Kekasih Pilihanku

Kekasih Pilihanku
9


__ADS_3

Michel Grace sudah sampai dirumah orang tua Grace


suara hp Michel berbunyi disaku celananya


" hallo "


" apa!! "


" baiklah aku akan segera kesana "


" Maikai kenapa "


" hm... maaf paman saya mesti pergi " Michel menutupi kepanikannya


" Grace aku harus pergi sekarang "


Michel beranjak pergi dengan langkah yang lebar. Grace mengejarnya dan mencoba meraih tangga Michel.


" Michel kenapa kamu pergi, kerja kamu hari ini belum selesai..."


" maaf grace , ibu ku sekarang k... kritis "


" kalau begitu bawa mobil ku... "


Michel hanya mengganguk lalu menerima kunci mobil yang Grace berikan.


Michel sudah sampai di rumah sakit... Michel berlari lari melewati lorong rumah sakit, yang ia rasakan kini cemas takut akan kehilangan sosok orang yang sangat ia sayangi.


krek... ( pintu itu terbuka dengan kasar )


dipandangan Michel kini melihat ibunya dikelilingi oleh perawat dan dokter lin.


" maaf pak... " mendorong Michel keluar dari ruangan


" lakukan yang terbaik untuk ibu saya " ketus Michel


1jam telah berlalu Michel hanya menunggu di depan pintu kamar ibunya rawat.


" dokter bagaimana keadaan ibu sekarang "


" nyonya chin kini sudah mendingan namun mesti harus terus dipantau "


Michel menangis sambil memegang tangan ibunya kemudian menempelkan dipipi kanannya. hati Michel hancur dan sakit melihat kondisi ibunya saat ini.


" apakah aku harus membiarkan ibu terus memaksanya bertahan dengan media atau... "kalimat itu tak terucap oleh Michel.


jam 2 subuh Michel tersadar dari tidurnya

__ADS_1


saat jari ibunya bergerak perlahan membelai rambut Michel. sontak Michel tersenyum melihat ibunya yang sudah sadar dari kritis dan komanya.


" ibu... "


" nak... mungkin umur ibu tak bertahan lama lagi... "


" mama jangan begitu... "


" Michel sebelum ibu benar benar pergi, ibu ingin kamu bahagia dan mempunyai pasangan hidup " ucap chin terbata bata meneteskan air mata.


" iya bu... besok Michel bawa "


keesokan harinya jam 06.55


" hallo, grace "


" hallo... kenapa pagi" udah telpon? "


" begini Grace.... "


" begini apa...!! "


" nanti kamu bisa kerumah sakit gak ? "


" oh... iya nanti aku suruh supir aku pergi ambil mobil "


" apa... "


" hm... nanti kamu datang kerumah sakit yah... jadi pacar pura" aku? "


" hah... gila yah... aku tuh... yang bayar kamu kenapa kamu yang sekarang nyuruh aku... "


" aduh... maaf grace tapi ini demi ibu aku yang ingin liat bawa pacar aku "


" lah.... bukanya ibu kamu semalam kritis... "


" iyah... semalam ibu udah siuman terus... bilang


" ***nak... mungkin umur ibu tak bertahan lama lagi... "


" mama jangan begitu... "


" Michel sebelum ibu benar benar pergi, ibu ingin kamu bahagia dan mempunyai pasangan hidup " ucap ibu terbata bata***


monolog Michel agar Grace percaya.


" jadi gitu Grace... tolong yah... "

__ADS_1


" iya... lah... kamu sejak kapan berani panggil aku Grace... "


" hm... oh iya dok, udah dulu bos "


Michel berbohong duh dasar bodo kenapa aku panggil Grace..


Grace kini berpakaian rapi, anggun dan cantik dengan rambutnya dikucil keatas dan bentuk tubuhnya yang seperti lisa blankpink.


" hey... sayang pagi" udah rapi banget mau kemana, sini sarapan dulu " keadaan zhen pagi ini lebih baik. walaupun semalam terjadi hal yang tak terduga


" iyah... nih aku mau pergi kekantor seperti biasa "


" hei Michel "


" iya boss "


" kau dimana "


" oke boss tunggu aku di depan "


" Grace... ayo masuk... "


" kenapa kamu senyum "


" enggak.... biasa aja... "


sesampai di depan pintu.


Michel menarik nafas nya dan perlahan membuka pintu dengan lembut.


" ibu... sudah bangun... " Michel dan grace yang menghampiri ibunya


" hm... iya... " chin menjawab dengan lemah.


Grace tampak sedih melihat ibu Michel yang terbaring lemah dengan infus, dan beberapa selang di sekujur tubuhnya untuk membuat ia tetap bertahan.


" hallo tante saya xin xin "


" saya berharap kamu bisa menjaga Mic, " chin yang terbata bata...


" iya tante tenang saja, aku akan menjaga Mic.dengan baik ."


***tampak jelas suara tarikan nafas dan keluarnya nafas di mulut tante walaupun masih menggunakan bantuan oksigen**.


michel hanya bisa menatap Grace dan ibunya bincang. ibu tampak setuju dan yakin jika aku dan Grace benar benar saling mencintai*.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


wah... keliatannya si grace dikantor dingin cuek kok bisa omong kek gitu yah... mungkin gak sih... Grace bener" ngucapin dalam hati. atau rasa kasian doang.


__ADS_2