
Kemudian
"Tutt...tuttt...tutt"
Ponsel axsa pun berdering dan bertulis kan nama
Randy pratama dengan emoticon love
Axsa tak menjawab telepon randy lalu ia mematikan teleponnya ia pun terdiam dan tertidur pulas, sekitar pukul 16.35 axsa baru bangun dari tidur nya
"Hmmmmm...mmmm"
Lalu ia duduk dan mengambil handuk miliknya dan pergi masuk ke kamar mandi , setelah selesai mandi ia pun turun ke bawah dan lupa mengaktifkan handphone nya kembali
"Mahhh...maahhh" teriak axsa di meja makan
"Apa?" jawab mamah nya didalam kamar
Lalu axsa duduk dimeja makan dan makan, mamah tantri pun keluar dari kamarnya
"Kamu sakit?, tadi mamah liat kamu cape banget sampe tidur gak ganti baju dulu?" tanya mamah tantri
"Enggak kok mah kecapean doang, oh iya mah maaf ya tadi axsa jadi gak bantuin mamah deh" jawab axsa
"Gak papa sayang" jawab mamah tantri
Axsa terdiam lemas setelah makan, lalu axsa naik lagi ke atas menuju kamar nya
"Tadi handphone dimana ya?" mencari axsa di meja belajar
Lalu axsa duduk dan memainkan laptopnya, setelah beberapa lama axsa kembali mencari handphone nya
"Aelah lobet" ucap axsa
Axsa menemukan handphone nya yang tergeletak di kasur kamarnya lalu ia mencoba menghidupkan nya tapi tak hidup
"Eh kok penuh si" bingung axsa
Ketika ia mengecas handphonenya ternyata baterai nya masih tertulis 63%
"Oh iya tadi kan gue matiin daya" teringat axsa
Lalu axsa mencabut nya dan duduk ditepian kasur kamarnya sambil menghidupkan handphone nya kembali
Lalu tertulis disitu randy menelepon nya hingga berbelas-belas kali
Malam pun tiba....
Axsa, kak vera dan kak rival sedang asik bercanda gurau di hadapan televisi sambil memakan makanan ringan yang dibawa kak rival
"Sa coklat sa" kata kak vera memamerkan coklat yang dipegangnya
"Mauuu dong" kata axsa
"Ehh gak boleh, kan aku yang nemu" jawab kak vera
"Nemu dimana, itu juga kan dari kak rival" kata axsa
"Bodo amat eh , kan aku yang pegang duluan berarti buat aku" ucap kak vera
"Belah aja bagi dua (2) si" kata kak rival
"Gak mau" jawab kak vera
"Tuh kan ka, ka vera mah gitu" ucap axsa
Axsa dan kak vera pun berebutan coklat yang dibawa kak rival
"Kak rival si bawanya satu" kata axsa
"Kirain pada gak mau" jawab kak rival
__ADS_1
"Axsa mah apa si yang gak mau" kata kak vera
"Iya aku mah mau semuanya, makanya bawa sini (sambil menarik coklat yang dipegang kak vera)" axsa
"Ihh (kak vera menariknya) gak mau" kata kak vera
Lalu tak lama bibi menghampiri mereka yang sedang berdebat
"Non axsa ada den randy diluar" kata bi lela
Axsa , kak rival dan kak vera pun terdiam
"Oh iya makasih bi" jawab axsa
Axsa bangun dari duduknya
"Kakak aja, kakak pengen ketemu sama pacar kamu" kak rival
sambil memegang tangan axsa mencegah nya keluar
Lalu kak rival pun keluar menghampiri randy yang tengah duduk diteras rumah sendirian
"(Membuka pintu)" kak rival
Randy pun melihat kak rival menghampirinya dan bersalaman
"Assalamualaikum kak" ucap randy
"Walikumsalam" jawab kak rival
Randy pun berdiri didepan kak rival sambil merunduk kan kepala
"Ayo duduk , kamu randy ya?" tanya kak rival
"Iyah " jawab randy
Randy dan kak rival pun duduk
"Iyahh" jawab axsa
Axsa pun menghampiri kak rival lalu ia diam dipintu dan menatap randy
"Tolong bikinin minum, mau minum apa kamu?" tanya kak rival
"Gak usah kak gapapa" jawab randy
"Kopi doyan?" tanya kak rival
"Boleh kak" jawab randy
"Yaudah kopi aja ya?" tanya lagi kak rival
"Iya ka" jawab randy
"Dua ya kopinya satu buat kakak" kata kak rival
Axsa pun mengangguk lalu masuk kembali ke dalam rumah untuk membuat kan mereka kopi
"Kamu udah lama pacaran sama axsa?" tanya kak rival
"Belum ka belum lama" jawab randy
"Kamu tau sama perempuan yang suka sama kamu? masih temen sekolah kalian saya lupa namanya" tanya kak rival
"Adist maksudnya ka?" tanya kak rival
"Iya itu, kamu suka sama dia? atau kamu lebih suka sama axsa?" tanya kak rival
"Buat apa pacaran sama orang yang gak kita suka kamu, membohongi perasaan sendiri kan gak baik" jawab randy
Kak rival tersenyum mendengar jawaban randy
__ADS_1
"Kamu tau apa yang adist udah lakuin?" tanya kak rival
"Tau kak, randy tau semuanya" jawab randy
"Terus kamu mau gimana?" tanya kak rival
"Gak tau kak" jawab randy
Randy menunduk kan kepalanya
"Sebagai lelaki, kalo kamu gak suka sama adist kasih pengertian yang gak bikin dia sakit hati, dan kalo kamu memang sayang sama axsa jaga jangan sampai ada yang nyakitin dia" kata kak rival
Randy melihat ke arah kak rival
"Randy selalu coba buat jaga dia, makanya randy datang kesini buat ngobrol tentang ini, karna axsa salah paham tentang omongan randy dikantin sekolah tadi siang ka" perjelas randy
Lalu axsa datang membawa dua (2) cangkor kopi dan menaruh nya dimeja
"Makasih" ucap randy
Kak rival berdiri dan mengambil kopinya lalu berjalan masuk
kak rival berhenti didepan pintu
"Jangan terlalu malem, besok ujian sa" kata kak rival
Axsa pun mengangguk lalu duduk
"Boleh coba kopinya?" tanya randy
"Boleh" jawab axsa
Randy pun meminumnya dan memberikan mimik wajah yang kurang baik
"Baru pertama kali buat kopi ya?" tanya randy
"Kenapa? gak enak ya?" tanya axsa
"Kurang biskuit" gurau randy
"Hehehe" tertawa axsa
Randy pun tersenyum melihat wajah axsa
"Kamu ngapain kesini?" tanya axsa
"Bisa dengerin aku dulu?" pinta randy
Axsa mengangguk
"Masalah ini muncul saat adist tau kalo kita pacaran, aku tau dia suka sama aku tapi dia bukan tipeku tapi masalah nya bukan itu, kamu pernah bilang kan bahwa kamu benci adist dan kamu tau, aku pernah bilang kalo aku membenci dia yang membenci mu. jadi, kenapa kamu marah tadi? asal kamu tau, aku hanya ingin kamu tidak terluka" panjang randy
"Aku cuma takut kehilangan kamu randy" ucap axsa
"Mana mungkin kamu kehilangan aku, sedangkan aku aja takut dan gak sanggup pergi jauh-jauh dari kamu" ucap randy
"Jadi?" tanya randy
"Aku udah bilang sama adist biar gak mengganggu kamu lagi, jika itu terjadi aku akan melaporkan kan nya pada polisi" ucap randy
"Kamu ngancem dia?" kaget axsa
"Seperti waktu itu dia ngancem kamu" jawab randy
Axsa pun tersenyum
~Tunggu Kelanjutannya~
__ADS_1