
Sinta pun teringat kembali apa yang dikatakan pacarnya terhadap dirinya.
Kemudian,mereka berdua pun bersiap-siap dan pergi kerumah sakit secara bersamaan.
Sesampainya dirumah sakit,mereka berdua berbicara tapi orang yang berada dirumah sakit merasa diri Tino aneh karena ia berbicara sendiri.karena bayangan pacarnya tidak ada sebagai manusia.
Lalu,salah satu orang bertanya kepada Tino:"hey nak, kenapa kamu berkata sendiri.apakah kamu punya penyakit nak?berbicara sendiri seperti orang gila".
"Ah,iya pak maaf saya tidak punya penyakit jiwa pak.saya sedang berbicara terhadap pacar saya,apakah bapak tidak melihat pacar saya sendiri?".jawab Tino terhadap bapak tersebut.
"Pacarmu???,saya tidak melihatnya nak.apakah kamu tidak waras lagi,semua orang melihat mu dirumah sakit berbicara sendiri dan ada yang mengira kamu tidak ada kewarasan mu nak dan mengira kamu keluar dari rah sakit jiwa nak". jawab bapak itu kembali dengan nada heran.
"hufftt...". sambil menghela nafas dia pun berkata kembali:"pak,saya sudah bilang terhadap bapak bahwa saya tidak memiliki penyakit tetapi saya sendiri sedang berbicara terhadap pacar saya".
__ADS_1
bapak itu tidak dapat berkata-kata lagi karena Tino membantah perkataan bapak tersebut.
....
Kemudian beberapa menit ia berbicara terhadap orang yang ia tidak kenal.mereka berdua pun pergi danasuk untuk menjenguk neneknya yang berada dirumah sakit.
Lalu mereka berdua bertanya kepada penjaga rumah sakit untuk menanyakan ruang neneknya itu.
sesampainya disana,mereka berdua bertemu dengan ibu nya dan bertemu dengan neneknya sambil berbaring melihat cucunya sudah datang untuk menjenguk nya.
Lalu,ibunya bertanya sambil melepaskan pelukannya terhadap anaknya:"nak,ibu pikir kamu lupa dengan pesan ibu untuk menemui nenekmu yang sedang sakit,karena nenekmu sangat senang dan gembira jika kamu datang memberikan waktu luang untuk nenekmu nak".
"Ibu,tak mungkin aku lupa terhadap nenekku.tapi maaf bu Tino gk bisa datang tepat waktu,kerena Tino sedang bertemu pacar tino.apakah ibu tidak melihat pacar Tino yang dibelakang". jawab Tino sambil melihat ibu nya dengan tersenyum.
__ADS_1
Ibunya pun melihat dibelakang dan ia memperhatikan wanita ini,lalu ibunya mendekati pacar Tino dan bertanya:"nak,apakah kamu pacar tino?".
Tino pun tertawa melihat ibunya:"hi..hi..hi..hi". sambil menahan rasa ketawa kerasnya agar ibunya tidak tahu.
lalu Sinta melihat ketawa Tino dan ia pun menjawab pertanyaan ibunya:"hallo bu,saya ingin memperkenalkan diri bu.nama saya Sinta,saya berumur 22 tahun dan saya adalah pacar Tino bu".
ibunya pun heran mendengar bahwa dirinya pacar Tino.
Sinta pun memperhatikan ibu Tino dan bertanya:"maaf kan saya bu,kenapa ibu memperhatikan saya terheran- heran bu?".
"Ah,iya nak ibu heran saja melihat dirimu begitu cantik menyukai anak ibu yang begitu nakal dan sedikit ibu ingin memukul nya". ibunya berkata terhadap Sinta dan memperhatikan Tino dengan baik.
Tino terdiam dan memperhatikan ibunya yang berkata kata terhadap Sinta sambil mengintrogasi Sinta dengan baik.
__ADS_1
"hi..hi..hi, tidak kok bu saya menyukai dirinya karena ia begitu tampan dan ia begitu bertanggung jawab dengan kata katanya yang baik dan ia adalah pria yang lembut yang pernah kutemui selama hidupku".jawab Sinta dengan lembut sambil memperhatikan Tino
Tino tersenyum dan ia melihat Sinta balik,lalu ibu melihat tatapan sinta terhadap Tino anaknya.