Kenangan Manis

Kenangan Manis
Episode tujuh belas (17)


__ADS_3

Axsa menunggu randy sambil memainkan ponselnya


Tiba-tiba


"Ehem-ehem " adist


Ya adist berdiri disamping axsa sambil memegang telepon dan air minum , ia sendirian tak ditemani ifi , ara ataupun orang lain


Axsa menengok ke samping atas , tapi axsa tak menghiraukan nya


"Gak punya kuping ya?" tanya jutek adist


"Lah, emang kalo ada orang batuk gue harus gimana?" balas jutek axsa


"Maksud kamu?" tanya adist


"Lu kan tadi batuk terus gue harus gimana? gua tau si lu tuh batuk cuma pengen nyari sensasi depan gue doang kan" jutek axsa


"Ihh ngeselin banget si kamu" kata adist


Dengan sengaja adist pun membuka air minum nya dan membasahi rambut axsa


"Rasain" kata adist


"Ihhh " teriak axsa


Axsa pun berdiri dan mendorong adist hingga terjatuh


"Gak ada otak ya lu , maenan lu kaya bocah tau gak" teriak axsa pada adist


Tak lama dari kejauhan berlari seorang lelaki lalu memegang tangan axsa


"Hei kenapa ini? " tanya kak rival


Entah sedang apa dia disana tapi dia mendengar suara axsa lalu pergi mendatangi asal suara tersebut


"Ini orang nih gak punya otak (menunjuk adist yang terjatuh)" marah axsa


Tak lama ada ifi dan ara yang menghampiri nya lalu membantu nya berdiri


"Kasih perlajaran lagi aja dist" teriak ifi


"Iya bener, sekarang ibu nya aja yang kita kasih pelajaran" kata ara


"Ide bagus " kata ifi


Adist hanya tersenyum


"Apa maksud lo , sekarang ibunya aja? (melihat ke arah ara)" tanya axsa


Randy yang sejak tadi pergi akhirnya kembali namun ia menghenti kan langkahnya sekitar 8 langkah dibelakang axsa dan kak rival


"Kenapa ini" pikir randy dalam hati


"Apa? maksud aku? gak ada" jawab ara


"Harusnya kamu nanya kaya gitu ke aku" kata adist


"Ke lo?" tanya axsa

__ADS_1


"Axsa udah (menarik tangan axsa)" kak rival


"Bentar ka (melepaskan tangan kak rival) bentar" kata axsa


"jangan-jangan lo yang udah mukulin papah? (menunjuk adist)" tanya axsa


"Kalo iya kenapa?" tanya adist


"Apa? , kamu yang udah nyelakain papah papah nya axsa" kata kak rival


Axsa lalu menangis dan menggelengkan kepala bertanda bahwa ia tak percaya atas apa yang ia dengar


"Segitu benci nya lo sama gue sampe harus nyuru orang buat mukulin papah" menangis axsa


"Ya jelas lah , kamu kan tau aku gak suka sama orang yang deket-deket sama randy" ucap adist


"Kalo lo benci sama gue yang harusnya lo celakain gue bukan orang tua gue" kata axsa


"Gak perduli" ucap adist


"Gue benci sama lo" teriak axsa


Adist, ifi dan ara langsung pergi meninggalkan axsa dan kak rival


Axsa menangis tersedu-sedu , lalu axsa berbalik badan dan memeluk kak rival


"Kak... kenapa si semua orang benci sama axsa?" kata axsa


"Udah sayang sekarang kita pulang" Jawab kak rival


Kak rival menghapus air mata axsa lalu membawa axsa pulang


Randy yang hanya melihat kejadian itu diam saja tak menghampiri axsa


"Jangan nangis udah" kata kak rival


"Axsa benci mereka" ucap axsa


"Itu temen sekolah axsa?" tanya kak rival


"Iya cuma beda jurusan aja" jawab axsa


"Mereka gitu juga disekolah? gara-gara apa mereka benci axsa?" tanya lagi kak rival


"Axsa pacaran sama cowok yang disukain adist" jawab axsa


"Pacaran?" tanya kak rival


"Iyah, tapi dia gak suka kok sama si adist" jawab axsa


"Cowok itu sayang sama axsa?" tanya kak rival


"Dia bahkan gak pernah ngerespon adist" jawab axsa


"Bilang sama cowok kamu, siapa namanya?" tanya kak rival


"Randy" jawab axsa


"Bilang sama dia untuk ngasih tau cewek tadi kalo dia itu serius sama kamu dan supaya mereka gak gangguin kamu lagi" kata kak rival

__ADS_1


Axsa terdiam sambil terus menangis


Mereka pun sampai rumah axsa, axsa langsung berlari kedalam rumah


"Saa...." panggil kak rival


Kak rival pun turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah, disana sepi hanya ada bi lela mungkin karena mamah tantri dan kak vera mengantar papah ridho


"Saa buka pintu" teriak kak rival


Ketika axsa lari masuk ke dalam rumah ia langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintu, kak rival pun mengejar nya dan berusaha menenangkan axsa


"Sa" panggil kak rival


Axsa pun membukakan pintu kamarnya lalu ia langsung kembali duduk diatas tempat tidur nya kak rival pun menutup pintu kamar axsa lalu menghampiri axsa


"Axsa itu anak baik, cantik, pinter ,wajar aja kalo banyak yang gak suka sama axsa, tapi satu kalo dia benci kamu, kamu gak usah capek-capek buat benci dia" kata kak rival


"Pokonya axsa benci semua orang apa lagi adist" teriak axsa


"Seorang anak berusaha untuk melindungi dan menjaga orang tua nya agar tetap bisa terjaga senyumannya sedangkan axsa, anak bodoh. axsa yang punya masalah sama orang lain sampe ngelibatin papah dan sampe axsa ngorbanin papah cuma buat kebahagiaan axsa" sambung axsa


"Papah itu bahagia kalo kamu bahagia" kata kak rival


"Tapi..." ucap axsa


"Yang harus kamu lakuin adalah jauhin orang tadi dan teman-temannya yang tidak menyukai kamu, jika kamu sayang papah , tolong minta pacar kamu untuk melakukan sesuatu" potong kak rival


Tiba-tiba dari arah luar terdengar suara mobil berhenti, itu adalah kak vera, papah ridho dan mamah tantri.


mereka sudah selesai memeriksa papah ridho ke rumah sakit


"Papah udah pulang, jangan nangis" kata kak rival


"Axsa harus bilang kalo ini semua perbuatan adist?" tanya axsa


"Boleh (bangun dari tempat tidur axsa) kalo kamu mau papah benci sama pacar kamu" jawab kak rival


"Maksud kak rival?" tanya axsa


"Kalo tadi kak rival ketemu sama pacar kamu, udah kak rival pukul kali. bisa-bisanya dia ngasih kepastian buat kamu tapi gak buat orang tadi" jawab kak rival


"Jadi randy salah?" tanya axsa


"Enggak, yang salah itu kalo kamu masih bertahan sama dia itu yang salah" jawab kak rival


"Tapi axsa sayang sama randy" ucap axsa


"Axsa sayang sama papah?" tanya kak rival


"(Melihat wajah kak rival lalu menunduk)" terdiam axsa


"(kak rival tersenyum) ajak bicara pacar kamu seperti apa yang kakak tadi bilang, kalo kamu sayang dia tapi.


jangan sampe perempuan tadi melukai keluarga dan diri kamu sendiri, karena yang sayang sama kamu bukan cuma pacar kamu dan yang harusnya kamu sayang bukan cuma dia" ucap kak rival


Kak rival pun pergi turun dari kamar axsa


 

__ADS_1


~Tunggu Kelanjutannya~


 


__ADS_2