
" Diam!! "
aduh... matilah aku... aku buat salah apa kok Nona marah.
" sepertinya kita bisa memanfaatkan mereka "
" hei... aku suruh Diamm... "
tak ada sepatah kata apa pun yang berani xiao xiao keluarkan dari mulutnya.
" BERHENTI "
laju mobil xiao xiao terhenti seketika saat Grace menyuruhnya menghentikan mobil.
karna berhenti mendadak Grace yang duduk di belakang kursi kiri badannya pun ikut terdorong kedepan dan kepalanya terbentur kursi depan.
bruk...
argh... Grace memegang kepalanya yang terbentur itu.
kemudian Grace membuka mobil dan berjalan dengan berwibawa dan mendekati Michel .
" hei... kau "
" hei... "
Michel sempat mendengar namun ia tidak menghiraukannya karna mungkin saja bukan memanggilnya sebab di tempat umum seperti ini begitu banyak orang jadi tidak mungkin ada yang memanggilnya.
suara panggilan itu semakin lama semakin dekat dan tampak tak asing ia dengar.
" Apa iyah itu Grace tapi... gak mungkin buat apa dia kesini... aduh... Mic... stop mikirin Grace... jadinya ngehalukan... " gumam michel dalam hati.
prakk...
dengan cepat mic menangkap tangan dan membalikan tubuhnya lalu agak memutar tangan itu yang baru saja menepuk pundaknya. diluar dugaan ternyata...itu Grace.
" Aa...... " teriak grace
seketika mata mic melotot seakan tak percaya jika itu Grace dan segera melepaskan tangannya. lalu menggucek matanya yang tidak ngantuk ataupun kelilipan.
__ADS_1
mic berkali kali mengedipikan matanya terbengong
" Astaga... mic kau sepertinya kurang tidur... sampai liat Grace disini " monolog Mic
prakk...
" aw... "
" wah... mimpi mu kali ini sangat nyata Mic... ayoo bangun.... bangun.... " monolog Mic
prak... tamparan kedua kalinya.
" hei... kau bodo atau pura pura bodo... " cerutuk Grace yang geram dengan Michel yang tak meminta maaf membuat tanganya kanannya sakit "
" wah... ini benar... kamu Grace... "
" iyah iya lh... emng siapa... lagi " sambil menggunakan telunjuknya mendorong kepalanya Mic.
" iyah... maaf... aku gak tau tadi lagi gak fokus... lalu mana tanganmu, apa masih sakit... "
" ini... gapapa kok tar juga sembuh... "
" ada yang mau aku omongkan "
" yaudah... tunggu aku selesai beli2 "
Grace hanya mengikuti Mic, mata Grace tak henti melirik dan memandang suasana disana yang ramai akan penjual dan pembeli yang saling bernegosiasi.
" sepertinya Mic sudah terbiasa dengan suasana disini dan tampak sekali ia tau harga harga pasar disini dan tidak takut ataupun segan nego dengan si penjual. " gumam Grace
" ayo...pulang "
Grace hanya mengiyahkan ajakan Mic.
" eh... kok kita jalan kesini " Grace yang bingung
" yah menunggu bus... "
" enggak... ah... "
__ADS_1
" kenapa gak mau naik bus jangan jangan kamu gak pernah naik bus "
" enak aja... pernahlah... "
Mic mengerutkan dahinya dan tersenyum
" ayo sini duduk... " ajak Mic yang menepuk kursi halte.
" untuk apa... "
" aku mau ngobati tangan kamu yang merah itu "
Grace pun menurut saja dan duduk.
Mic mengambil salep benar yang ada di tasnya. dan mengoleskan salep itu ketangan Grace.
" maaf yah... aku udah bikin tangan kamu merah kek gini ". gumam Mic dalam hati
" aw... sakit... " Grace yang menjerit kesakitan
" iya maaf... terlalu kuat yah aku mijetnya... "
" iya... udahlah... bsok juga sembuh... "
" tapi tetap aja masih ada bekasnya.... terus kenapa dahi kamu kok merah kek gitu
apa tadi aku juga ngelukain dahi kamu " tanya Michel dengan panik.
" udah tua yah, aku ga mau tau pokoknya kamu mesti ganti rugi buat ngobatin. " Grace yang membuat Mic makin panik.
dan bus mini itu pun sampai di halte.
Grace naik lalu masuk begitu saja tanpa membayar terkebih dahulu. kemudian Mic mengunakan kartu bus miliknya untuk membayar.
Grace duduk dibelakang kursi Mic. karna penumpang yang sudah penuh
15 kemudian tampak seorang lansia yang menaiki bus mengunakan tongkat. Mic langsung berdiri dan meletakkan kantong belanjaan samping kursi Grace. dan memapah nenek itu menduduk kursi yang ada di depan Grace. lanjut Mic mengangkat kantong itu menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang pegangan bus dan berdiri disamping kursi Grace.
sesekali mata Grace melirik Mic yang berdiri disamping kursi bus.
__ADS_1