
Axsa pun tersenyum dan mereka sangat asik melihat foto-foto di album itu
"Udah yu Keluar" ajak randy
"(Mengangguk) hah udah jam setengah enam (6)" kaget axsa
"Iya padahal ditangan ku (melihat ke jam tangan nya) baru setengah tiga (3)" ucap randy
"Loh jam nya ngaco?" tanya axsa
"Iya sengaja" jawab randy
"Kok sengaja?" tanya axsa
"Supaya aku gak diburu-buru waktu" Jawab randy
"Tapi ini bedanya jauh banget loh" ucap axsa
"Hehe , gak papa asal kamu sama aku aja yang gak jauh jauh" tertawa randy
"Apaan si? hehe" axsa
Mereka pun kemudian keluar dari kamar randy
"Kemana kita?" tanya axsa
"Rumah kamu" jawab randy
"Yaudah" axsa
Mereka pun berjalan ke arah luar lalu pergi menaiki motornya...
"Kamu tau ?" tanya randy
"Tau apa ?" tanya balik axsa
"Aku suka kamu" jawab randy
"Hehe aku juga" saut axsa
"Kamu suka aku juga ?" tanya randy
"Iyah" jawab axsa
"Curang" ucap randy
"Kok curang sih?" tanya axsa
"Bisa-bisa nya kamu ngikutun aku" sambil tersenyum randy
"Yaudah deh aku gak suka kamu" kata axsa
"Apa lagi aku" ucap randy
"Kamu gak suka aku?" tanya axsa
"Enggak" jawab randy
"Kenapa?" tanya axsa
"Rasa suka aku udah kalah sekarang sama cinta , dulu hanya sekedar tertarik sekarang semua yang kamu lakukan itu menarik" jawab randy
"Hehe(tersenyum) apa pun ? termasuk kalo aku pergi bareng lelaki lain?" tanya axsa
"Jangannnnn (merengek-rengek)" jawab randy
"Hahahaha" axsa
Axsa terlihat sangat bahagia begitu pula randy ...
kemudian mereka sampai dirumah axsa , saat itu ada mobil papah ridho terparkir di garasi
"Mobil papah kok ada dirumah ya?" bingung axsa
"Emang harusnya?" tanya randy
__ADS_1
"Harusnya papah masih kerja , yaudah ayo masuk" jawab axsa
Mereka pun masuk tiba-tiba saat axsa pergi meninggalkan randy diteras axsa berteriak histeris menyebut nama papahnya
"Papahh" teriak axsa
Randy yang tengah duduk kaget ia langsung berdiri di dekat pintu , randy ingin masuk tapi tidak sopan setelah sekitar 20 menit randy menunggu axsa diluar namun axsa tak keluar-luar , tak lama bi lela keluar
"Eh bi" panggil randy
"Iya den" jawab bi lela yang tersedu-sedu
"Ada apa sih bi?" tanya randy
"Pak ridho dipukulin orang den" jawab bi lela
"Kok bisa bi?" kaget randy
"Bibi juga gak ngerti , sekarang bibi mau keluar ke rumah nya adik nya bapak den , permisi" kata bi lela
Randy bingung harus bagaimana karna axsa tak kunjung keluar rumah
"Rann" panggil axsa
Setelah sekitar 1 jam
"Hei , jangan nangis (bangun menghampiri axsa yang tengah berdiri di pintu)" randy
"Kamu boleh pulang , maaf aku baru inget ada kamu" kata axsa
"Aku pulang dengan keadaan kamu yang lagi sedih kaya gini ? cuman laki-laki pengecut yang ninggalin perempuan yang sedang menangis" ucap randy
"(Axsa memeluk randy begitu kuat sambil menangis tersedu-sedu)" axsa
"Jangan nangis , aku disini" kata randy
Axsa melepaskan pelukannya tapi ia tak berkata apa-apa , ia menarik randy masuk kedalam rumahnya , dan mengajak ia ke kamar papah ridho .
papah ridho tengah berbaring lemah ia mengalami luka yang cukup serius dilengan kiri nya dan darah yang sedang dibersihkan dokter darah itu bercucuran di bagian kepala belakang
"Kalo sibapak nya mau si iya lebih baik" jawab dokter
"Sabar ya mah (memeluknya)" kak vera
"Iya sayang , pah kita ke rumah sakit aja ya" ajak mamah tantri
"Enggak papah rawat jalan aja" tolak papah ridho
"Tapi takutnya ada apa-apa pah" risau mamah tantri
"Enggak kok" jawab papah ridho
Randy hanya melihat dengan bingung harus bagaimana
"Mas ridho mas....." teriak seorang laki-laki
Itu adalah adik papah ridho ia adalah paman nya axsa bernama om arman dan istirnya tante Ina
"Yaallah ka" mengelus kakinya , om arman
"Kok bisa gini?" tanya tante ina
"Ada yang gak suka kayanya " jawab mamah tantri
"Keterlaluan , nanti arman cari tau siapa orangnya" kata om arman
Dokter pun membersihkan dan memperban lukanya
"Ini sudah selesai , masih aman kok gapapa kalau memang gak mau pergi ke dokter asal nanti kalo si bapak lumayan sehat pergi ke rumah sakit ya untuk discan dibagian kepalanya , oh iya ini resep tolong ditebus di apotik" kata dokter
"Makasih ya dok" ucap mamah tantri
Ia keluar mengantarkan dokter itu, lalu axsa pergi ke luar juga
"Mah , biar axsa aja yang beli obat nya sama randy" kata axsa
__ADS_1
"Sebentar, mamah ngambil uangnya dulu" saut mamah tantri
Axsa pun kembali ke kamar papah ridho menemui randy
"Sini dulu" kata axsa
Randy tersenyum pada semua orang yang ada dikamar itu, lalu pergi menghampiri axsa
"Siapa itu? " tanya om arman
"Pacarnya ade om" jawab kak vera
Axsa pun mengajak randy menunggu diteras
"Nih axsa (memberikan resep dan uang) , maaf ya dek jadi merepotkan" kata mamah tantri
"Engga kok bu" kata randy
"Makasih ya sayang , mamah ke papah dulu" ucap mamah tantri
Mamah tantri pun masuk
"Anter aku beli obat ran " kata axsa
"(Mengangguk)ayo" jawab randy
Mereka pun pergi ke apotik terdekat, lalu axsa pergi masuk membeli obat dengan resep dokter tadi sedangkan randy menunggu diluar , tak lama kemudian axsa pun keluar membawa obat untuk papahnya
"Udah?" tanya randy
"Iyah" jawab axsa
Mereka pun kembali ke rumah
"Aku tunggu disini aja ya" kata randy
"Kamu pulang aja, makasih udah nganter aku" ucap axsa
"(Mengelus wajah axsa) janji gak bakal nangis lagi ya " kata randy
"Janji" balas axsa
Randy pun pergi pulang ke rumahnya
"Mahh... " panggil axsa
"Ada obatnya?" tanya mamah tantri kepada axsa
"Ada, nih (memberikan obatnya) om arman sama tante ina kemana kok gak ada?" tanya axsa
"Mereka pulang , pah makan bubur dulu ya terus nanti minum obat" kata mamah tantri
"Vera siapin papah dulu , mamah mau ngambil minum"
suruh mamah tantri pada kak vera
"Iya mah , (duduk di sebelah papah ridho) makan dulu ya pah biar cepet sehat" kata kak vera
"(Mengangguk)" papah ridho
Kak vera pun menyuapi papah ridho , tak lama kemudian datang seorang lelaki yang masuk ke kamar itu
"Assalamualaikum" kata lelaki itu
"Walikumsalam" jawab semua
"Ka rival... (memeluk lelaki itu) " teriak axsa
Kak rival itu adalah anak dari om arman dan tante ina dia masih kuliah umurnya 20 tahun , satu tahun lebih muda dari kak vera
~Tunggu Kelanjutannya~
__ADS_1