
Setelah pelayan tersebut pergi, kemudian Tino bertanya kepada kekasihnya yaitu Sinta
Berkatalah Tino:"sayang,kenapa kamu iritasi terhadap garam?.apakah kamu punya penyakit sayang?".
"Tidak sayang,saya tidak suka saja terhadap garam". jawab Sinta
"Tidak suka kenapa sayang,tanpa garam kan makanan itu tidak enak rasanya".kata Tino
"Gak sayang,saya sudah terbiasa tanpa garam.sudah tidak usah dipermasalahkan lagi sayang". kata Sinta kembali
Tino berpikir dan tidak berkata apa-apa lagi terhadap Sinta beberapa menit.
Lalu,pelayan tersebut datang dan menyediakan makanan sesuai pesanan mereka.
Tanpa sengaja pelayan itu menumpahkan garam yang membuat Sinta merasa tubuh nya terbakar.
Kemudian Sinta bertanya kepada pelayan:"bang,apakah kamu menumpahkan garam?".
"Maaf nona,saya tidak sengaja menaruh garam karena banyak pelanggan yang datang jadi lupa tidak memberikan garam terhadap nona.sekali lagi minta maaf yah nona". jawab pelayan dengan rasa bersalah
__ADS_1
"Hem,yasudah tidak masalah bang". jawab Sinta dengan baik
beberapa menit setelah Sinta berbicara terhadap pelayan cafe. ia pun bergegas ke kamar mandi untuk menyembunyikan diri nya yang kebakar tubuhnya.
Lalu,Tino melihat Sinta keburu buru untuk ke kamar mandi.
Tino pun heran dan ia melihat bahwa tubuh Sinta sedikit luka bakar di tubuhnya.
Tino pun heran dan bertanya tanya dalam hatinya:"kenapa tubuh pacar ku ada luka kebakar?.saat saya pergi bersama Sinta tidak ada seperti ini.setelah ia memakan sedikit makanan rasanya tubuh nya ada luka bakar?".
Tino pun menghentikan makanannya dan menyusul Sinta ke kamar mandi wanita sambil menunggu nya di luar kamar mandi.
Ada seorang wanita keluar dan Tino pun bertanya:"mbak,apakah ada seorang cewek yang bertubuh tinggi memiliki rambut panjang?".
"ada bang,tapi wanita itu kelihatan aneh dan ia teriak teriak di kamar mandi seperti suara kuntilanak.saya tidak berani menghampiri nya karena wanita tersebut kelihatan aneh". jawab wanita itu dengan baik
"Aneh??.apakah ada wanita lain di dalam mbak?". tanya Tino kepada si mbak.
"Gak ada bang,masuk saja lihat wanita di dalam kamar mandi itu". kata si mbak dengan rasa tidak peduli.
__ADS_1
kemudian,si wanita ia pergi meninggalkan Tino.
Tino masuk dan mendengarkan teriakan Sinta,Tino pun mengetuk pintu kamar mandi dan berkata kepada Sinta dengan rasa sedikit ketakutan:"sayang,kamu kenapa teriak teriak?".
Sinta mendengar Tino dengan rasa amarah dan berkata dengan mengeluarkan suara kuntilanak:"Kau,tidak perlu khwatirkan aku pergi sana.hi-hi-hi".
Tino sangat sedih akan perkataan Sinta,lalu ia pun berkata sekali lagi kepada Sinta dengan rasa takut:"s-sayang,kamu jangan marah.ceritakan apa yang terjadi,saya sebagai pasangan mu akan menemanimu".
Sinta pun mengintip dan membuka pintu sedikit demi sedikit.
Tino memperhatikan nya dan mengajaknya keluar.
Sinta sedikit gugup dan sedikit penuh amarah,Tino memperhatikan nya kembali dan memengang tangan Sinta.
Sinta pun keluar dan memengang tangan Tino,Lalu mereka berdua pun keluar dari kamar mandi tetapi ada kaca di kamar mandi itu,lalu Tino memperhatikan kaca itu bahwa bayangan Sinta tidak ada dan wujudnya sangat sedikit aneh.
Sinta memperhatikan Tino dan memperhatikan kaca itu.
Sinta pun mengajak Tino untuk keluar dari kamar mandi itu.
__ADS_1