Kejadian Setelah Menikah

Kejadian Setelah Menikah
Chapter 15


__ADS_3

Bunyi suara berisik pisau dapur memotong bahan-bahan olahan. Tidak terasa sudah malam. Lunacy bersemangat menyiapkan makan malam. Logi berkata ia suka dengan wanita yang pandai memasak. Selama seminggu Lunacy repot-repot belajar memasak. Hanya memuaskan keinginan Logi. Sedangkan Logi sibuk dengan Layar laptop memeriksa data kasus lama juga tersangka termasuk Lokasi jangkauan.


"Walaupun libur kau tetap saja sibuk baby!" Suara seruan dari dapur oleh Lunacy.


"Mau bagaimana lagi... aku menyukai pekerjaanku!"


Logi menutup layar laptopnya beranjak dari tempat duduk meja makan, ke arah dapur menghampiri Lunacy. Dengan pakaian senada celemek apron manis berwarna kuning muda dan gambar bunga bordir yang samar.


"Ah!"


Logi memeluk mesra menyelipkan tangan di antara pinggang Lunacy. Merasakan spontal dekapan mesra menjalar hingga ke tulang punggung Lunacy tersenyum. Sembari melanjutkan memotong bahan masakannya. Mereka sudah seperti sepasang suami istri yang bahagia.


"Aku mencintaimu Lunacy..."


"Aku juga..."


Malam semakin larut. Di sisi lain akhirnya Kara dan Diego bertengkar masalah kesibukan Diego jarang meluangkan waktu luang sejam saja untuk menemani Kara hanya sekedar mencari kekurangan persiapan di hari esok. Aku merasa lelah ringkih kadang ingin rasanya aku membatalkan saja pernikahan ini. Tapi jika aku flashback kembali ke masalalu. Kemudian mengingat orang tuaku sudah naik penerbangan dan sedang di kawal ke penerbangan selanjutnya esok pagi sudah sampai sini. Untuk melihat pernikahanku. Rasanya aku berada di dunia lain dan terdesak.


Kara mengunci diri di apartemen memandangi daftar-daftar persiapan yang hampir tuntas. Besok sudah harus selesai. Ah aku harus mengalah bodoh amat jika aku tumbang esok pagi setelah pernikahan asal semuanya cepat selesai.


***


"Bagaimana enak tidak?"

__ADS_1


"Enak sekali!"


Lunacy tersenyum manis memandangi Logi terus menyendok makanan dan memasukan ke mulut.


Pukul 20:45 pm. Kara sedang berada di jalanan luar udara begitu dingin. Padahal siang sangat terik menyengat. Kara sedang berkeliling mencari sesuatu. Mengajak Diegopun percuma pasti jawaban sama ia sedang sibuk belakangan sifatnya patut di curigai.


Di seberang arah lain. Logi dan Lunacy keluar dari dalam mobil seusai memakirkan mobil di tempatnya. Kara melihat dari luar toko. Benda itu tidak masalah kalau tidak ada. Ya sudahlah. Pikiran Kara sedang buntu. Lebih baik aku mencari sesuatu yang menyenangkan kemarin pasca kejadian perampokan aku tidak jadi bershopping ria. Mungkin sekarang waktunya bersenang senang ringan.


"Loh Kouchi-san?"


Langkah Kara terhenti. Saat Logi sedang menggandeng Lunacy berada di hadapannya.


"Wah! Logi-kun kita bertemu lagi..." [Bahasa Jepang] Sapa Kara lembut. Menyungging senyuman.


"Kamu... calon mempelai pernikahan besok?"


"Ah, benar nona Lunacy pacar Logi-kun..."


"Eum iya..."


Lunacy, menjawab seadanya ia sedikit tidak suka terhadap Kara, matanya bahkan menelusuri penampilan sederhananya.


"Kouchi-san kau tidak bersama Brother?" [Bahasa Jepang]

__ADS_1


"Dia sibuk..."


"Lalu malam-malam begini sedang apa? bukannya seharusnya Kouchi-san istirahat?"


"Ah, aku bosan di rumah ingin sedikit bersenang senang."


"Begitu..."


"Kalian sendiri sedang apa?"


"Kami berdua juga sedang berjalan jalan santai!"


"Berkencan?"


Pipi Logi memerah dengan ungkapan blak-blakan dari Kara.


"Ah begitulah!"


Logi menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Selamat berkencan ya kalian aku pergi dulu!"


Kara hendak melangkah pergi melewati mereka berdua tapi Logi menghentikan.

__ADS_1


"Ah tunggu Kouchi-san!"


Lunacy terkejut dengan sikap Logi terhadap Kara. Kenapa Logi menghentikan gadis itu?


__ADS_2