Kekasih Pilihanku

Kekasih Pilihanku
10


__ADS_3

"Grace..."


Grace tak menjawab namun ia hanya memandang wajah Michel


" tolong jaga ibu sebentar yah... aku mau pulang sebentar. "


Grace mengangguk.


tak ada penolakan saat Michel memintanya menjaga wanita tua itu.


Michel tersenyum dan senang Grace menolongnya menjaga ibunya.


Michel bergegas pulang,mandi dan menyiapkan beberapa bekal. Michel mengambil wortel,buncis dan brokoli di kulkasnya tampak lihai mengiris- iris.


ting... tong...


Michel tengah memasak kini mengecilkan api kompornya dan berjalan didepan pintu dan mengintip dilobang kecil pintunya.


Michel mengerutkan dahinya karena bingung sebab yang ia lihat dibalik pintu itu tampak seorang pria yang mengenakan jas berwarna biru tua dan kemejanya yang berwarna putih dan dasinya yang selaras dengan warna jasnya. baju itu tampak sangat pas.


"namun siapa pria itu?"


krek...


" maaf ini tuan... ini rumah chin chin " tanya pria itu.


" iya... kenapa? siapa anda... "


" saya suami chin chin " ujar pria itu dengan percaya diri.


" tidak... sepertinya anda salah alamat " tegas Michel.


bruk... pintu itu tertutup.


kini nafas Michel tidak teratur jantungnya yang terus bergegup kencang. amarah dan benci menyelimuti pikirannya. Michel mencoba menarik napas dengan mulutnya dan mengeluarkan dengan perlahan.


suara bel rumah itu tak henti berbunyi namun Michel tak ingin ambil pusing ia membuka lagu sekencang mungkin dan melanjutkan masakannya.


setelah selesai masak, Michel mencuci bekas ia masak dan membereskan dapurnya.


2 kotak bekal telah ia siapkan diatas meja makannya, kemudian Michel mengambil baju kotornya yang sudah 2 hari ia tidak cuci lalu memasukan baju itu kekantong plastik untuk dilaundry.


Michel sudah kembali ke rumah sakit untuk menemui ibunya. namun tak disangka dari belakang Ahian mengikutinya dari belakang. tanpa Michel tau.

__ADS_1


" Grace maaf aku lama "


" hm... "


Ahian mengintip pintu kaca kamar Michel masukin. ia tampak tercengang ternyata yang terbaring dirumah sakit itu istrinya yang sudah 29 tahun ia tinggalkan.


" maaf sus ini pasien kenapa kok dirawat? "


" itu karna jatuh dan penyakit kompikasi "


" oh... terimakasih "


" iya sama sama "


suster itu meninggalkan Ahian


krek...


Ahian membuka pintu kamar tanpa mengetuk


Grace dan Michel bersamaan menoleh kearah Ahian yang tiba tiba membuka pintu kamar.


" kamu... untuk apa lagi kau datang.... " tanya Michel dengan geram


Michel terus menghalang dan mendorong Ahian itu menemui ibunya.


" Mic... " suara lembut chin menghentikan Michel.


" ibu... maaf mengganggu sekarang tengah beristirahat... "


" Ahian ... " suara lembut terucap dibibir Chin


" Ahian siapa dia kenapa aku tidak kenal?... "


" Mic jangan bentak orang tua... dia teman ibu" Chin yang menegur Michel


" iyah... "


" hah... teman ibu... sejak kapan ibu punya teman seperti dia... bahkan aku saja tidak tahu... "


" Mic , aku kerja dulu yah... bye.. "


" iya... hati hati "

__ADS_1


Grce pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga dan hendak menaiki mobilnya.


" Grace... "


Grace menoleh kearah belakang. ternyata Michel yang berlari lari memanggilnya.


" kenapa lagi... aku gk ada waktu lagi yah... buat ngurusin hal yang gak berfaedah kek kamu "


" ini buat kamu bekal, pasti tadi pagi kamu gak sarapan, "


" jiah... sok tau kamu... gak... aku gak mau, udah aku mau pergi dulu. "


" Grace... anggap aja, ini aku tanda terimakasih kamu mau jagain ibu aku "


" hm... baiklah... awas aja yah kalau nanti selesai makan aku kenapa kenapa "


" Oke... "


Grace menutup pintu mobil dan menancap gas menuju kantornya.


dikamar chin tinggal mereka berdua yang saling menatap


" chin... maafkan aku. yang menemuimu dan mencarimu sekarang "


" iya... aku sudah memaafkan kamu. Namun mungkin Mic tak akan mudah baginya untuk memaafkanmu. "


" Mic siapa dia...? Apa pria itu anak kita... "


" iya... Michel itu anak kita yang kamu tinggalkan sejak 29 tahun yang lalu. "


" Namun kenapa kau tak memberitahukan jika kau dulu sedang hamil. "


" Aku sudah berusaha namun surat yang aku kirim lewat pos... tak pernah kau balas. sampai aku mendengar kabar jika kau telah menikah lagi aku tak ingin menjadi orang ketiga dari kalian "


" iya...sebenarnya dulu sebuah kecelakaan dan benturan yang besar dikepalaku yang menyebabkan sebagian ingatan aku hilang dan membuat aku memilih... "


" sudahlah aku tau... biarkan itu semua berlalu. "


Grace memasuki kantornya,tangannya yang kanan membawa tas hermes dan tangan kirinya membawa bekal. membuat puluhan pasang mata meliriknya.


" Pagi Nona Grace "


" Pagi... " datar Grace yang lewat dan membalas salam dari salah satu stafnya.

__ADS_1


__ADS_2