Kejadian Setelah Menikah

Kejadian Setelah Menikah
Chapter 18


__ADS_3

Lunacy, masih belum bisa terlelap di atas ranjang. Meski lampu kamar sudah di matikan ia dalam keadaan posisi berbaring miring. Kenapa Logi belum juga kembali kenapa lama sekali?


Kara sudah di bawa masuk ke ruang unit gawat darurat di salah satu rumah sakit letaknnya cukup dekat. Logi berusaha menghubungi sahabatnya Diego.


"Ayolah Brother angkat telpon ku! calon istrimu sedang sekarat sekarang!"


Logi berkali kali terus menelpon meski yang terdengar hanya bunyi berdering tertera di layar ponselnya. Beberap saat Diego akhirnya menyahuti panggilan telpon dari Logi.


[Ada apa Logi?]


"Brother kau harus datang ke rumah sakit sekarang! pacarmu! maksudku calon istrimu ah! pokoknya datang sekarang! aku akan mengirimkan alamat rumah sakit lewat chat!"


[Hei! ada apa?!]


"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut langsung datang saja kemari!"

__ADS_1


[Ah, baiklah...]


Panggilan pun berakhir Logi berhasil menghubungi Diego dan memberi kabar. Ia sangat khawatir. Sambil menunggu di tempat duduk luar ruangan menunggu kabar kondisi Kara. Ia menyatukan kedua jemari tangan sembari berpikir keras. Pakaian yang basah udara dingin sekarang tidak di perdulikannya.


Ku mohon tuhan selamatkan wanita itu. Dia sudah seperti malaikat di hidupku. Apa yang di ucapkan Logi dalam batin? peristiwa itu adalah kenangan yang menyadarkannya dari sesuatu.


Saat itu 12 Oktober peristiwa menjelang 2 bulan try out ujian uji coba kelulusan. Logi sedang membangun mahligai asmara dengan gadis muda belia masih duduk di bangku kelas 3 SMA. cita-cita gadis itu adalah menjadi seorang perawat. Logi sangat menyayanginya. Tapi terkadang hubungan cinta mereka melebihi batas norma. Mereka bukan hanya kerap berciuman dan hanya berpelukan. Sesekali Logi sering mengajak berhubungan badan.


Berita sempat mengegerkan dan masih menjadi dosa teramat besar bagi Logi. Gadis itu bernama Amelia Nanda. Cantik dan murah senyum. Padahal saat itu Logi akan bertanggung jawab dan siap menanggung resiko. Tapi gadis muda itu masih labil. Amelia Nanda gadis itu tewas karna kecerobohannya. Ia melakukan tindakan ilegal mengaborsi janin yang masih berusia 4 bulan. Di klinik Dokter praktek. Amelia Nanda korban praktikum.


Logi terpukul sekaligus menyesal. Pacar kecilnya saat itu memiliki cita-cita yang sangat tinggi belum sempat di raihnya. Karna hasrat dan nafsunya tanpa sadar Logi telah menghabisi nyawa orang juga nyawa buah hatinya.


Ada tangan seseorang meletakan replika bunga gentian berwarna biru tua di depan bingkai potret tersebut. Logi masih menunduk ia masih bergumam.


"Semua ini salahku? aku yang membuatnya seperti ini..."

__ADS_1


"Kau sudah menyesali dosa yang kau perbuat. Tidak baik terus merasa bersalah kemudian menimpalkan semua salah pada dirimu sendiri..."


"Seandainya aku..."


"Tidak perlu berandai andai. Amelia gadis yang pintar di sekolah. Tetapi ia sangat ceroboh. Kerap sekali membuat ulah sering berkencan dengan banyak pria bahkan guru wali kelasnya sendiri."


Aku tersentak mendengar penuturan wanita di sebelahku.


"Maksudnya...."


"Kau menyesal juga menjadi salah satu pria yang pernah bersamanya... yang lain tidak semenderita dirimu... Amelia di hukum karna kesalahannya. Dan kau menyesal karna kejujuranmu."


"Tapi..."


"Berubah lah mulai sekarang. Demi anak yang tak berdosa belum lahir ke dunia... jangan sampai orang di masa depanmu merasakan dampak karna ulah orang tuannya di masalalu."

__ADS_1


Aku memiringkan wajahku yang berkaca kaca di balik bayangan topi melihat parasnya yang tersenyum lembut. Meski aku tahu ia juga usai menangis karna ikut berduka. Dari situ aku tahu siapa sosoknya. Dia seorang guru di sekolah Amelia Nanda bersekolah. Dia adalah?


Kara Kouchi....


__ADS_2