
Mei chan dan xiao ling langsung pergi meninggalkan kediaman kakek itu.. Tak lupa mei chan berpamitan dengan kakek tersebut untuk pulang dan mencari lokasi lain..
Kakek itu hanya menghela nafas panjang...
belum lagi habis kakek bercerita tapi mei chan dan xiao ling sudah beranjak pulang..
sebenarnya mei chan mengerti kenapa kakek tak ingin menjual rumah tersebut..
Apalagi dirumah ini terdapat banyak kenangan manis terhadap istrinya...bagi mei chan tak baik memaksakan kehendaknya tanpa harus memikirkan perasaan orang lain.
"Tunggu nak."pinta kakek itu menghentikan langkah kaki mei chan dan xiao ling
" ada apa kek?? tanya mei chan heran
"kenapa ingin terburu - buru pulang.. kakek belum menceritakan banyak hal lagi."ucap kakek itu.
" maaf kek bukan kami tak ingin mendengarkan dan menghormati kakek..tapi kami harus pergi mencari kelokasi lain."mei chan coba menjelaskan
" benar kek.. kami harus pergi karena ada urusan lain."sahut xiao ling
"kakek ingin menyampaikan satu hal pada kalian.." ucap kakek
Mei chan penasaran akan ucapan kakek itu..
akhirnya mei chan kembali lagi kerumah kakek bersama dengan xiao ling.. karena bagi mei chan tak baik langsung meninggalkan rumah orang apalagi tuan rumah nya cukup baik...
" ada apa kek. "tanya mei chan
" nak.. kakek tidak ingin menjual tempat ini padamu. "jawab kakek itu
" iya kek saya mengerti.. saya sama sekali tidak memaksa..langsung saja ke intinya kek.."ucap mei chan yang enggan bertele tele.
" Nak...kakek tidak mau menjual rumah ini.. tapi kakek akan memberikan rumah ini padamu.."jelas kakek itu
" tidak kek.. saya tidak ingin mengambil dan mendapatkan rumah ini kalau kakek terpaksa.. apa lagi kakek memberi secara percuma..maaf saya tidak bisa menerimannya walau saya ingin memeilikinya kek. " mei chan menjelaskan
__ADS_1
" nak.. kakek tidak memberimu secara percuma.."ucap kakek itu
" apa maksud kakek.."mei chan menaiki alisnya heran
" kakek tidak akan menjual rumah ini tapi akan memberikan padamu untuk di urus dan dijaga..kakek sudah tua..waktu kakek sudah tidak lama lagi..sudah lama kakek mencari penerus tapi baru sekarang kakek temui.."jawab kakek
" mei chan.. apakah kakek ini benar ingin memberi tanpa imbalan. "bisik xiao ling
" kek tapi saya.. "mei chan belum habis bicara tapi langsung dipotong oleh kakek
" nak kakek tidak ingin minta lebih.. kau boleh membangun bisnismu di tanah kosong itu. tapi tolong rawat dan jaga rumah ini.. kakek minta jangan di rubah apapun dari rumah ini.. biarlah tetap seperti ini."pinta kakek itu dengan memohon
Mei chan merasa bersalah.. mei chan tak ingin mendapatkan sesuatu dengan percuma tanpa harus membayar sedikitpun.. akhirnya mei chan menyetujui peemintaan kakek dengan berbagai syarat...
Kakek harus tinggal di rumah ini dan menjaga, merawat rumah itu sampai maut memisahkannya...
kakek akan mengurus usaha toko obat yang mei chan bangun
mei chan ingin kakek merahasiakan identitas aslinya dari semua orang..
Kakek awalnya menolak.. tapi karena dia melihat ego mei chan yang sangat keras kepala.. mau tak mau kakek itu menyetujui syarat tersebut... kakek itu juga sangat terharu karena mei chan sangat mirip dengan cucunya yang telah lama meninggal..
Tanpa sadar mengalir air mata di pipi kakek tersebut.Mei chan yang melihat itu menjadi bingung dan serba salah.. apakah mei chan menyakiti hati kakek sampai kakek sedih..
"kek kenapa menangis?? maafkan saya kek.. tidak ada maksud menyinggung." ucap mei chan
"tidak nak.. kakek hanya mengingat cucu kakek yang sama persis seperti kamu.. sangat baik, pengertian dan punya kasih sayang." jawab kakek
"lalu dimana cucu kakek?" tanya mei chan melihat sekeliling
"dia sudah meninggal nak.. dia demam panas.. saat itu kakek tak punya uang untuk pergi ketabib..ini semua salah kakek." ucap kakek itu dengan sedih
__ADS_1
"kek ini bukan salah kakek.. ini sudah takdir..dia mungkin sudah berenkarnasi dan hidupnya mungkin telah lebih baik lagi.." mei chan menenangkan kakek dan memeluknya
"terima kasih nak.. bolehkah kakek menganggapmu sebagai cucu kakek.. maaf kakek lancang dan tidak tau diri."ucap kakek menunduk
" mulai sekarang aku adalah cucumu kek. tak perlu sungkan..kakek bisa memanggilku mei..aku sangat senang mempunyai kakek.. aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang kakek." mei chan tersenyum lebar
" terima kasih banyak nak mau menerima kakek.. "ucao kakek kembali memeluk mei chan
" hei.. apa kalian tak menganggapku ada disini. "sahut xiao ling merajuk
" hahhaha..maaf... marilah kesini..mulai sekarang dia adalah kakekku dan kamu. sekarang kita satu keluarga xiao ling. "ucap mei chan menggapai tangan xiao ling dan memeluk mereka bersama..
Kakek sangat lah bahagia.. karena kakek bisa merasakan kasih sayang seperti dulu lagi.. kakek berjanji akan menjaga cucu barunya dari orang yang ingin melukai mei chan..
mei chan tak percaya bahwa sekarang bisa merasakan kasih sayang seorang kakek. karena di zamannya dulu,, kakek nya sudah lama meninggal saat mei chan berumur 3 tahun.
Xiao ling tak percaya bahwa mei chan sangat lah baik.. memang tak salah mei chan menjadi tuan, sahabat dan keluarganya..
mereka bertiga langsung membersikan tempat kakek itu dengan penuh semangat..
Next....
®®®
TERIMA KASIH SELALU SETIA NUNGGU UPDATENYA PEMBACA SETIA AKU..
MAAFKAN AUTHOR BARU SEMPAT UPDATE KARENA KENDALA KONEKSI..
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA
STAY AT HOME PLEASE...
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA RAMADHAN...
OH IYA.. JANGAN MUDIK DAN PULANG KAMPUNG DULU YA...
__ADS_1
TERIMA KASIH LOH SUDAH SELALU SETIA DENGAN NOVEL AUTHOR..
😊😘🙏👍