Kemungkinan

Kemungkinan
Episode 4


__ADS_3

Nina menyendok nasi goreng kemulutnya. Dia merasa santai sekaligus aneh. Mami juga ikutan bingung melihatnya.


" Tumben kamu ga buru-buru?"


"Ya hari ini aku ga jalan kaki ke sekolah."


" Mami ga ada janji antar kamu ke sekolah kan hari ini?"


"Ya."


"Trus? Papi udah berangkat ke kantor lho."


" Teman nanti yang jemput."


"Teman cowok?"


"Iya?"


"Masa? Pacar kamu ya?"


"Aduh bukanlah, Ma."


"Mami kayak ga percaya gitu."


"Sama, aku juga." ucap Nina cuek. Dia sudah capek merasa tidak percaya karena membaca whatsapp Rey yang akan menjemputnya.


Mami makin terheran-heran melihat helm yang ada diatas kursi. Dia tidak mengenal helm itu dan Nina tidak pernah membeli helm motor. Mami mau bertanya lebih lanjut tapi harus melanjutkan pekerjaan memasaknya.


Nina meminum air putih dan bunyi klakson terdengar dari luar.


"Nina berangkat ya ma."


Mami tidak bisa menghentikan perasaan penasarannya. Dia mengikuti Nina sampai keluar rumah.


"Hai tante."


Mami tersenyum kaku, anak yang manis, pikirnya.


"Kok teman kamu ganteng sih?"bisik mami pada Nina.


"Ya Mami, Nina tau." Nina sendiri sudah grogi karena ini pertama kalinya dijemput seorang cowok. Ditambah mami ikut-ikutan menanyainya.


Rey keluar dari motornya dan menyalim Mami sambil menyebutkan namanya.


"Yuk, Nina" Ucapnya.

__ADS_1


Mami terkesan dengan kesopanan Rey. Nina mengenakan helmnya dan duduk diatas motor.


"Kami berangkat ya Ma."


"Daah, hati-hati."


Wah, Nina punya teman cowok. Harus cerita ke Papanya. Mami merasa senang. Semoga dengan hal ini Nina semakin termotivasi untuk menurunkan berat badannya. Ada hasilnya selalu ucapkan kata Pacar pada Nina.


Tiba di parkiran sekolah. Nina turun dari motor dan melepaskan helmnya. Rey terlihat bersemangat.


"Nanti kita pulang bareng lagi ya."


"Ya, bo-leh." Nina terbata sambil meletakkan helm di atas motor.


"Yuk." Ajak Rey.


Mereka berdua berjalan menuju kelas. Rey memasukkan tangannya ke dalam kantong celana dan bersenandung kecil. Apa kami akan berjalan bersama seperti ini sampai di kelas? Pikir Nina. Pasti anak-anak heran jika melihat kami. Si cowok populer dan cewek gendut berjalan bersama ke kelas. Nina melihat Lia dari kejauhan. Aku harus menyelamatkan diriku, pikirnya.


" Rey, aku pergi bareng sama Lia aja ya. Kami sekelas soalnya" ucapnya.


"Okay." Ucap Rey sambil tersenyum.


Nina segera berlari ke arah Lia. Lia tertawa riang menyambut dan merangkul sahabatnya.


"Hai Rey." Celine dan teman-temannya datang menghampiri.


"Hai Celine."


"Tadi datang bareng Nina ya."


"Yup. Kenal Nina ya?"


"Ya, dia gendut banget kan? Apa motor kamu ga kenapa-kenapa boncengin dia?" Ucapan Celine disambut tawa temannya.


Rey merasa kurang nyaman tapi dia tetap berusaha bersikap ramah, jadi dia hanya tersenyum saja.


"Nanti aku boleh ga bareng sama kamu pulangnya? Ucap Celine.


" Aku udah janji mau pulang bareng Nina. Kami searah soalnya."


"Owh, gitu. Soalnya tadi Papi aku bilang bakalan telat jemput. Tapi ga papa kalau kamu ga bisa. Ehm.. kasian lho motor kamu kalau bonceng Nina, bisa kempes ban motor kamu."


Rey hanya tersenyum dan kemudian masuk ke kelas dengan perasaan agak kesal.


Bel istirahat berbunyi. Celine yang duduk di bagian belakang memperhatikan Nina yang sedang membereskan bukunya. Dia berjalan mendekati meja Nina.

__ADS_1


"Nina, tadi kamu berangkat bareng Rey ya?" Ucap Celine.


"Benar itu Nin? Kemarin kamu disapa sekarang kamu berangkat bareng, kok ga ada cerita ke aku?" Lia merasa sangat bersemangat.


Celine merasa kesal dengan ucapan Lia.


"Rey itu memang baik ke semua orang ya. Ehm Nina, hari ini Papaku lama jemput, bisa bilangin ke Rey biar kami bareng pulang sekolah nanti?"


"Kok kamu bilang gitu ke Nina, bilangnya ke Rey langsung aja dong." ucap Lia.


"Iya, Celine bilang ke Rey aja langsung ya." Ucap Nina.


"Ya karena Rey bilang dia pulang sama Nina nanti."


"Lho, hahaha." Lia tertawa kencang.


Celine merasa kesal karena Lia mengganggu percakapannya dengan Nina.


"Nina, ingat ya kalau Rey itu baik ke semua orang. Jadi kalau dia udah ga janji duluan sama kamu, pasti dia mau ngantar aku pulang."


"Ya memang dia baik sama semua orang." ucap Nina.


"Ya kamu harus tau itu, takutnya nanti kamu kegeeran." ucap Celine sambil langsung pergi.


"Aneh banget tuh orang." Ucap Lia. "Eh, kamu kok ga cerita kalau hari ini bisa bareng sama Rey? Kalian tetanggaan ya?"


"Kayaknya engga. Aku ga pernah liat dia di kompleks."


"Trus janjiannya gimana?"


"Dia whatsapp aku."


"What, jadi kalian tukaran no hape? Wah beneran sesuatu."


"No, Lia. Benar kata Celina, dia itu baik sama semua orang. Dia cuma bersikap ramah."


"Tapi kalian bertukar no hape lho."


"Kita stop bicarain ini ya, please."


"Okay."


"Terimakasih Lia."


"Sama-sama."

__ADS_1


__ADS_2