
Nina sedang menggambar karakter Miya di kertas bukunya. Miya adalah salah satu karakter hero di mobile legend, game yang paling dia sukai.
"Duh, body goals banget sih, Miya." ucap Nina sambil memandangi hasil gambarnya.
"Nduttt....." Lia sahabatnya datang menghampirinya dan memeluknya.
"Ayo temani aku ke kantin."
"Duh, malas."
"Ayolah, laper..."
"Nih makan lemakku aja."
"Ih, emang aku kanibal. Nina, ayo dong." Lia menarik-narik lengan Nina dengan sekuat tenaga.
Nina bangkit, bukan karena Lia berhasil menariknya, tapi karena kasihan pada Lia. Tampangnya sangat kesusahan saat menarik lengannya. Dan liat beda lenganku, sebesar paha Lia, pikir Nina dengan kesal. Saking kesalnya Nina mencubit kedua pipi Lia dengan gemas.
"Makan terus tapi kok kamu ga gemuk-gemuk."
Lia tertawa. Mereka berdua berjalan keluar kelas sambil bercanda. Dari belakang, Rey berjalan dan mendekati meja Nina. Dia terhenti melihat hasil gambar Nina. Mata Rey kagum dan kemudian tersenyum. Dia menutup gambar itu dengan buku lain.
Kantin sudah penuh dengan siswa-siswa yang sedang kelaparan. Lia memilih bakso ditambah gorengan.
"Ga makan?" tanya Lia.
Nina menggeleng.
"Diet?"
__ADS_1
"Mau kukasih tau rahasia?" tanya Nina.
Lia mengangguk. Nina membisikkan pada Lia. "Perutku sebentar lagi bakal meledak kalo diisi."
Lia tertawa-tawa.
Suasana kantin tiba-tiba lebih meriah. Rey dkk masuk ke kantin. Hebatnya mereka memilih duduk di dekat Nina dan Lia. Nina melihat sekitar. Masih banyak bangku di tempat lain, kenapa mereka duduk disini? pikir Nina. Dia kemudian memperhatikan beberapa gadis di kantin sesekali mencuri pandang ke arah Rey. Rey terlihat cuek dan mengobrol dengan temannya.
"Ngapain sih Rey duduk dekat sini?" bisik Nina ke Lia.
"Ya, kali mau dekatin kamu, Na."
"Dekatin kamu kali."
"Sorry, aku udah ada yg punya."
"Jadiin yang kedua kalo begitu."
"Kok sebelas? Apa mungkin ada Jungkook dkk didalam urutan itu?"
"Yep, benar sekali."
"Tolong hapus aku dari urutanmu itu."
"Why? Harusnya bersyukur dong."
"Ga mau gabung sama mahkluk plastik."
"Nina berani-beraninyaaa..."
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, Rey sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka. Dia ikut tersenyum dan menyembunyikan tawanya.
"Kenapa kamu, Rey?" Tanya Rico temannya.
"Ada liat yang lucu aja."
"Mana?"
"Udah selesai tadi." Rey tertawa.
Seluruh pandangan gadis mengarah padanya, menikmati indahnya gelak cowok cakep.
Rico meninju bahu Rey. Rey melihat sekitar, semua pandangan cewek-cewek segera berganti arah. Dia kemudian melihat Nina dan Lia masih asyik bercanda.
Bel sekolah berbunyi, Nina dan Lia bergegas berlari menuju kelas. Badan Nina yang gemuk seakan menghantam lantai sekolah. Beberapa siswa tertawa melihat Nina yang mampu berlari kencang dengan tubuhnya. Rey mendengar hal itu dan kemudian segera berlari mengejar Nina dan Lia. Teman-teman Rey merasa heran namun Rey sudah jauh.
"Hey Nina." ucapnya sambil memukul pundaknya.
"Hah, ada apa?" Nina terkejut dan memelankan langkahnya.
"Ga ada, aku duluan ya." ucap Rey sambil tertawa. Dia kemudian berlari kencang meninggalkan mereka.
Nina dan Lia memandangi satu sama lain.
" Dia suka samamu tuh."
"Yang disapa kan kamu? Hey, Nina. Aku duluan yaa..." Lia memperagakan cara Rey.
Nina tertawa. Namun kemudian dia berhenti dan memperagakan cara Rey dengan gaya cool. " Hey, gadis. Ga ada, saya duluann ya."
__ADS_1
Mereka berduapun tertawa.