Kekasih Ku Seorang Makhluk Gaib

Kekasih Ku Seorang Makhluk Gaib
Tidak Rela Untuk Kamu Tinggalkan


__ADS_3

45 menit setelah Riri mandi dan dandan di kamarnya,lalu ia mengusulkan dirinya untuk menemui Tino.


Tino sudah selesai makan dan mencuci piring yang ia makan disana.


Tino memperhatikan Riri dan berkata:"aduh-aduh-aduh,betapa cantiknya dirimu setelah berpenampilan begitu menawan dan indah.


"Aduh-aduh-aduh betapa menawannya dirimu dan indah,emang aku dari dulu tidak cantik?". jawab Riri sambil meniruin perkataan Tino.


"Serba salah yah jadi cowok,disapa dikata-katakan aku dari dulu tidak cantik.padahal niatnya memuji kamu,ehh dimarahin dong". Kata Tino dengan nada sebal.


"Ya itu kamu cowok,aku cewek yah tidak masalah lah.uhh dasar cowok".jawab Riri dengan nada marah.


"Dahlah,aku mau pergi dulu nanti kesiangan susah nyari angkot atau kendaraan,bye aku pergi dulu".kata Tino dengan nada malas berdebat.


...


Beberapa menit Tino pun pergi dan ia berpamitan terhadap Riri:"Oik,aku pergi dulu yah sampe ketemu di hari-hari berikutnya"..


"Hem,iya hati-hati yah semoga perjalanan mu aman dan kamu selamat.ehh tunggu keretamu gimana dong??".kata Riri dengan rasa peduli.

__ADS_1


"Tidak masalah,aku bisa membelikan kereta itu lagi".kata Tino dengan ngampang.


"Hem iya iyalah,yasudah kamu tunggu disini angkot atau aku temenin?". kata Riri sambil menjawab pertanyaan nya.


"Mau kah kamu memangnya sayang Riri".kata Tino terhadap Riri


"Jangan katakan sayanglah Tino". kata Riri dengan nada tidak suka.


"Oke tenang saja,tidak akan aku panggil sayang lagi.oh yah udah ada angkotnya aku pergi dulu yah,makasih segalanya". kata Tino sambil menaikin angkot.


Tino melambaikan tangannya di kaca jendela terhadap Riri.


Kemudian,Riri kembali kerumahnya dan ia kangen masa masa ia bersama Tino walaupun satu hari.


Riri menghela nafas dalam-dalam dan menghirup udara dan berkata:"Aku kangen kamu Tino,tetaplah jadi dirimu setelah bertemu dengan diriku dan makasih banyak kamu membuat ku ceria dan bahagia". sambil merenungkan dirinya


Tiba-tiba ada yang menelepon dan Riri mengangkat nya dan berkata:"Hallo,ini siapa??"..


"He-he,tidak ingat kah suaraku ini". jawab Tino dengan membuat ia penasaran.

__ADS_1


"Hem,tunggu bukannya kamu Tino yah". kata Riri dengan nada bahagia.


"Yah,iyalah masa orang lain suaraku begini.hanya aku yang memilikimu dan suara ini untukmu".kata Tino dengan menggombal.


"Hem mulailah yah kata-kata manisnya keluar,kamu udah sampe ke rumahmu kah Tino".jawab Riri dengan nada khawatir.


"Tentu saja,kenapa kamu sangat khawatir terhadap diriku,oh yah kamu jadi sahabatku yah.aku akan menjagamu sebagai bidadariku". kata Tino dengan menggombal.


"Kan,mulai lagi.oke aku akan menerima mu sebagai sahabat". kata Riri dengan nada bahagia.


"Hem oke sahabat selamanya,btw aku mau kenalin dirimu terhadap wanita ku yaitu Sinta pacarku.aku akan menemuimu dan memperkenalkan diriku ke pacarku.oke".kata Tino kembali.


"Pa-pacar,lah kamu sudah punya pacar Tino". kata Riri dengan nada suara gugup dan takut kehilangan Tino.


"Iya,aku menggodamu hanya sebuah candaan jangan dibawa perasaan oke sahabat".kata Tino


"O-oke,aku akan menunggu mu untuk memperkenalkan pacarmu". kata kata Riri dengan rasa bersalah.


"Oke siap nyonya, nada katamu nyonya kayak berubah.memang kenapa nyonya Riri?".. kata Tino dengan khawatir.

__ADS_1


"Anu,aku tidak kenapa-kenapa".kata Riri sambil mematikan teleponnya.


__ADS_2