Kejadian Setelah Menikah

Kejadian Setelah Menikah
Chapter 13


__ADS_3

Berita pagi di temukan mayat gadis muda berusia 14 tahun di pinggiran sungai, di duga gadis tersebut korban pemerkosaan sadis. Mayatnya di geletakan terlungkup tanpa busana sekujur tubuhnya penuh dengan memar lalu di dahinya juga ada luka, bekas di hantam benda tumpul.


Para polisi dan anggota penyidik menyatroni lokasi terjadinya pembunuhan tersebut. Logi juga berada di antaranya. Setelah merasa senang kemarin malam bukan berarti hari ini ia akan di bebaskan dari tugas banyak kasus seperti ini.


"Apa sudah di ketahui siapa keluarganya?"


"Sudah pak! kami sudah menghubungi keluarganya, akan tetapi mayat akan di bawa ke rumah sakit, guna untuk bukti otopsi!"


Mendengar penuturan bawahannya yang memakai seragam lengkap kepolisian setempat. Logi mengangguk angguk sembari melihat mayat mengenaskan tersebut sudah di kelilingi sekitar lokasi pita kuning penyegel lokasi terlarang.


Besok hari pernikahan sahabatku tidak mungkin juga aku menunda kasus sepelik ini. Logi berpikir sejenak. Sebuah tangan kokoh mendarat menepuk di bahu kanannya. Logi menoleh.


"Komandan!"


Menyadari siapa orang itu. Logi segera memberi hormat dan menegakkan cara berdirinya.


"Sudah besok kau di bebas tugaskan. Besok adalah acara penting dengan sahabatmu!"


"Tapi komandan... saya..."


"Sudah tidak apa..."


"Saya banyak berlibur soalnya..."


"Kau sudah banyak menyelesaikan kasus-kasus bersantailah sejenak... jangan lewatkan hari bahagia sahabatmu!"


Menunjuk senyum Pepsodent gigi putih bersih yang mengkilat. Juga jempol semangat. Dengan semua itu Logi sangat bersyukur mendapatkan izin tanpa harus bimbang lagi.

__ADS_1


***


Ia menghubungi Lunacy. sembari mengendari laju sedang kecepatan mobil sedan hitam. Ia ingin mengunjungi calonnya itu di rumahnya. Tepat sekali Diego hendak pulang dari rumahnya. Mendengar telfonnya berdering Lunacy segera mengangkat.


"Yes baby?"


[10 menit lagi aku sampai ke rumahmu bersiaplah!]


"What??!!!"


Lunacy terkejut, bersamaan Diego yang sudah mengendari mobil sport kuningnya pergi dari halaman rumahnya.


[Kenapa kau terkejut begitu?]


"Ti...tidak honey aku hanya kegirangan senang!"


Apa reaksiku tadi mencurigakan. Aku harap Logi tidak berfikir yang bukan-bukan. Semoga mereka tidak berpas pasan. Sayangnya harapan Lunacy tidak di kabulkan. Hanya ada satu jalur jalan raya kecil menuju ke lokasi perumahan Lunacy tinggal. Logi tidak sengaja melihat mobil sport kuning yang di kendarai cukup laju oleh Diego.


"Sepertinya aku kenal mobil itu?"


Logi bergumam sendiri. Ia berhenti mendadak dan melihat memperhatikan di spion mobil yang sudah menjauh itu.


"Mungkin saja warna dan bentuknya sama. Di kota ini banyak orang yang kaya raya."


Logi berpikir positif. Ia kembali menyetir mobilnya segera melaju ke arah rumah Lunacy.


Sampai di sana Lunacy sudah berdandan rapi cantik dengan dress terawang berwarna gading. Penampilannya harus nampak rapi di hadapan Logi.

__ADS_1


Di sambut dengan sangat hangat tentu Logi sangat bahagia. Ia memeluk tubuh sintal wanita tersebut dan memberikan kecupan mesra di kening.


"Aku kangen padamu baby!"


"Aku juga..."


"Sudah lama tidak berkunjung?"


"Baru kemarin aku melamarmu!"


Pipi Lunacy langsung memerah padam. Logi menyentil hidung mungil mancung dengan manja wanita itu.


"Kau masak apa?"


"Ah. Masakan ala daerah lokal!"


Lunacy spontal langsung menjawab. Merekapun segera memasuki rumah dan berbincang bincang lebih lanjut.


Logi membanting tubuh di atas sofa berbulu berwarna cream. Surga dunia saat ia bisa melepas lelah penatnya.


"Hari ini libur?"


Lunacy membawakan sebotol bir dingin juga gelas cooktail untuk dua orang.


"Komandan memperbolehkan aku bekerja setengah hari... dan untuk hari esoknya libur..."


Jelas Logi, Lunacy mengambil posisi duduk di sampingnya. Roknya tersibak ke atas memperlihatkan paha glow begitu sangat terawat lembab dan mulus. Sembari tangannya menuangkan air bir ke dalam gelas. Logi sempat tergoda kemudian menggeleng kuat. Tahan nafsumu Logi.

__ADS_1


__ADS_2