Kejadian Setelah Menikah

Kejadian Setelah Menikah
Ch 21


__ADS_3

"Masih banyak bunga yang cantik elegan mewah untuk di hadiahkan, kenapa harus bunga seperti itu, orang gila mana yang menghadiahkan bunga dengan lambang segala penghinaan itu!"


Tuan Faro melontarkan amarahnya yang menggelegar membuat suasana sedikit kaku dan terusik.


"Dan selain itu terlihat sekali jika di beli dari pinggiran pasar sangat kampungan ini bukan acara biasa!"


Semua orang di aula berdesas desus menyayangkan kejadian tak terduga tersebut , Kara berjalan terburu buru menenteng gaun yang sedikit menyusahkan saat kakinya melangkah .


"Kemarikan?"


Kara meminta sebuket bunga yang masih di tenteng pembawa acara itu.


"Tapi Nona?!"


"Sudahlah..."


Kara tersenyum lembut , dengan terpaksa pembawa acara itu memberikan bunga Orange Lily di tangannya.


Ujung jari lentiknya menelusuri hiasan plastik dengan rona yang menarik Pita kuning mengikat setiap tangkai , warna bunga Orange Lily sangat terang dengan putik korek api yang berada di antara kelopak tidak ada tertera nama dalam hadiah tersebut.


Logi menyilang kedua tangan di tengah dada, dirinya tersenyum hambar ketika sebuah kalimat muncul dalam nostalgia masalalunya.


'Bunga Orange Lily memiliki banyak manfaat sebagai tanaman bahkan bahan seduhan teh yang nikmat, hanya karna warnanya yang tidak dominan mengapa seseorang mengecam hidupnya sebagai lambang segala bencana dan keburukan, Semua orang pasti akan merasakan dimana posisi mereka bertukar dengan bunga tersebut di kenang sebagai sesuatu yang buruk padahal mereka pernah memberikan hal terbaik berharga dalam hidup mereka, sesuatu yang mencolok terang dan berlebihan bukan berarti mereka tidak indah hanya saja sedikit perbedaan membuat mereka lebih menarik'


"Orang Bodoh mana yang menghadiahkan barang seperti itu?!"


"Menurutku tidak juga..."


Emilia menoleh seketika , saat Logi menyahuti perkataannya , Bukan hanya perkataannya yang membuat Emilia heran tetapi ekspresi senyum misterius Logi seolah dia menyukai hal aneh tersebut.


"Sudahlah..."


Tuan jiquel mendekati Tuan Faro memberikan tepukan kecil di bahunya untuk menyudahi amarahnya.


"Lebih baik langsungkan acara tukar cincin, karna tidak enak tamu lain sudah menunggu..."


Tuan Faro menghela nafas mencoba mengesampingkan masalah yang baru saja mengusik kebahagiaannya.

__ADS_1


Diego meraih tangan Kara yang bersembunyi di balik gaunnya , merasakan sesuatu hangat menyentuhnya Kara menoleh pelan ke Diego di sampingnya , Hari ini Kara merasa cemas akan sesuatu tetapi Diego menampakan senyum seolah semuanya akan Baik-baik saja.


Getaran antara keduanya menusuk hingga sampai membuat perih mata Logi yang melihatnya adegan saling bergandengan menuju singgah sana pertukaran cincin, semakin membuat Logi sedikit kesal , arah kesal yang tak menentu.


'Hentikanlah Logi ingatlah dia kakakmu kau tidak boleh egois saat ini dia sedang bahagia...'


Logi berpikir keras mungkin saja dirinya merasa marah karna nantinya perhatian dan kasih sayang Kara akan terbagi bukan lagi hanya untuknya , namun jika dirinya kembali memutar otak bukankah berpisah saling menjauhi keputusannya dari awal.


'Tapikan aku kalah dari semua perlombaan beberapa hari yang lalu...'


Diego meraih lingkaran kecil berkilau berupa cincin berlian perak mas putih untuk segera di sematkan di jari manis Kara , kini ia sudah bersiap memasukan cincin ke tempat seharusnya , dengan seksama dan sakral Kara berhasil mengenakan cincin yang di sematkan Diego kini giliran Kara melakukan hal serupa.


Sebuah tatapan sedih terlihat dari raut wajah Logi ada perasaan mendung sedang menyelimuti pandangannya.


Jimmy berseringai iblis dirinya baru terlihat memasuki aula ruangan bersama selly membututinya dari belakang .


"Wah, sudah di mulai ya!"


"Germana bisa tidak jalan mu cepat sedikit!"


Bentak Jimmy pada gadis muda memakai gaun rok kembang biru renda di belakangnya.


Dirinya segera mematuhi perintah pria berlogat sombong begitu meninggi , sandal slop high heels yang di kenakannya di rasa kurang nyaman ukurannya terlalu sempit untuk di muat di kakinya, namun Jimmy terus memaksa selly mengenakannya jika dia membantah Jimmy bisa saja lebih kejam dari pada nasibnya sekarang.


Kara juga berhasil menyematkan cincin di jari manis Diego , bersamaan mereka memperlihatkan dan memamerkan kepara tamu cincin yang sudah di kenakan , tepukan tangan dari para tamu menandakan pertunangan berlangsung sah dan mereka di nyatakan pasangan yang akan segera melanjutkan ke jenjang lebih serius dalam mahligai tali cinta .


*


Seorang wanita memakai gaun lingerie hitam keunguan di atas sofa sedang memotong membersihkan merapikan kuku dengan telaten sembari terus menggerutu di kesendiriannya.


"Aku sebenarnya ingin sekali hadir ke pesta itu tapi jika nanti ada salah satu seorang agency atau ceo penguasaha yang mengenaliku dan pernah kencan denganku lalu membuka aibku , mau di taruh di mana wajahku!"


Merry menghela nafas sedikit kecewa dengan keputusannya untuk tidak menghadiri acara yang di keluhkannya, di hari sebelumnya Logi juga turut mengundangnya.


*


Sekarang apa lagi yang membuat remaja muda dengan wajah tampan itu berubah menjadi seekor singa seolah menahan amarah .

__ADS_1


Diego tengah meraih memegangi pinggang Kara lalu tangan yang lain mengajak tangan Kara bermain menggerakan tubuh merasakan irama dendangan dari musik romantis begitu lembut membawa para pasangan menghambur turut berdansa.


Emilia memang selalu berbunga bunga ketika dia berada dekat dengan pujaannya dalam sebuah lantunan musik mendayu tangan atau tubuhnya sedang menempel dekat dengan Logi.


Logi sebenarnya terus mencuri lirikan mata memperhatikan Kara dan Diego yang sedang berdansa serasa dunia milik mereka berdua.


Jimmy mendehe kecil sembari menegak segelas cooktail mewah dengan anggur ungu berkelas di tangannya dirinya juga sedang melirik Logi, dia tahu betul jika ekspresi yang di tampakan Logi adalah ekspresi orang yang sedang berkalut.


Setelah bosan menari di tengah para tamu yang masih menikmati masa berdansa , Logi menjauhi keramaian termasuk Emilia , dengan terus menatap layar ponsel dirinya menaiki anak tangga menuju sebuah ruangan .


"Maaf Logi aku gak bisa dateng aku masih sibuk di cafeku," notifikasi pesan singkat dari Rion.


"Maaf kak G Arfin dan Alexa gak bisa ikut karna ada jadwal manggung di luar kota," notifikasi pesan dari si kembar .


"Aku tidak bisa hadir karna ada pemotretan," notifikasi dari Black Fly alias Merry.


Logi menghela nafas dirinya saat ini berada di dalam ruangan dekat dengan balkon langit tertinggi di rumahnya di dalam sebuah kegelapan remang-remang wajahnya bercahaya karna pantulan sinar dari layar ponselnya.


"Pantas saja aku tidak melihat mereka,"


*


Kara tengah asik berdansa tiba-tiba melepaskan pegangannya dari Diego.


"Maaf Tuan maksudku Diego... permisi sebentar,"


"Mau kemana?!"


"Sebentar saja ya!"


Diego terdiam dalam posisinya membiarkan Kara berlalu pergi meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas.


'Logi...'


Kara sedang mencari sosok yang menghilang dari pengawasannya , sebenarnya sama dengan Logi , Kara diam-diam mencuri lirikan dengan Logi.


Kara terpaksa menaiki anak tangga meski awalnya ragu , naluri hatinya mengatakan Logi sedang berada di atas.

__ADS_1


Tanpa sengaja Jimmy melihat Kara menaiki tangga , sedangkan Emilia berjalan berputar putar mencari sosok Logi , tanpa pikir panjang Jimmy yang penasaran dengan gelagat Kara dirinya pun menguntit mengikuti segera dari belakang.


__ADS_2