Kenangan Manis

Kenangan Manis
Episode sembilan belas (19)


__ADS_3

Saat berjalan menuju kantin putri pun bertanya pada axsa


"Terus kamu sama randy gimana?" tanya putri


"Kaya nya randy marah deh sama aku" jawab axsa


"Kata siapa?" tanya randy


Dengan tiba-tiba randy berbicara, ia berada tepat dibelakang axsa bersama roky tedy dan ardan


Axsa hilda dan putri pun berbalik badan


Axsa hanya menunduk dan melanjutkan perjalanan nya


Mereka pun duduk dimeja belakang kantin


"Kalian mau makan disini?" tanya putri


"Iyah" jawab ardan


"Kalian pesen apa?" tanya putri pada axsa dan hilda


"Yang tadi" jawab hilda


"Okeh, aku pesenin" kata putri


"Sekalian dong" ucap randy


"Pesen apa?" tanya putri


"Yang tadi" jawab randy


"Yang tadi? (menoleh pada hilda dan axsa)" bingung putri


"Emang kamu tau apa?" tanya hilda


"Enggak , biar sama aja sama axsa" Jawab randy


"Yehhh" kata putri


Putri pun pergi memesan pada bu kantin


Lalu axsa melirik pada randy


"Kenapa?" tanya randy pada axsa


"Enggak" jawab axsa


Tak lama putri kembali membawa satu piring somay


"Dih kok bawa satu" kata hilda


"Yang lain masih dibikinin sama mba" jawab putri


"Curang" kata axsa


"Hehehe (tertawa)" putri


Setelah beberapa saat ibu kantin membawa somay yang dipesan putri


Mereka pun memakan nya sampai habis


Setelah habis...


"Dan keluar dulu yu" ajak tedy


"Yu ah" kata ardan


"Aku disini ah sama randy" ucap roki


"Nitip satu" kata randy


"Aku juga" ucap roki


Ardan memberikan ibu jarinya pada randy (oke katanya)


"Nitip apa?" tanya axsa


"Es" jawab randy


"Boong" kata axsa


"Emang boong ki?" tanya randy pada roki


"Bener kok" jawab roki

__ADS_1


"Tuh kan" kata randi


"Coba pinjem hp kamu" ucap axsa


"(Memberikan ponselnya)" randy


Axsa mengambil ponselnya, lalu melihat ke aplikasi whatsApp tertulis dipanggilan teratas adalah adist, lama panggilan nya adalah 56 menit.


lalu axsa mencari chat atas nama adist namun tak ada chat dengan adist, axsa langsung menaruh kembali handphone randy


"Kenapa?" tanya randy


"Kamu telepon nan sama adist?" tanya axsa


"Iya" jawab santai randy


"Dih" kata axsa


"Kenapa?" tanya randy


"Enggak" jawab axsa


Axsa lalu memainkan ponselnya dan terdiam, tak lama hilda dan putri pamit ke kelas duluan bersama roky


"Sa kita berdua ke kelas ya" kata putri


"Bareng dong" kata roki


"Ikut" ucap axsa


Axsa pun berdiri


"Aku mau ngomong" kata randy


"Yaudah kalian duluan aja" ucap axsa


Mereka bertiga pun berjalan ke kelas


"Apa?" tanya axsa


"Kamu cemburu?" tanya randy


"Biasa aja" jawab axsa


"Semalen adist nelepon aku, terus ngajak ngobrol gitu. sekitar 15 menit tan kuping ku panas terus aku bilang "dist udah ah" eh si adist gak mau matiin" kata randy


"Terus aku bilang, "yaudah tunggu dulu aku mau ganti baju" terus dia bilang "iya" yaudah"kata randy


"Terus?" tanya lagi axsa


"Ya aku ganti baju, terus aku tidur " sambung randy


"Kok tadi hampir 1 jam si?" tanya axsa


"Gak ngerti, karna aku gak matiin teleponnya" jawab randy


"Kenapa kamu gak bilang aja kalo kamu ngantuk" ucap axsa


"Aku takut kamu marah kalo aku lama-lama ngomong sama dia" kata randy


"Hehe (tertawa)" axsa


Axsa pun meminum air minumnya


"Oh iya ran" ucap axsa


"Apa?" tanya randy


"Aku minta maaf kemarin ditaman aku pulang duluan gak bilang kamu" kata axsa


"(Mengangguk)" randy


"kamu gak marah? terus kenapa pas aku telepon kamu dan ngomong gini kamu malah tutup teleponnya?" tanya axsa


"Disuruh buru-buru beli tempe sama ibu" jawab randy


"Hehehe (tertawa), aku serius aku minta maaf" kata axsa


"Apa yang kamu mintain maaf? pergi tanpa pamit atau pergi bareng lelaki sampe gak inget aku?" tanya randy


"Iya dua-duanya" jawab axsa sambil menunduk kan kepala


"(Tersenyum) aku tetap sayang sama kamu, jangan menunduk" kata randy


Axsa pun kembali melihat wajah randy

__ADS_1


" kamu itu bukan perempuan yang sedang aku sakiti , aku pun tidak marah jadi kamu gak perlu merasa bersalah" kata randy


Axsa lalu tersenyum


"Dia namanya kak rival anak dari om arman dan tante ina, orang yang kamu temui pas dirumahku saat dikamar papah" perjelas axsa


"Jadi, dia saudara mu?" tanya randy


"Iyah, waktu itu aku tidak bisa mengontrol emosi lalu ia mengajak ku pergi " jawab axsa


"Aku dengar semuanya" kata randy


"Jadi kamu tau? tentang" tanya axsa


"Iya, tentang adist yang bayar orang buat nyelakain papah kamu, bahkan ngancem nyelakain mamah kamu juga, gara-gara kamu pacaran sama aku" potong randy


"Iyahh" jawab axsa


"Aku gak pernah maksa kamu buat sama aku, apalagi itu bisa bahayain orang lain apalagi kamu" ucap randy


"Maksud kamu?" tanya randy


"Kamu harus ngerti kalo adist cinta sama aku dan dia gak suka kamu" kata randy


Randy terdiam menatap axsa


"Aku benci sama adist tapi aku gak pernah nyesel sama hubungan kita" ucap axsa


"Dia udah bikin papah kamu kaya gitu ? kamu mau kalo dia lebih nekat lagi?" tanya randy


"Kamu pengen kita putus?" tanya axsa


Randy terdiam, lalu axsa bangun dari tempat duduknya


"Pergi kasih tau adist kalo aku benci dia, dan aku benci sama kamu yang gak pernah mau perjuangin semuanya" teriak axsa


Axsa pun pergi berlari sambil menangis


Pulang sekolah pun tiba, entah randy kemana perginya


Axsa berjalan pelan keparkiran disana ada adist dan randy yang sedang mengobrol, axsa menaiki mobil yang dibawanya lalu randy berlari ke arahnya


"Sa keluar dulu" ucap randy


Tapi axsa masih merasa sangat kecewa pada randy


"Sebentar aja" ucap randy lagi


Axsa pun turun dari mobilnya


"Aku mau ke rumah nengok papah" kata randy


"Gak usah papah udah baikan" jawab axsa


Axsa langsung kembali masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana


Seger beberapa menit axsa pun sampai rumah ia memarkirkan mobilnya tak lama kak vera keluar


"Sini kunci nya , mau berangkat kuliah aku" kata kak vera


Axsa memberikan nya lalu masuk ke dalam rumah dan kak vera pun berangkat


"Mau langsung makan non?" tanya bi lela


"Axsa cape pengen istirahat" jawab axsa


"Yaudah tidur sana, nanti baru makan" kata papah ridho


"Axsa kan mau bantuin mamah" jawab axsa


"Kalo cape yah jangan dipaksain" ucap papah ridho


"Gak papa?" tanya axsa


"Ya gak papa dong, tadi pagi kan kak vera yg bantuin baru tadi jam 12 pulang nanti biar bibi yang kesana bantuin mamah" jawab papah ridho


"Yaudah axsa naik ya" ucap axsa


Axsa pun naik kekamarnya lalu ia langsung terbaring ditempat tidurnya dengan menggunakan seragam sekolah nya


"Tutt...tuttt...tutt"


Ponselnya berdering dan bertulis kan nama


Randy pratama dengan emoticon love

__ADS_1


Axsa melihatnya dan ia malah mematikan ponselnya lalu terdiam dan tertidur pulas


~Tunggu Kelanjutannya~


__ADS_2