
...*...
...*...
...*...
...mulai...
satu Minggu berlalu dan takemichi masih berada di tempat yang sama situasi yang sama dengan orang-orang yang sama juga
seminggu yang lalu ketika hanma menawarkan untuk bertemu dengan baji, takemichi menolaknya dengan kasar, dirinya masih agak bingung dengan apa yang terjadi dan dirinya tidak ingin orang lain lebih mengerti situasinya daripada dirinya sendiri
dia mencoba menyambungkan segala yang ia ingat dengan bekas luka yang ia miliki namun semuanya mencapai kebuntuan, ia berfikir apakah hanma berbohong
tapi jika hanma berbohong maka bekas luka yang ada di tubuhnya ini apa dan ekspresi hanma pada saat itu seolah bingung dan juga apa hakkai berada di kubu hanma sekarang
dunia berputar dan hanya dirinya sang seolah-olah tidak tahu waktu terus berjalan, buat apa dia hidup kembali, bahkan ia tidak tahu samasekali bahwa salasatu temannya yang di anggap telah meninggal itu masih hidup
selama lebih dari satu Minggu ini takemichi mencoba tidak memakan makanan apapun yang di berikan oleh hanma, hanma adalah orang yang sangat mencurigakan dan dia bukanlah orang bodoh yang bisa di sepelekan, tidak menutup kemungkinan kalau hanma memberikan sesuatu terhadap makanan yang akan dia makan
ia tidak takut kalau makanan itu memiliki racun, toh dia tidak akan mati dan dirinya juga tidak memerlukan makanan untuk terus hidup bisa di katakan takemichi bukanlah mahluk hidup seutuhnya
yang membuat dirinya sama dengan mahluk hidup lainnya adalah saat ia terluka dan mengeluarkan darah, dan ia juga merasakan rasa sakit, ia juga masih memiliki pemikiran dan insting untuk berfikir dan mempertahankan keberlangsungan hidupnya
setelah lima hari makanan yang di kirimkan hanma melalui bawahannya tidak di makan oleh takemichi, hanma menyuruh bawahannya untuk tidak memberi apapun lagi padanya
hanma tidak memberikan pakaian ataupun menyimpan barang yang bahkan biasa di simpan dalam sebuah kamar, hanya sebuah kasur satu lemari yang isinya hanya beberapa kain putih persegi panjang, satu meja dan dua kursi dan ya di sana juga terdapat satu kamar mandi
"tidakah ini terlalu agak berlebihan, kau akan di laporkan atas penculikan anak di bawah umur" ucap takemichi memandangi orang yang sekarang berada tepat di depannya
"kau pikir siapa yang akan melapor kehilangan anak? kau di bawa ke sini dalam bentuk abu dan tercatat kau telah mati sangat lama" balas hanma dengan senyuman mengejek yang berada di wajahnya
"kapan kau akan membiarkan aku pergi? aku tidak betah tinggal di sini, kau pikir aku ini apa? membiarkan aku terus hidup dalam ruang persegi ini tanpa ada yang bisa aku lakukan, dan dengan kau yang selalu mengawasi ku dua puluh empat jam, aku tidak tau apa yang kau mau, jika tidak ada perlu denganku lagi biarkan aku keluar brengsek " ucap takemichi dengan nada yang datar tapi juga dengan suara yang penuh akan kekesalan
" hehehe...... itu tidak mungkin! memerlukan waktu yang sangat lama untuk ku membuatmu berada di sini, dan apa yang ku pikirkan tentang mu?...... bagai mana jika aku berkata sebuah boneka indah penuh kenangan........
__ADS_1
jika teman-teman mu tau kau masih hidup dan ada di sini kira-kira berapa yang akan mereka bayar untuk melihatmu? kau seharusnya memang berada di sini di rawat dengan baik dan bersih tanpa noda sedikitpun, di simpan dalam lemari kaca dan hanya bisa di lihat oleh sebagian orang-''
BRAK...
sebelum hanma menyelesaikan seluruh ucapannya tiba-tiba takemichi menggebrak meja dengan sangat keras dengan wajah yang penuh emosi
''tutup mulutmu bajingan! aku bukanlah sebuah barang yang bisa kau perlakukan seperti itu, biarkan aku pergi bangsat'' sarkas takemichi
"yah kau hanya barang menurut ku, kau kira kau apa? aku bahkan ragu bahwa sebenarnya kau masih tetap mahluk hidup, kau memang bisa di artikan sebuah barang takemichi ''ejek hanma
''kau menjijikkan, kau adalah orang yang menjijikan aku sangat membenci mu, aku harap kau mati hanma''
'' doa mu sangat mengerikan tapi bisakah doa dari orang seperti mu di kabulkan.....yah dan pergilah berlari sejauh mungkin! itupun jika kau bisa tapi ingat setelah kau melangkah keluar dari kamar ini kau akan mati dan terbangun lagi di sini'' ucap hanma lalu mulai beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke luar
''heahahahaha....... aku selalu memerintahkan untuk anak buahku berjaga di depan dan bunuh saja orang Tak Dikenal jika keluar dari kamar ini, diam lah dengan tenang di dalam sini takemichi, tunggu sampai lemari kacanya jadi kau akan di pindahkan ke sana HAHAHAHAHA.......'' lanjut hanma yang melirik ke arah takemichi dengan senyuman mengejek yang menempel di wajahnya, sangat menyebalkan
*
*
*
di dalam sebuah pusat perbelanjaan seorang pria berambut hitam panjang dengan kunciran satu dan juga gigi taring yang terlihat keluar dari senyuman manisnya
dan juga pria lain yang memiliki rambut panjang dengan ikatan yang serupa namun warna yang sedikit berbeda, di tambah ia memiliki tato bergambar harimau yang berada di lehernya
"ne kazutora menurutmu aku lebih baik memilih puding yang mana? coklat atau ini rasa maca rasa baru, bagai mana menurutmu ?'' tanya pria berambut hitam
'' baji-san menurutku lebih baik tidak usah membeli puding untuk sekarang, kita perlu hemat!'' jawab kazutora tanpa menoleh ke arah baju dan hanya fokus untuk memilih bahan makanan dan membelakangi tempat puding yang sedari tadi menjadi fokus temanya
sesampainya di kasir saat akan memberikan barang Yanga akan di beli baji menyerahkan puding rsa coklat dan maca yang tadi ia bingung kan
''sudah ku katakan untuk berhemat kenapa kau malah mengambil keduanya ?'' ucap kazutora dengan wajah datarnya
''ayolah untuk kali ini saja, aku bingung untuk memilih jadi aku mengambil keduanya'' jawab baji
__ADS_1
''jika kau bingung, akan lebih baik jika kau tidak usah jadi mengambilnya, sudah kuduga akan seperti ini seharusnya aku tidak usah mengajakmu'' kazutora lalu membayar dan mengambil barang yang sudah di di jumlahkan dan di masukan ke dalam kantung kresek, dan lalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan baji yang langsung mengekor di belakangnya
*
*
*
sisi lain
sebuah mobil hitam melaju dengan santai dan lalu berhenti di depan sebuah rumah sederhana dan terlihat cukup nyaman
seorang pria keluar dari mobil tersebut, seorang pria dengan kulit sedikit gelap rambut pirang dan kacamata, lalu ia berlari ke sisi lain mobilnya dan membukakan pintu untuk pasangannya yang hendak keluar
seorang wanita cantik dengan rambut berwarna coklat ke merahan, dress berwarna biru laut dan senyumannya yang indah bagai matahari
ukuran tangan di lakuna oleh sang pria dan si wanita pun menerima uluran tangan tersebut, sang pria pun mengantar pasangannya hingga mencapai depan rumahnya
"terimakasih telah mengajakku jalan-jalan dan mengantarkan ku pulang ke rumah, aku tau kau selalu sibuk tapi kau selalu meluangkan waktu mu demi aku, aku sungguh berterima kasih'' ucap wanita tersebut
''tentu saja kau adalah kekasihku aku akan melakukan apapun untuk mu, aku berjanji untuk membahagiakan mu, membuat mu menjadi orang paling bahagia aku juga berterima kasih kau telah mau menerimaku'' ucap sang pria lalu mencium tangan sang wanita dan bisa terlihat cincin di jari manis keduanya yang menandakan keduanya telah bertunangan
sang pria menatap wanita yang ia cintai di depannya dan berkata
''hinata aku mencintaimu, aku akan menjaga mu dan berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu, aku janji akan selalu ada di sisimu'' ucap sang pria
sang wanita hanya menatap pria di depannya tanpa mengucapkan apapun sedangkan sang pria terlihat agak kecewa karena tidak mendapat balasan dari kata-kata nya, dan saat sang pria beranjak untuk pergi tiba-tiba sang wanita yang memiliki nama Hinata itupun bersuara
''kisaki-kun ......aku juga mencintaimu,..... hati-hati.......di jalan'' ucap Hinata
sedangkan kisaki yang mendengar itupun berbalik dan dan tersenyum lalu mengangguk, dengan hati yang bahagia dirinya masuk ke dalam mobil dan lalu pergi dari tempat itu
...*...
...*...
__ADS_1
...*...
...TBC ...