
michel yang memeluk erat grace yang terus tak henti menangis di bahunya , membuat
akhiong dan zhen pun pergi dari ruang tengah karna tak ingin mengganggu kehangatan mereka, tak berselang 15 menit grace yang sudah mulai tenang dan melepaskan pelukan michel pun pergi begitu saja meninggalkan michel
begitu saja dan menuju kamar mandi, tanpa berkata apapun.
grace yang telah sampai dikamar mandi mengunci pintu,dan berkaca ,membiarkan wastafel itu mengalirkan air. grace mengacak acak rambutnya.
" ah... kenapa tadi aku mau dipeluk michel... kenapa... " teriak bingung grace dalam benaknya.
grace kembali mengingat kejadian tadi...sambil berkaca dan mengerutkan dahinya, membuat grace tersadar kalau tadi michel bukan hanya memeluknya namun juga mengecup keningnya.
membuat grace semakin kesal dan sebal kepada michel.namun disisi lain grace merasakan senang jika berada di pelukan Michel dada datar berotot.
namun Grace kembali menepuk pipinya jika michel dan dia tidak akan bersama karna ini semua bagian dari kontrak Grace menjadikan ia sebagai kekasih kontrak. Grace yang ingin berhenti memikirkan hal bodo itu segera memcuci mukanya. mengosok gosok dengan lembut dan memejamkan matanya... namun saat ia memejamkan matanya ia kembali teringat saat michel menghapus mengusap pipinya yang basah.
" a......" teriak grace dalam wc. yang kesal dan rasa fokusnya terganggung.
michel yang mendengar grace yang berteriak dari arah depan membuat michel panik dan menghampiri grace kemudian mengetuk pintu wc.
tuk....tuk...
grace yang mendengar suara ketukan pintu membuat ia segera mengusap pipinya yang basah menggunakan handuk kecil yang tergantung rapi.
krek....
pintu pun terbuka.
__ADS_1
michel yang panik kembali tangan kanan memegang pipi grace dan tangan kirinya memegang lengan grace.
" grace kau tidak apa apa " tanya michel yang cemas.
grace yang hanya diam dan terpaku menatap belahan dagu dan rahang yang lebar wajah michel.
akhiong dan zhen yang mendengar suara teriak grace membuat mereka bergegas menuju asal suara itu.
" xin.... " teriak zhen dengan cemas
grace yang mendengar suara papa dan mamanya akhirnya ia salah tingkah dan melangkah maju kerarah kiri namun ia hampir terjatuh namun ditangkap oleh michel. mata grace dan michel kini saling bertatapan. grace yang mulai mengejamkan matanya dan memajukan bibirnya, michel yang terkejut entah harus mengikuti grace atau membuatnya berdiri semestinya. michel yang ingin aktingnya tak megecewakan grace akhirnya ia mendekatkan bibirnya. cup... tak berselang beberapa detik saja.
" ehem... " suara batuk akhiong
grace yang membuka matanya kemudian ia memukul bahu michel. dan membuat michel mendirikan grace dengan baik.
grace yang biasanya manja dengan akhiong kini canggung dengan papanya. dan menatap tv bersama sama
" grace.... " panggil zhen... yang memecahkan keheningan mereka
grace pun menghampiri zhen mamanya
" iyah.... ma... kenapa ? " tanya grace basa basi
" bantu mama masak yah... " pinta zhen
grace hanya mengangguk.
__ADS_1
sedangkan akhiong yang bosan menonton tv berinisiatif mengajak maikai bermain catur. dan ajakan akhiong disambut baik oleh maikai.
walaupun michel tak pernah main xiangqi tapi ia tetap ingin menerima ajakan akhiong.
michel awalnya kalah 2 kali akhirnya pada permainan ke 3kalinya ia menang. hingga pada permainan berakhir michel terus menang dan mengalahkan akhiong.
MALAM PUN TIBA
" papa ayo kita makan, makanan udah siap tuh dimeja " ajak grace
" papa gak bakal makan kalau kamu tak ajak maikai "
" michel ayo makan " ajak grace dengan asal
michel yang ingin beranjak dari tempat duduk. namun dihalang oleh akhiong dengan kode mengedipkan matanya. dan membuat michel kembali duduk.
" xin... kamu kok panggilnya kasar sih... kamu harus panggil maikai ini dengan sayang seperti mama panggil papa " goda akhiong pada grace.
grace menarik napas dalam dalam.
" sayang... ayo makan sudah malam nanti sakit loh... " ajak grace dengan lembut.
kini mereka telah duduk bersama dan berdampingan, grace yang duduk perhadapan dengan michel, kanan michel akhiong, di depan akhiong berhadapan dengan zhen.
ting.... tong...
suara bel rumah yang terdengar jelas di meja makan mereka. akhirnya zhen pergi membuka pintu untuk menjemput tamu yang ia undang.
__ADS_1