Kenangan Manis

Kenangan Manis
Episode tiga puluh lima (35)


__ADS_3

Esok hari pun tiba


Randy dan axsa sedang menghabiskan waktu malam berdua ditaman


"Aku mau ngomong sama kamu" kata axsa


"Boleh" jawab randy


"Waktu aku ke rumah kamu ka fatma bilang kalo kamu mau kuliah diluar, makanya aku penasaran. emang nya kamu mau kuliah di kota mana?jakarta?" tanya axsa


"Iya aku mau kuliah diluar, maaf aku gak bilang sama kamu, aku gak mau kamu kepikiran tentang ini" jawab


randy


"Kalo emang kamu mau ke Jakarta kenapa gak bilang dari awal, aku kan bisa minta papah buat anter ke Jakarta terus kan aku juga ada rumah nenek, yang penting aku sama kamu (sambil memegang pakaian randy)" kata axsa


"Brunei aku kuliah di brunei" ucap randy


"Hah" kaget axsa


"Iya, aku kuliah diluar negri, bapak maksa aku kuliah disana aku udah sering nolak tapi bapak tetep gak goyah buat nguliahin aku disana" kata randy


"Aku gak masalah kalo kamu belajar, tapi jauh banget trus hubungan kita gimana?" tanya axsa


Randy memegang kedua tangannya


"Gak ada yang berubah aku tetep sayang sama kamu, jarak emang misahin kita tapi aku berharap kamu tetep kamu yang aku kenal" kata randy


Axsa menangis dan melepaskan genggamannya


"Kenapa gak bilang dari awal si? (mendorong randy), egois" kata axsa


"Maaf.. maaf aku gak ada maksud apa-apa aku cuma gak mau kamu kepikiran dan gak mau kuliah ditempat yang dipilihhin orang tua kamu, aku salah aku gak bilang tapi aku ..." kata randy


"Tapi kamu apa? kamu egois? kamu gak bilang sama aku padahal kita pacaran orang tua kita saling kenal , tapi kamu bisa-bisa nya gak ngasih tau aku dengan alasan kamu yang gak jelas kaya gini" teriak sambil nangis axsa


Randy terus menggenggam tangan axsa meski berkali-kali axsa menepisnya


"Kenapa gak sekalian aja kamu pergi dan gak usah bilang sama aku, pergi aja gak usah pamit biar aku gak sedih tapi biar aku menderita tiap harinya mikirin seberapa penting aku di cerita hidup kamu bukan cuma dihati kamu"


Axsa terus meluap-luap kan emosi nya randy hanya terdiam berusaha menenangkan axsa, tapi axsa berlari mendorong randy . Randy berlari mengejar axsa lalu memeluk nya dari belakang


"Aku sayang kamu.....aku sayang kamu....yang aku pikir-rin cuma kamu...aku gak mau kamu menghawatirkan apapun ...tenang sa..tenang...kamu gak perlu mikirin seberapa penting kamu dicerita hidup aku. karena pada dasarnya cerita dihidup aku itu kamu..."


Randy melepaskan pelukannya namun axsa terus menangis , randy memegang pundak axsa lalu membalikkan nya menghadap padanya dan menggenggam kedua tangannya. kali ini axsa tak menepisnya


"Sa...aku tau kamu gak mau aku pergi...aku tau.." kata randy


"Kamu pernah bilang kan sama aku, apapun demi axsa. aku minta kamu bilang itu juga detik ini" ucap axsa


"A...aku..." gugup randy sambil merunduk kan kepalanya


Axsa melepaskan genggamannya


"Apa bedanya si belajar dinegri sendiri? aku takut.." ucap axsa


"Apa yang kamu takutin? yang pergi belajar aku hatiku tetep buat kamu" tegas randy sambil mengusap air matanya

__ADS_1


"Kamu percaya aku disini nunggu kamu?" tanya axsa


"Aku selalu percaya sama kamu" jawab randy


"Berapa lama kamu pergi?" tanya axsa


"Agak lama" jawab randy


"Aku tanya berapa lama bukan bentar atau lama!" teriak axsa


"Aku gak tau pastinya. tapi aku disana tinggal sama temen deket bapak dijawa dulu yang akhirnya pindah ke brunei karena menikah" jawab randy


"Hhh (menghela nafas)" axsa


Axsa melangkah kan kaki randy menahannya


"dua tahun" jawab randy sambil menunduk kan kepala


Axsa membalikkan badan dan menatap randy


"Kamu percaya sama aku? tapi aku gak percaya sama diri aku sendiri bisa jauh dari kamu dan yakin kalo kamu balik lagi masih seperti dulu" jawab axsa teriak


Axsa pergi meninggalkan randy dengan berlari sambil berurai an air mata


Randy tak mengejar nya ia langsung menjatuhkan badannya lemas tak berdaya...


ia duduk sambil meneteskan air matanya


•Rumah axsa


Axsa keluar menggunakan taksi yang diberhentikan pada saat ingin menuju rumah


"Kok pulang-pulang nangis?" heran papah ridho


Mamah tantri bangun dari duduknya


"Mah..mahh..biar vera aja" cegah kak vera


Kak vera pun pergi menghampiri axsa yang ada dikamar. kebetulan pintu kamar nya tidak ditutup


"Sa kak masuk ya" izin kak vera


Axsa terdiam sambil menangis kak vera mendekati axsa dan duduk ditepian kasur sambil bertanya


"Kamu adalah masalah ya?" tanya kak vera


Axsa tak menjawab nya


"Kamu tau beruntung nya punya kakak perempuan yang gak terlalu berjarak dari segi umur?" tanya lagi kak vera


Axsa lagi-lagi tak menjawab nya


"Karena kamu bisa sharing tentang apapun itu, tentang temen-temen kamu disekolah, tentang kegelisahan kamu atau tentang masalah yang sekarang lagi kamu tangisin" ucap kak vera


Axsa bangun dari tidurnya lalu duduk menghadap kak vera kak vera merangkul nya


"Ada masalah sama randy ya?" tanya kak vera

__ADS_1


Tiba-tiba handphone axsa berbunyi randy menelepon nya


"Angkat" ucap kak vera


Axsa pun mengangkatnya


"Halo, kamu udah sampe rumah? gak ada apa-apa kan tadi dijalan? maaf aku gak nganter kamu?"


Axsa tak menjawab nya ia hanya menangis


"Aku tau kamu keceewa, aku minta maaf. aku tau aku salah, dan aku ngaku kalo aku salah. aku mau kasih tau kamu, kalo aku pergi ke brunei besok pagi jam sembilan. aku berharap kamu datang bawa penerimaan permintaan maaf buat aku"


Axsa tak menjawab nya juga


"Aku sayang kamu, aku cinta kamu. akan terus begitu. walaupun aku bertemu mereka yang lebih dari kamu tapi kenyamanan bukan tentang kelebihan. nanti kalo aku disana aku akan tetep ngabarin kamu, kamu jangan khawatir kita bisa vidio cal tiap kamu mau kita bisa telepon nan tiap kamu kangen aku kamu bisa cerita apapun tiap kamu pengen curhat sama aku, aku mau kamu ngerti dan untuk saat ini aku gak bisa bilang. apapun demi kamu. aku tutup teleponnya. tenang ngin diri kamu. aku harap kamu datang. selamat Istirahat axsa triana dewi kekasih randy pratama aku sayang kamu..."


"Assalamualaikum...jangan nangis axsa apus air mata mata kamu, jangan sedih. air mata kamu gak pantes keluar buat laki-laki brengsek seperti aku" sambung randy


Randy pun menutup teleponnya.


Axsa menjatuhkan handphone nya dari genggamannya lalu memeluk kak vera


"Randy kak..randy jahat..aku kira randy serius dan beneran sayang sama aku...tapi...randy pergi ..dia pergi ke brunei dan baru bilang tadi...tadi kak...tadi" axsa menangis tersedu-sedu


Kak vera mengusap punggungnya berusaha menenangkan


"Kenapa randy pergi?" tanya kak vera


"Disuruh bapak nya katanya buat tinggal dan kuliah disana" jawab axsa


"Tinggal..dan.. belajar, emang nya ada dari dua itu yang mencerminkan randy gak sayang kamu?" tanya kak vera


"Dia baru bilang tadi ka...barusan " kesal axsa


Kak vera melepaskan pelukannya


"Kalo itu baik dan dia janji gak pindah hati tugas kamu hanya menjaga hati juga dan support, kamu itu pacarnya mau bagaimana pun kamu gak bisa maksain kehendak kamu, dia masih tanggung jawab orang tua nya dan masih harus berbakti dan nurut sama orang tua nya selagi itu baik" perjelas kak vera


"Tapi dia egois kak, masa" kesal axsa


"Kamu yang egois" potong kak vera


"Kakak tau randy itu orang baik dan dia sayang banget sama kamu. ada penjelasan kenapa dia baru kasih tau kamu ?" sambung kak vera


"Dia takut axsa kepikiran dan malah gak mau kuliah di sini. dia gak mau axsa khawatir tiap hari karena tau randy bakal pergi" jawab axsa


"Masih kurang jelas, rasa sayang dia?" tanya kak vera


Axsa mengusap air matanya


"Axsa marah karna dia baru ngasih tau sedangkan dia berangkat besok pagi makanya axsa marah" ucap axsa


"Bagus, kalo kamu marah berarti kamu bener-bener gak mau kehilangan randy. tapi marah nya udah cukup.. sekarang kamu tinggal support dia... kamu gak mau kan dia disana kepikiran kamu? belajar gak fokus akhirnya dia bakal lama disana" kata kak vera


"Besok dia pergi jam sembilan, dia minta axsa kesana" ucap axsa


"Pergi..temuin randy..." suruh kak vera

__ADS_1


Kak vera pun bangun dari duduknya lalu keluar dari kamar axsa


~Tunggu Kelanjutannya~


__ADS_2