
Setelah Sinta keluar bersama Tino.
ia pun ketakutan dan berkata kepada Tino dengan gugup:"ekhm,sa-sa-sayang".
Tino ketakutan melihat Sinta, Sinta memperhatikan Tino dengan rasa keringat dingin yang campur aduk.
Tino bertanya dengan tidak mengetahui apa-apa:"Sinta sayang,apakah kita akan pulang atau lanjut makan,karena kamu belom makan malam ini supaya kita pulang?".
"Emm, tidak usah lanjut makan.tidak masalah dibuang kan sayang makan malam ini?". tanya Sinta kembali dengan rasa senyum terpaksa.
"Gakpapa sayang,yang penting kamu nya senang.tapi apakah kamu sayang tidak lapar jika makanan itu tidak kamu makan". jawab Tino dengan rasa percaya diri dan tidak punya masalah.
"Saya tidak merasa lapar sayang,tenang saja.makasih banyak sayang sudah mengajak saya ke cafe dengan bahagia sayang". kata Sinta dengan berterima kasih.
...
Beberapa menit kemudian,
Mereka bergegas ke cafe dan Tino pun membayar dengan membuang semua makanan yang begitu banyak.
Dan setelah mereka berdua keluar,Tino pun mengajak Sinta untuk pulang kerumah sang kekasih.
__ADS_1
Sesampai nya dirumah Sinta,Tino pun mengantar nya sampai kedalam rumahnya Sinta.
Tino pun berkata:"sayang,saya pulang dulu yah karena sudah malam kali ini".
Sinta menjawabnya:"iya pulanglah dan hati-hati di jalan sayang".
Setelah Tino berpamitan kepada Sinta. Tino pergi dan keluar dari hutan melewati kuburan
Tino pun merasakan keanehan lagi dan bau bunga melati yang sangat sangat tidak enak di cium.tetapi,Tino menghiraukan nya dan berjalan seperti biasa.
Setelah melewati kuburan ia pun merasakan keanehan lagi. ada orang dari kejauhan dan suaranya sangat sangat aneh ia bernyanyi dengan menyanyikan lagu nina bobo.
Tino sangat ketakutan dan suasananya sangat menyengkang dirinya. karena situasi itu Tino mendorong keretanya ketempat supaya orang tidak mengetahui keretanya dan lari menuju kerumah Sinta dengan terbirit-birit.
Sesampainya di rumah Sinta ia mengetuk pintu rumah Sinta dan memanggil nya:"sayang-sayang-sayang, apakah kamu mendengar suaraku,ini Tino sayang.buka pintunya sayangku".
...
5 menit setelah memanggil Sinta tidak ada sahutan dan jawaban dari pacarnya.
ia pun melihat bahwa pintu rumah Sinta terbuka.ia membuka dengan perlahan lahan dan melihat situasi rumahnya gelap tanpa adanya lampu.
__ADS_1
Kemudian,Tino masuk dan memanggil-manggil sinta, Sinta pun tidak datang dan tidak menyahut nya kembali.
Dengan keraguannya,Tino pun memasuki ruang tamunya dan melihat kedalam dapurnya tidak ada,dan ada satu ruangan yang terang sekali.
Dengan kepikiran,Tino menghampiri dengan rasa penasaran.
setelah itu Tino pun melihat pintu itu sedikit demi sedikit.
lalu,Tino pun memperhatikan nya dan menelan ludah kembali. Tino tidak dapat berkata kata lagi saat melihat ada perempuan menyisir rambutnya dengan ketawa ketiwi seperti kuntilanak.
Tino dengan terkejutnya ia bergegas pulang,tetapi Tino tidak sengaja menjatuhkan sesuatu barang.
...
Sinta mendengarnya dan berkata:"siapa itu,apakah ada orang". kata Sinta dengan mengembalikan wujud asalnya seperti manusia.
Tino bersembunyi di belakang kursi,dan ia menutup mulutnya agar suaranya tidak kedengaran.
Sinta melihat pintu rumahnya kebuka,kemudian Sinta menyusul ke pintu rumah dan melihat situasi diluar.
sedangkan Tino terkejut dan berpikir apakah wanita itu Sinta apa bukan.
__ADS_1