku tidak pernah melihat tingkahmu yang seperti ini sebelumnya rona? Apakah ini yang sebwnarnya sikap kamu? Jika ia....mungkin aku akan merindukanmu suatu hari nanti". bathin roni.
...
__ADS_1