
...*...
...*...
...*...
...mulai...
"sebenarnya tidak ada hal penting yang ingin aku katakan, aku hanya ingin melihatmu dari dekat....sangat dekat tapi mau di lihat bagaimanapun, kau........sama sekali tidak tumbuh takemichi" hanma Shuji duduk di atas kursinya dengan senyuman yang tidak hilang dari bibirnya
ia berbicara pada orang yang berada tepat di depannya, dan berdiri juga orang lain di sebelahnya yaitu Shiba hakkai
"aku tidak akan bertanya apa yang terjadi padamu,...... tapi apa yang sebenarnya kau lakukan selama ini? kau menghilang dan aku menemukanmu beberapa tahun lalu berada di bawah sayap taiju, aku samasekali tidak menyangka bahwa kau berhasil sembunyi sangat lama dan aku tidak menyangka orang yang membantumu adalah taiju.......''
'' kau tau aku mencari mu, ya awalnya aku memang mengira bahwa kau memang benar-benar mati, namun aku memiliki orang yang dapat membantuku untuk membuktikan teori si Mikey itu...... kau tahu dia masih mencoba mencari mu''
''....... menurut ku itu keren! ........ yah itu bagus.... emmm....maksudku kau hebat.....kau dapat hidup kembali...... walau....... sudah jadi...... abu..!'' hanma terus mencoba mengajak takemichi mengobrol atau setidaknya dapat menghabiskan waktu malam mereka yang tersisa setelah lagi
namun takemichi hanya memandang hanma tanpa berniat menanggapinya, dirinya dalam mood yang tidak bagus saat ini ditambah lagi kehadiran orang yang selalu berbuat nya tidak tenang
'' apa yang kau inginkan, aku ingin pergi!..... kau tahu mukamu sangat menjijikkan aku tidak sanggup melihatnya terlalu lama'' ucap takemichi dan hanma yang mendengar kata itu hanya senyum-senyum sendiri tidak jelas
dalam pikirnya ia berkata lihatlah orang ini sangat angkuh, orang yang selalu memandang rendah orang lain dan menganggap dirinya seperti langit
''kurasa karna kau tidak suka di sini mari pergi ke luar untuk mencari udara segar aku tau bar yang bagus, kau bisa sambil reunian, di sana ada kazutora dan baji yang bekerja, kurasa mereka cukup baik untuk menjaga rahasia ini, kau juga pasti akan senang semua temanmu hidup bahagia sekarang'' ucap hanma ia lalu berdiri dari kursinya sambil melangkah untuk berjalan dahulu tidak memperhatikan raut wajah takemichi yang tersentak oleh ucapan hanma
''apa kau bilang'' takemichi sedikit mengeraskan suaranya ia tidak tau harus berekspresi seperti apa
'' lelucon ini sungguh tidak lucu bangsat, sialan dengan semua perkataan mu, kau terus mengoceh tidak jelas suaramu sungguh membuat kepalaku pusing, tidak bisakah kau biarkan aku pergi saja, aku muak dengan semua ini'' takemichi berdiri dan meludah meluangkan emosinya, sedangkan hanma ia berbalik dengan wajah yang bingung
''oi...oi tenanglah ada apa denganmu kau tiba tiba jadi marah, aku hanya mengajak mu bertemu teman mu jika kau tidak mau kita bisa ke tempat lain-''
__ADS_1
'' JANGAN BERCANDA......BERHENTILAH SOK PEDULI DAN JANGAN BAWA-BAWA NAMA TEMANKU.......JANGAN BERCANDA.... TADI KAU BILANG APA BAJI? BAJI-KUN ITU SUDAH MATI JANGAN MEMPERMAINKAN KU'' perasaannya campur aduk sekarang, ia membencinya dia membenci dirinya yang sekarang perasaan yang tak bisa di jelaskan luka penyesalan yang ia tutup sekarang terbuka lebar
sedangkan untuk hanma dan hakkai yang mendengar kata kata takemichi sungguh tidak bisa menyembunyikan raut wajah keterkejutan mereka
''apa yang kau katakan? kau tidak bisa berkata seperti itu'' hakkai yang dari tadi hanya terdiam mulai berbicara dengan dada sedu dan bingung
''Apa yang aku katakan? AKU BILANG BAJI SUDAH MATI, JANGAN PURA PURA BODOH KALIAN''sarkas takemichi
''wow..... tenanglah, mungkin karena sedikit benturan saat kau mati membuat isi kepalamu jadi abu-abu'' ujar hanma
''SIALLAN KALIAN BERDUA, JELAS-JELAS KALIAN BERDUA ADA PADA SAAT ITU, KALIAN JUGA MELIHATNYA! KAZUTORA-KUN MENUSUKNYA DAN DIA MATI OADA SAAT ITU, AKU MENGINGAT JELAS KEJADIAN ITU'' teriak takemichi semakin menjadi apa-apaan dengan semua ini, ini adalah sebuah keinginan yang tidak pernah ia harapkan
''ku rasa kepalamu mamang terbentur keras,.....biar ku perjelas takemichi baji tidak pernah mati bahkan ia tidak pernah tertusuk oleh kazutora dan apa yang kau katakan tadi, itu hanya ada dalam pikiranmu saja'' jelas hanma
''itu tidak mungkin'' ucap takemichi
''yang tidak mungkin itu adalah cerita mu, itu sangat tidak mungkin! cobalah lihat di bagian perut sebelah kanan mu! seharusnya luka itu masih ada'' hakkai berucap sambil meyakinkan dengan apa yang terjadi padanya
''apa apaan ini?, kapan aku memiliki bekas luka ini?'' kata takemichi dengan tatapan matanya yang membeku
''kau tidak ingat? kau tertusuk oleh kazutora saat akan menyelamatkan baji'' ucap hakkai
kepalanya sangat pusing untuk mencerna semua yang baru saja terjadi, namun yang dapat di pastikan adalah pertanyaan apakah baji benar-benar masih hidup?
saat ia menyentuh kepalanya dan mulai mengacak-acak rambutnya, ia merasakannya.... ada luka lain, ia mulai meraba-raba bagian belakang kepalanya, sebuah bekas luka jahitan, takemichi terus menerus merabanya tapi itu beneran sebuah bekas luka
''apa kau tidak tahu juga itu bekas luka apa?........... aku rasa itu benar'' ucap hanma
lalu takemichi pun bergegas menuju sebuah cermin untuk melihat pantulan dirinya sendiri, luka memar dan beberapa luka yang tadi baru saja ia buat perlahan mulai menghilang akan tetapi alangkah terkejutnya ia ketika melihat bekas luka lain yang seharusnya tidak ia miliki
ia memang memiliki Lika tusuk di telapak tangannya yang menembus ke punggung tangannya dan juga luka robek yang ia buat dari siku sampai pergelangan tangannya saat ia akan melakukan kontrak, dan sisanya jelas-jelas itu bukan lukanya
__ADS_1
bekas luka tusukan di bagian perut kanannya, kuka tembakan di bahu kirinya dan luka sayatan di tenggorokan bagian kiri, dirinya bertanya-tanya kapan ia memiliki bekas luka itu?
bekas lukanya tidak menghilang, bisa di pastikan jika itu adalah luka lama, setelah beregenerasi seharusnya semua luka yang ia miliki bisa menghilang kecuali luka yang ia buat sebelum saat melakukan kontrak ke dua
''aku benar-benar akan gila sekarang, apa yang aku lewatkan selama ini?, apa yang aku tidak tau?'' ucap takemichi
sedangkan hanma yang melihat memar-memar yang takemichi buat perlahan menghilang hanya bisa mengedip- kedipkan matanya tidak percaya, namun ia hanya dia dan tidak berkata apapun termasuk juga hakkai
*
*
*
di sisi lain
*sebuah bar*
"jadi kau memutuskan pergi ke sini setelah bertengkar dengan mitsuya?" tanya seorang bartender yang memiliki surai hitam panjang dengan sedikit garis kuning di bagian depannya, sebuah tahi lalat di bagian bawah matanya dan sebuah tato harimau di bagian lehernya
(kazutora hanemiya)
"yahhh...... dan kau tahu itu karena apa?.... aku memiliki janji dengannya bahwa aku akan membantunya, dia memintaku membelikan kain berwarna toska tapi aku membelinya warna hijau Jamrud dan dia tanpa sebab marah padaku, di mana salah ku?" ucap seorang wanita dengan surai coklat panjang
" ya..... mungkin seharusnya kau membelikan warna kain yang serupa dengan apa yang dia minta" ucap kazutora
" gimana lagi kan warna tersebut tidak ada di mana-mana, padahal warnanya sama saja sama-sama hijau, saat aku bilang begitu dia bilang aku kalau aku buta warna, sungguh menyebalkan'' ucap sang wanita
''wahh..... aku tidak harus bilang apa tapi kurasa orang sebelah sana juga pernah mengalaminya '' tunjuk kazutora pada orang pria berambut hitam panjang yang di ikat, dan orang yang merasa di tunjuk itu pun mengalihkan pandangannya
'' tenang saja yuzuha aku juga pernah, dia memintaku mencari kain berwarna mint tapi karena aku tidak tau mint itu warna hijau atau biru, jadi aku secara acak mengambil warna coklat'' ucap pria tersebut
__ADS_1
'' kau sungguh bodoh kei'' yuzuha