
Setelah menemui kekasihnya di rumahnya,ia pun memasuki kuburan dan hutan hutan untuk menemui Sinta.
Sinta pun keluar dan menemui Tino yang ada didepan rumahnya,lalu mereka berdua pun pergi dari rumah nya Sinta dan menuju ke taman biasa didekat rumah Sinta.
beberapa detik sampai ketaman itu,mereka pun berdua berbicara.
"Sayang,bagaimana kabarmu hari ini karena kita beberapa hari ini tidak bertemu?". kata Tino
"Hem baik sayang,tapi kamu kok tumben toh ngajak ketemuan lagi,memang kenapa sayang ku?". jawab Sinta sambil bertanya
"Itu sayang aku ingin bertanya hal yang penting samamu,tapi kamunya kok bertanya tumben ketemu seperti ini?". kata Tino sambil sedikit kesal saat berbicara.
"aduh,sayang kok berubah mukanya.saya hanya bercanda sayangku.emm,yasudah lanjut bicara yang ingin kamu sampaikan sayang". jawab Sinta sambil membujuk Tino.
"Em,itu kamu beberapa hari lalukan kita ketemuan untuk menemui nenek,tapi disana kamu bercak darah dan di televisi berkata bahwa ada seseorang yang meninggal di gudang belakang rumah sakit itu". kata Tino sembaring menatap Sinta yang kebingungan.
"H-Hem anu itu sayang,saya tidak tahu sebernanya ada orang yang meninggal di dalam gudang itu.kamu kenapa sih berpikiran bahwa aku yang membunuhnya". jawab Sinta dengan rasa khawatir.
__ADS_1
Tino hanya memperhatikan tingkah nya yang sangat gelisah.
Tino pun berpikir dan bertanya lagi kepada Sinta:"Lalu,kenapa kamu sayang sangat gelisah dan merasa penuh khwatir saat saya bertanya sayang".
"G-gak kok sayang,saya gak gelisah.kamu saja yang berpikir sangat aneh dan bertanya tanya tentang itu dengan rasa penasaran". Jawab Sinta
Tino pun hanya menatap Sinta dan tidak dapat berkata apa-apa lagi.
...
Beberapa menit setelah mereka berdua menghabiskan cerita dengan rasa penasaran dan kondisi yang menegangkan.
Sinta hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Tino pun bertanya lagi:"kenapa sayang kok hanya mengangguk saja,apakah kamu lagi marah terhadap diriku yang menginginkan pertanyaan itu darimu sayang?".
"Enggak sayang,saya hanya biasa saja dan tidak marah.wajarlah sayang kamu bertanya-tanya tentang masalah itu karena aku dibelakang gudang rumah sakit itu". jawab Sinta dengan tersenyum
__ADS_1
"Em,yasudah sayang yok kita ke cafe untuk menenangkan diri agar kamu ceria kembali". kata Tino
"Ha-ha-ha,kamu sangat lucu dan sangat membuat sayang senang". kata Sinta sambil tertawa-tawa
Tino memperhatikan ketawanya dan mereka berdua pun keluar dari taman itu dan pergi ke sebuah cafe yang mengenakkan makanannya.
Sesampai ke sebuah cafe,mereka berdua pun masuk dan memilih tempat duduk kosong untuk mereka berdua rasakan.
Alunan-alunan melodi di sebuah cafe tersebut merasa kan suasanan bahagia dan merasakan ketenangan yang sangat-sangat indah
Lalu datang seorang pelayan yang ingin melayani mereka berdua dan memberikan sebuah buku pesanan agar mereka berdua dapat memilih makanannya.
Sinta memperhatikan seluruh ruangan cafe itu dan ia pun memilih makanan nya bersama sama dengan Tino.
Lalu,pelayan pun menyiapkan makanan nya tapi Sinta berbicara kepada pelayanan nya sebelum di sediakan
"Bang, tolong kalau makanan apapun itu jangan memakai garam saya iritasi terhadap garam". kata Sinta
__ADS_1
"Baik nona,saya sediakan pesanan tersebut". jawab pelayan dengan baik