Kejadian Setelah Menikah

Kejadian Setelah Menikah
Chapter 14


__ADS_3

"Aku dengar di temukan mayat gadis SMP tadi pagi ya?"


"Sekitar pukul 07:35 pm."


"Malang sekali..."


"Kejahatan semakin merembak, bahkan pelakunya tidak segan-segan membunuh."


"Bukannya kejadian itu sudah sering terjadi..."


"Menghentikan rantai pembunuhan sangat sulit..."


Lunacy dan Logi mengobrol ringan seputar kasus yang sedang heboh di berita. Lunacy seolah mengerti beban yang di pikul Logi.


Polisi itu hebat sebagian dari mereka seorang pahlawan kebenaran. Lunacy menyendehkan kepalanya di bahu Logi dan menenggelamkan kehangatan kedamaian. Logi melirik perlakuan Lunacy ia tersenyum lembut. Mengusap kepala Lunacy dengan penuh kasih sayang.


"Aku juga ingin di lindungi Logi..."


"Tanpa kau mintapun aku akan selalu mengawasimu tanpa membuatmu risih..."


"Logi pria yang bisa di banggakan."


"Seharusnya memang begitu..."

__ADS_1


Logi berjanji pada dirinya setelah kebahagiaan yang di rasakannya. Ia pernah sekali terluka bahkan trauma itu belum hilang. Kematian keluarganya masih misteri. Dan ketika ia mempunyai sesuatu yang berharga Logi akan menjaganya dengan sungguh-sungguh.


Pemandangan laut biru begitu luas terlihat dari luar jendela kaca bening besar di sudut ruangan.


"Tadi baru saja aku melihat mobil mirip dengan mobil Diego selesai melintas ke arah sini..."


Lunacy membuka mata tersentak. Ia menegakan tubuh beralih dari posisi duduk.


"Mungkin orang lain..."


Lunacy berusaha mungkin berpura pura tidak tahu. Atau semua akan kacau.


"Yah mungkin saja. Atau mungkin dia ada bisnis di sini..."


Mulai sekarang Lunacy harus menyembunyikan barang busuknya. Andai Logi tahu. Tamat sudah kebahagian yang dia impikan selama ini. Belum lagi Logi seorang Intel yang cerdas bisa mencium bau kejanggalan dan kecurigaan.


"Nanti malam apa mau menginap?"


"Tidak bisa."


"Kenapa temani aku ya?"


"Eum..."

__ADS_1


Lunacy mencoba membujuk Logi. Mengajaknya menginap berarti megajaknya menghabiskan malam surgawi. Dia ingin memikat menimbulkan rasa bersalah di hati Logi dengan begitu Logi takkan pernah meninggalkannya.


"Tapi aku ada urusan-"


"Tidak perduli! kau tahu semalam ada penguntit di rumahku. Tepatnya di halaman rumah ia mondar mandir di jam petang aku sangat takut!"


Lunacy melingkar erat memeluk lengan Logi seolah gemetaran menyakinkan. Melihat hal itu Logi terdesak sekaligus khawatir, ia tak mungkin membiarkan orang yang di cintainya kenapa-kenapa mau tak maupun Logi mengiyakan.


"Baiklah hanya semalam."


Lunacy seketika menghambur senang memeluk Logi seolah hampir melompat merobohkan posisi Logi.


"Di rumah ini ada 3 kamarkan, aku akan tidur di kamar paling bawah..."


Mendengar penuturan Logi, Lunacy sedikit kecewa. Kenapa tidak tidur satu kamar saja sih. Padahal Logi dulunya pria brengsek dan belangsakan apa yang membuatnya menjadi pria baik-baik itu masih menjadi misteri.


"Baiklah... nanti malam kau mau aku buatkan masakan lokal dari siput?"


"Boleh..."


"Aku akan memasakan yang spesial khusus untuk calon suamiku."


Kemudian Logi termenung sesaat. Besok adalah hari pernikahan dan hari paling bahagia untuk sahabatku Brother. Hadiah apa yang sangat berkesan untuknya. Apa nanti malam aku mengajak Lunacy berkeliling mencari kado yang bagus dan cocok untuk keduanya. Meski Diego berkata aku tidak perlu membawa buah tangan hadiah setidaknya aku tahu diri. Itu adalah hari sekali seumur hidup yang terpenting dalam kehidupannya. Tapi apa ya kado yang bagus terkenang sepanjang masa melambangkan kekekalan persahabatan. Abadi dan selalu di kenang.

__ADS_1


__ADS_2