
Zhen membuka pintu....
krekk....
" Jian heng..... " suara riang zhen yang tampak senang menerima kedatangan jian heng.
" selamat malam bibi " sapa Jian heng sambil memeluk Zhen.
" ayo.. masuk heng.. "
" iya bibi " jian heng yang mengikuti langkah kaki Zhen memasuki meja makan.
jian heng tampak tercengang melihat seorang pria yang duduk berhadapan dengan grace.
" wah... tampaknya bibi sudah masak begitu banyak " jian heng yang mencoba menarik perhatian.
" iya... bibi sudah masak dari tadi sore terus dibantuin xin xin, bibi juga memasak makanan kesukaan heng loh... " zhen yang antusias.
Grace yang mendengar Jian heng sejak tadi membuat ia malas untuk menoleh ataupun berkata. michel yang tampak melihat raut muka grace jutek dan meletakkan sumpit dengan kasar. membuat Michel tau jika mungkin Grace tak menyukai kedatangan Jian heng.
" hay... grace kau tampak cantik hari ini " gombal jian sambil magang kedua pundak Grace kemudian duduk bersebelahan dengan grace.
Grace kembali bertingkah angkuh dihadapan Jian heng. Grace tak menjawab dan merespon.
" bibi siapa ini " jian yang menatap michel
" oh... itu teman Grace " jawab zhen dengan santai
Grace tahu jika mamanya malam ini atau hari berikutnya. akan melakuan sesuatu hal yang lebih dari ini.
__ADS_1
sedangkan Akhiong papanya tak ingin terlalu mencampuri urusan percintaan Grace. menurutnya pernikahan dan percintaan hanya di rasakan oleh Grace dan pasanganya.
" Grace ayo dimakan ini " jian yang menyumpitkan makan lalu memasukan kemangkok Grace
" tidak... grace alergi dengan udang " michel yang langsung mengahalangi sumpit Jian dengan sumpitnya.
" Ooh.... benarkah itu, sepertinya kalian sangat dekat bahkan grace alergi udang saja kau tahu "
" tentu saja dekat karna aku dan grace adalah sepasang kekasih " tutur michel dengan percaya diri.
Grace yang tampak senang kalimat yang michel ucapkan, sebab kali ini rencananya akan berjalan dengan lancar.
" iya... mama papa aku dan michel sudah pacaran " sambung Grace dan menatap puas dan menang,
" Xin apa yang kau ucap, kau sudah mama jodohkan dengan jian heng." Zhen marah dengan pengakuan Grace dan michel.
" mama yakin ingin menjodohkan aku dengan pria hidung belang seperti dia "
" apa yang kau ucapakan jian bukan pria seperti itu, ia anak keluarga baik tak mungkin ia pria hidung belang " Zhen yang masih membela Jian
" apa maksud kamu grace "
" hah...? kau gak usah berlaga suci deh..." grace yang mengerutkan dahinya.
" xin.... diam... kau sungguh tak sopan " zhen yang meneriaki grace.
" wah... " grace tepuk kedua tangan nya
prak....
__ADS_1
Zhen menampar grace
grace tampak tersenyum menatap Zhen dengan tajam. kali ini grace semakin yakin untuk membeberkan kedok Jian.
" sepertinya mama benar benar sangat menginginkan dia sebagai menantu... " ucap grace sambil menunjukan foto kebersamaan Jian dengan wanita ****** di memasuki hotel.
mata Zhen tampak terkejut menatap foto itu dan melihat dengan jelas muka itu adalah Jian heng.
" jadi... mama masih mau dan percaya jika ia sebagai menantu mama "
tanpa berkata apapun Zhen beranjak pergi dari meja makan. Zhen tampak kecewa dan matanya memerah seakan menahan tangis mengetahui kebenaran pria yang zhen pilih sebagai pasangan hidup anaknya seorang playboy.
jian semakin penasaran dan yakin jika Grace menunjukan keburukannya dihadapan ibunya. terus saja mencoba membujuk dan berasalan.
" grace kau salah paham... aku buka pria seperti itu, aku hanya setia,sayang dan cinta kepadamu saja. "
" alah... stop yah... aku gk bakal luruh dengan kata kata busuk dan ******** sepertimu " grace yang beranjak pergi.... namun jian menarik pergelangan tangan Grace.
" Grace jangan pergi... aku mau jelasin kalau apa yang kamu lihat itu hanya salah paham. "
" lepas... lepas.... lepaskan..." grace terus ingin melepaskan genggaman dari jian yang kuat.
" hei... apa yang kau lakukan, jika grace berkata lepas yah lepaskan jangan memaksa " tegas Michel yang melepaskan genggaman itu dari garce dan berdiri tegap dengan punggungnya membelakangi menutup seluruh tubuh grace.
" apa apa kau... jangan mencampuri urusan grace "
" aku tidak boleh mencampuri urusan grace kenapa tidak boleh... grace adalah kekasihku dan aku berhak marah dan mencampuri urusan grace. "
bruk.... pukulan itu mendarat di wajah michel.
__ADS_1