Kenangan Manis

Kenangan Manis
Episode 36 (terakhir)


__ADS_3

Esok hari


Randy berdiri menatap wajahnya didepan cermin sambil memegang satu buah koper dan menggendong tas selempang nya


"Aku sayang kamu axsa , semoga kamu ngerti. aku juga bingung harus gimana, apa harus aku pergi atau tetap diam disini, perintah kamu dan bapak bukan lah pilihan buatku"


Randy pun duduk ditepi kasur


Tiba-tiba bapak dodi masuk ke kamar randy yang pintu nya sudah terbuka lebar


"wes to yo, nanti ketinggalan pesawat" kata bapak dodi


Randy pun turun dari kamarnya dengan lesu seperti tak ingin pergi


Beberapa orang menunggu diluar rumah ada nenek dari ibunya dan nenek dari ayahnya ada mba Fatma ada mas Agus ada mba asyila dan pastinya ibunya ibu retni


Randy keluar menghampiri semuanya bersama bapak dodi


"Ayo langsung berangkat aja" ucap bapak dodi


"Masih satu jam" ucap mba fatma


"Dari pada telat , mending nunggu disana" jawab bapak dodi sambil mengambil koper milik randy


Semua orang mulai memasuki mobil yang hendak dipakai mengantar randy


"Aku naik motor" ucap randy


"Mau gimana sih kamu ini" omel bapak dodi


"Nanti pulang nya biar mas agus yang bawa balik" perjelas randy


"Gak usah macem-macem deh, fokus mau belajar" omel lagi bapak dodi


"Udah pak udah, iya mas yang bawa pulang" saut mas agus


"Gus.. dia itu kan" kata bapak dodi


"Ayo masuk pak nanti telat" potong mas agus


Mereka berdua pun masuk kedalam mobil


"Rann" panggil ibu retni


"Iya Bu" jawab randy


"Kamu beneran mau berangkat atau enggak? pasti kamu masih mikirin axsa kan?" tanya ibu retni


"Gak ada hari buat gak mikirin dia Bu" jawab randy


"Jadi kamu mau gimana? gimana nanti kalo kamu disana terus-terusan mikirin dia?" tanya ibu retni


Randy tak menjawab


"Ran.. kamu sebenernya mau pergi atau enggak sih?" tanya lagi ibu retni


"Enggak, kalo aku bilang enggak mau pergi bapak sama ibu ngebolehin enggak?" jawab randy dengan nada bicara tinggi


Ibu retni mengusap punggung randy


"Gak usah nanya apa-apa bu, ibu cuma mau aku belajar kan? ibu cuma mau aku nurutin apa pun mau ibu sama bapak" ucap randy


"Ibu cuma pengen kamu berhasil" jawab ibu retni


"Dan ibu berhasil bikin aku jauh dari axsa yang mau Nerima aku apadanya dan lebih memilih belajar jauh-jauh yang belum tentu nanti nya bisa jadi bukti kalo aku bakal jadi orang kaya" ucap randy sambil meneteskan sedikit air mata


"Ran...." menenangkan ibu retni


Randy langsung pergi meninggalkan ibu retni dan naik ke motor nya , ibu retni pun masuk kedalam mobil


Mobil pun berangkat disusul randy dibelakang nya


"Aku gak bisa kaya gini, pergi dengan keadaan axsa yang sedih"


Randy membelokkan motornya dipertigaan untuk pergi ke rumah axsa tanpa disadari oleh keluarganya


Sesampainya dirumah axsa


Randy turun dari motor dan berdiri didepan gerbang


"Assalamualaikum" teriak randy


Kak vera keluar dari rumahnya


"Buka.. masuk" teriak kak vera


Randy pun membuka gerbang dan menghampiri kak vera


"Kak.. axsa mana kak?" tanya randy


"Kamu masuk aja , axsa didalam kamar dari kemarin sore dia gak keluar kamar makan pun nggak, mamah sama ayah udah berangkat dirumah cuma aku, kamu masuk aja" kata kak vera


"Serius kak? aku masuk ya" ucap randy


Kak vera mengganguk, Randy pun berlari naik ke kamar axsa


Randy mencoba mengetuk pintu axsa tapi tak ada Jawaban


"Sa ini aku, sa... ini aku buka sa"


"Aku hari ini berangkat, aku pamit. maaf bikin kamu kecewa gak jujur soal ini. aku salah aku ngaku aku salah, maaf aku gak bisa nepatin kata-kata aku yang bilang apapun demi kamu"


"Axsa please"


"Aku mau kita LDR aku bisa ngehubungin kamu tiap satu jam sekali atau seberapapun itu terserah kamu"


"Aku bisa kirim e-mail dengan tulisan aku cinta kamu tiap hari"


"Apapun .. apapun axsa apapun demi kamu..."


"Axsa....."


Randy berteriak sambil menangis namun axsa tak menjawab satu patah kata pun


"Axsa please...


"Sedikit aja kamu jawab


"Axsa...


"Axsa..." dengan nada bicara tinggi


"Pergi" teriak axsa dengan keras sambil menangis


Randy terdiam


"Apapun axsa... apapun demi kamu.. termasuk aku pergi, aku cinta kamu dan aku sayang kamu


"Assalamualaikum


Ucap randy

__ADS_1


Randy turun pergi keluar dengan keadaan lemas


"Gimana?" tanya kak vera


Randy menggeleng


"Kamu tenang aja , Kakak bakal ngomong sama axsa. jangan lemah gitu ah mana Randy yang suka ngelawak coba" kata kak vera


"Aku lemah soal perempuan gak ada perempuan sebaik axsa yang pernah aku temuin , sekalinya aku dapat aku dipaksa ngelepas, aku bukan laki-laki kuat soal cinta" ucap randy sambil tersenyum


Kak vera tersenyum


"Yaudah kamu pasti kabur kan? cepet balik" sambil menunjuk Randy


Randy tersenyum


"Enggak kabur, cuma pergi gak bilang dulu" jawab randy


Maka Vera tersenyum "Sama aja"


"Yaudah , makasih ya kak" ucap randy


Randy pun pergi keluar gerbang dan naik ke motor nya


"Kak vera... bilang sama axsa aku sayang dia" teriak randy


lalu ia pergi


Axsa mendengar semuanya karena ia mengikuti Randy saat Randy pergi dari depan pintu kamarnya


Axsa menangis sambil berjalan keluar dan memeluk erat kak vera


"Kamu denger kan Randy itu sayang kamu, dia gak ada maksud nyakitin kamu" ucap kak vera


"Aku juga sayang Randy" kata axsa


"Pergi ganti baju, kita pergi temuin randy. dia tadi udah rapih kakak yakin dia mau ke bandara " kata kak vera


"Yaudah aku ganti baju dulu" kata axsa lalu ia pergi ke kamarnya untuk ganti baju


Dibandara


"Kemana ini sirandy?" bingung bapak dodi


Keluarganya menunggu randy dan menghawatirkan Randy tak mau pergi


"Tunggu aja, mungkin dia bawa motor nya lambat" ucap mba Fatma


"Coba ditelepon" ucap neneknya


Mba Fatma pun menelepon Randy


"Gak aktif" jawabnya


"Tadi kan bapak udah larang, sirandy jangan dibolehin bawa motor" omel bapak dodi


"Mungkin sebentar lagi" kata ibu retni


"Tapi masih ada waktu kan sebelum pesawat nya lepas landas?" tanya mba asyila


"Masih kok. masih 30 menit, santai aja kali sirandy juga kan punya urusan dia punya temen dia punya .. punya pacar" kata kak fatma


"Ohh iya dia pasti pergi ke rumah si axsa" kata bapak dodi


"Biarin aja, mungkin mau pamit" kata ibu retni


"Iya kalo pamit, kalo dia ternyata terus disana dan gak kesini gimana?" marah bapak dodi


"Tau dimana kamu!?" tanya bapak dodi


"Pasti pak, dengan cara dia mau pergi nurutin bapak dan ninggalin siaxsa aja udah cukup jelas kalo dia prioritas sin keluarga" ucap mas Agus


"Bapak enggak usah terlalu ngekang Randy pak, kasian dia. aku sama mas Agus gak pernah bapak kekang makanya si Randy keras kenapa cuma dia yang dikirim jauh buat belajar, fatma yakin dia bakal datang kita tunggu aja" kata mba Fatma


"Randy juga bukan anak nakal, dia nolak keras gara-gara dia disini punya seseorang yang dia sayang pak, axsa juga gak bawa pengaruh buruk buat randy lagian belajar di Indonesia juga apa salah nya si?" saut lagi mas Agus


"Halah.. tau apa kamu" kata bapak dodi


Tak lama randy datang menghampiri mereka


"Maaf aku telat" kata randy


"Mau bikin bapak jantungan kamu, udah beli tiket mahal-mahal malah gak datang" omel bapak dodi


"Maaf pak , tadi Randy ada urusan" jawab randy


"Urusan apa? cinta-cintaan ?" tanya bapak dodi


"Pak axsa itu pacar Randy bukan orang lain , Randy juga berhak pamit sama dia" jawab randy


"Belajar dulu biar pinter, kuliah disana yang bener gak usah mikirin cewek kalo perlu putusin aja" kata bapak dodi


Randy menggeleng dan melihat ke arah ibu retni


"Orang yang berdiri didepan randy ini siapa si Bu? randy gak kenal siapa dia? " kata randy sambil terlihat begitu marah


"Ran...jangan gitu itu bapak kamu" kata ibu retni


"Begini Bu cara seorang bapak men- support anaknya supaya rajin belajar dan jadi pandai? " tanya randy


Bapak dodi menamparnya "Plak....


Semua kaget , ibu retni langsung menenangkan bapak dodi


Mas Agus memegang pundak Randy


Randy menatap bapak dodi


"Ini mah bapak nya mas Agus sama mba Fatma kali bukan bapak Randy" ucap randy kesal


"Randy....." panggil axsa dari belakang


Randy menoleh ke belakang


"Axsa..." Randy langsung berlari menghampiri nya


"Kamu disini?" tanya randy seperti tak percaya


"Aku disini buat kamu" kata axsa


"Aku minta maaf, aku salah aku salah axsa" kata randy


"Aku udah maafin kamu kok, kata kak vera aku itu harus suport kamu , jadi kamu harus bener belajar disana jangan genit-genit sama perempuan disana" kata axsa sambil berlinang air mata


Randy menggeleng


"Aku disini bakal selalu doain kamu, aku bakal terus tunggu kamu ngabarin aku setiap satu jam sekali, aku bakal tunggu email kamu yang bilang kalo kamu cinta aku


, jangan bohong aku gak suka dibohongin" kata axsa


Randy tersenyum kecil menatap axsa

__ADS_1


Axsa meneteskan air matanya


"Jangan nangis, kamu jangan buat aku gagal kamu bahagia, kemarin aku udah bikin kamu nangis dan sedih sekarang aku juga gak mau buat hal yang sama" kata randy mengusap air mata axsa


Tiba-tiba penguat suara berbunyi yang memberitahukan bahwa pesawat menuju Brunei akan berangkat 10 menit lagi


"Udah ah, cepet sana nanti ketinggalan pesawat loh. masa iya kamu mau lari dari sini kesana" kata axsa sambil meneteskan air matanya


Randy memeluk axsa


"Aku salah sa, aku salah milih pergi ninggalin kamu" kata randy


"Maksudnya?" tanya axsa


"Aku gak bakal pergi , aku gak mau pergi" kata randy


Keluarganya menatap axsa dan randy


"Randy" panggil ibu retni


Axsa menggeleng


"Enggak pokonya kamu harus pergi aku kesini buat nganter kamu supaya kamu gak terus kepikiran aku , aku udah maafin kamu dan aku mau LDR sama kamu, fokonya kamu harus nurut sama orang tua kamu" kata axsa


"Orang tua mba Fatma sama mas Agus maksud kamu?" tanya randy


"Randy gak boleh ngomong gitu" kata ibu retni


"Randy apa-apa sih kamu, kamu itu Ade mas ya" kata mas Agus


"Iya mas aku juga tau aku, aku Ade mas Sama mba Fatma yang aku gak tau siapa orang tuaku?" tanya randy


"Randy kamu ini" kata mba Fatma


"Iya deh iya aku tau mereka orang tua aku, tapi aku bingung kenapa mereka gak sayang aku ya?" kata randy


"Siapa yang gak sayang kamu? ibu sama bapak itu sayang kamu" kata ibu retni


Randy pun menggangguk "kayanya"...


"Randy" potong axsa


"Kenapa?" tanya randy


"Jangan kata gitu, mereka sayang sama kamu gak ada orang tua yang gak sayang sama anaknya. kamu harus pergi dan belajar disana kamu harus buktiin kalo kamu bisa " kata axsa


"Gak mau" jawab randy


Axsa memegang tangan Randy


"Kamu sayang aku kan?"


Randy mengangguk


"Pergi sekarang, kamu harus belajar mengahargai keputusan. mereka orang tua kamu mereka pengen yang terbaik buat kamu , kamu turutin mereka aku selalu support kamu jadi kamu jangan kecewain aku" kata axsa


"Kamu gak usah pura-pura tegar, aku gak akan nyakitin kamu lagi" kata randy


"Randy ayo udah 3 menit lagi" kata mas Agus


"Gak mau" jawab randy


"Randy pergi sekarang " kata axsa


"Tapi sa..." kata randy


"Aku mohon " ucap axsa


"Apapun apapun sa apapun demi kamu" kata randy


Randy memeluk axsa dan mencium tangan kiri axsa


Lalu ia berjalan mengambil koper yang ada disamping bapak dodi


"Aku pergi karena axsa bukan karena kalian" kata randy


Randy berjalan pergi axsa menangis dipelukan kak vera


"Randy tunggu nak" kata bapak dodi


Randy tak menghiraukan nya


"Randy... kamu kuliah ditempat mba Fatma aja"


Randy mengentikan langkahnya


Semua nya serontak kaget


"Hah?" tanya bingung ibu retni


"Iya Bu, Randy kamu boleh kuliah ditempat mba Fatma atau dimana pun itu asal jangan kaya gini. bapak salah bapak ngambil keputusan tapi gak mau ngedenger masukan dari semuanya bapak minta maaf" kata bapak dodi


Randy menghampiri bapaknya sambil tersenyum


"Bapak serius" tanya randy


Bapak nya mengambil tiket yang dipegang Randy dan merobek nya


"Nyari ilmu dimana aja gak harus pergi jauh dari keluarga dan orang-orang terdekat " kata bapak dodi


Randy langsung memeluk bapak dodi


Dan pergi menghampiri axsa


Randy menggenggam tangan axsa


"Aku gak jadi pergi, aku bakal selalu ada didekat kamu aku bakal kuliah ditempat yang sama kaya kak vera supaya sama juga sama adeknya " kata randy


Axsa tersenyum


Randy memeluknya


"kak Fatma kak vera cepet nikah ya kalo lama-lama nanti kita duluan nih yang nikah" kata randy sambil tersenyum


Semuanya tertawa


Randy menatap axsa


"Aku bahagia milikin kamu" kata randy


"Dan aku perempuan beruntung yang bisa dimilikin kamu" jawab axsa


 


~**SELESAI**~


 **Apapun yang kamu miliki saat ini bagaimana pun kepadanya jangan sampai dengan mudah melepaskan... berjuang lah untuk bisa bersama agar kelak kamu mendapatkan buah manis yang kamu tanam dengan air mata kehidupan


Note:


Ini novel pertama yang aku tulis, mohon maaf jika banyak kesalahan. terimakasih yang sudah mau membaca 🙏

__ADS_1


Jangan lupa baca novel Nafsu suamiku dan Boss and me**.


__ADS_2