
...*...
...*...
...*...
...mulai...
5 Januari
setelah lima hari kejadian itu berlalu, dan semuanya berjalan sebagaimana mestinya tidak ada kejadian yang spesial setelah hari itu, tapi bagi beberapa orang dalam waktu lima hari ini menjadi hari yang cukup panjang dan sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali
di tengah malam seorang pria tengah duduk di atas kursi di dalam kamarnya, tidak ada yang dilakukan pria tersebut dalam beberapa hari terakhir kecuali memandangi sebuah guci yang berada di atas meja tepat berada di depannya
seorang pria jangkung yang memiliki rambut dua warna dan juga sebuah tato yang di tulis dengan huruf kanji di atas kedua punggung tangannya di tangan kiri bertuliskan tsumi yang berarti dosa dan yang kanan bertuliskan batsu yang belartikan hukuman
seorang pria yang bulan lalu juga bertemu dengan hanagaki takemichi dan membuat perkara dengannya, sekarang ia tengah duduk tenang dengan asap rokok yang keluar dari mulutnya
tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekatinya, dan sekarang orang tersebut pun berdiri tepat berada di belakangnya
''sampai kapan kau akan terus berada di sini dan memelototi guci tersebut?, mau sampai kapan pun kau terus berada di sini dan melihat guci itu dengan sabar tidak akan ada yang berubah, apa yang kau harapkan dari itu?'' tanya orang yang berada di belakangnya
''apa kau masih berfikir guci itu akan mengeluarkan orang yang sudah mati?, sungguh pemikiran yang sangat konyol hanma, tidak bisakah kau singkirkan pemikiran konyol mu itu dan mulai menyelesaikan tugas mu?'' tanya nya lagi,
mulai hening dalam beberapa saat dan lalu tiba-tiba orang yang dipanggil hanma itupun mulai mengeluarkan suaranya ''kau tidak mengerti jadi cobalah untuk sedikit mengerti, jika aku kembali dan meninggalkan dia sendiri nanti dia akan pergi lagi''
''apa yang bisa di lakukan benda mati?, ayolah benda itu tidak akan lari itu benda mati jangan berpikiran seperti orang stres sekarang!'' kata nya
''kau itu bodoh jadi kau tidak akan mengerti'' balas hanma, dan perkataan tersebut pun membuat orang yang berada di belakangnya menonjolkan perempatan di kepalanya
''kau mengatai ku bodoh?, kau bahkan lebih bodoh dan gila juga stres, tidak punya otak... dan bego juga, secara tiba-tiba menyuruh orang untuk mengambil sebuah guci yang berisikan sebuah abu, dan memaksa nya untuk mengambilnya secepat mungkin dan sekarang tidak ada yang kau lakukan kecuali memang benda itu'' sarkas nya
''kenapa kau sangat marah? memang kau tidak ingin melihatnya lagi? dia itu kan teman mu jangan lupa dia juga membantu kehidupan mu dan keluarga mu jadi lebih baik tidak ada salahnya kan untuk berharap? bisa jadi kan harapan itu jadi kenyataan'' ucap hanma sedikit melirik orang yang ada di belakangnya tersebut
setelah itu orang yang berada di belakangnya pun berjalan lebih dekat dan lalu duduk di kursi yang tepat berada di depan hanma
''dia memang temanku dan aku sangat berterimakasih kepadanya tapi yang ku yakini adalah dia telah mati bertahun tahun yang lalu, aku melihatnya sendiri dia yang bersimbah darah waktu itu tidak mungkin aku lupa, dan aku melihatnya dia telah tiada''
''apa yang kau lihat belum tentu benar'' hanma
__ADS_1
''dan yang kau anggap benar bisa jadi salah''ucap orang tersebut dan lalu menatap hanma dengan seksama
''kau tidak mengerti perasaanku sama sekali, tidak bisakah kau mengerti untuk yang satu ini, aku telah berusaha untuk ini dan-'' sebelum hanma meneruskan ucapannya tiba-tiba orang tersebut memotongnya
''-dan aku tidak peduli dengan perasaan mu itu..... dan lagi apa yang akan kau lakukan jika orang yang telah jadi abu ini hidup kembali?, menanyainya bagaimana ia hidup lagi?, atau bagaimana rasanya jadi abu dan berada di dalam guci,.... sungguh pertanyaan yang dikhususkan untuk orang yang sudah mati'' di kalimat terakhirnya orang tersebut menatap malas ke arah hanma
namun hanma hanya menatap orang tersebut seolah bertanya-tanya mengapa orang yang berada di depannya ini terlihat kesal, ia berniat untuk bertanya tapi ia kembali mengurungkan niat nya karena seketika orang yang berada di depannya tiba-tiba menatap horor dirinya
'' sebentar lagi saj-'' hanma
''tidak'' orang tersebut menegaskan '' jika kau tidak akan melakukannya sekarang juga aku akan memberitahu orang itu bahwa kau telah bertemu dengannya dan kau bahkan memiliki abunya sekarang, dan orang itu pasti akan langsung berges kemari'' lanjut nya, lalu ia pun berdiri dari duduknya dan bergegas pergi dari ruangan tersebut
setelah hening beberapa saat akhirnya hanma pun mulai bangkit dari kursinya dan berjalan kearah jendela, ia berdiri beberapa saat di sana dan lalu kemudian mulai mengunci seluruh jendela di kamarnya
ia berjalan ke arah lemarinya dan mengeluarkan sebuah buntalan kain putih dan meletakkannya di atas kasur dan lalu ia juga mengunci lemari tersebut, ia mulai membereskan kamarnya dari barang yang menurutnya bisa mengancam dan setelah itu ia kembali mendekat ke arah meja tempat ia meletakkan guci itu lalu berkata
''aku pergi dulu ya,....... Michi-chan'' ucap hanma sambil tersenyum menyeringai dan lalu pergi dari ruangan itu dan tidak lupa untuk mengunci kamarnya
*
*
*
"apa kau tahu? orang itu mati....bocah yang bersama taiju'' ucap seorang pria dengan rambut putih panjang yang sedang fokus pada komputernya tapi masih berusaha menghilangkan keheningan dengan berusaha untuk memulai percakapan dengan rekannya
'' apakah aku terlihat peduli?'' tanya sebal seorang pria yang sedang membaca sebuah buku dan memiliki rambut ubur-ubur, yang bernama Haitani rindou
''ya...ya...ya... itu benar sekali Rin tidak akan peduli apapun, begitu juga aku walaupun itu bocah yang sama aku tetap tidak ingin berurusan dengannya, mungkin jika kau membicarakan itu dengan bos pembicaraan kalian akan bertahan lama'' ucap pria lain yang memiliki surai ungu pendek, dia adalah Haitani ran Kakak dari Haitani rindou
''kau belum membicarakan ini padanya?,'' tanya seseorang bersurai hitam dan memiliki bekas luka di kepadanya yang bernama hito kakucho
mendengar pertanyaan itu pria bersurai putih panjang itupun menggelengkan kepala '' aku tidak memberi tahunya, aku pikir mungkin kalian tidak akan setuju jika aku memberitahukannya karena mungkin dia akan langsung mengarahkan sebagian besar orang untuk mencari,..... yang mungkin itu memang orang lain'' jawabannya
''itu akan lebih baik daripada mendengar mu terus mengoceh membicarakannya'' ujar rindou yang lalu di anggukki oleh kakak nya
''yahh... Tapi kan tetap mau bagaimana lagi?, dia sudah tertabrak mobil'' semua yang berada di sana langsung mengarahkan pandangannya pada ran selaku orang yang berbicara
''kau tahu?'' tanya pria bersurai putih panjang dengan bingung
__ADS_1
'' tentu saja, kau terus mengoceh tentangnya dan juga taiju bukan lah orang asing bagi kita, dan yah taiju memang tidak pernah membeberkan tentang anak itu dan juga pemakamannya di tiadakan, taiju bukanlah orang miskin yang akan melakukan upacara pemakaman sederhana tapi ini, dia tidak melakukan apapun setelah itu'' jelas-nya
''itu benar!, dan bukan hanya itu tapi..... sebenarnya abu dari mayat nya telah di curi tapi taiju tidak menyadarinya'' ucap pria berambut putih panjang
''kenapa kau berfikir seperti itu?......kau tahu tapi taiju tidak?'' tanya kakucho
''aku bisa menemukan informasi di manapun dan dari pihak taiju mereka tidak punya informasi itu jadi di pastikan bahwa taiju dan anteknya tidak ada yang tahu'' jawabannya
'' kau memiliki kecurigaan siapa yang memilikinya sekarang?'' tanya ran
''ya''
*
*
*
dari cctv kamar hanma 6 Januari 23.34 terlihat ruangan itu masih kosong dan tidak ada tanda-tanda siapapun akan masuk kedalam ruangan tersebut
tiba-tiba tanpa ada angin ataupun sesuatu yang menyentuhnya guci yang berada di atas meja tersebut mulai retak dan lalu
prang
guci itu pecah abu yang berada di dalamnya berhamburan kemana mana mengotori area sekitar
abu itu pun mulai bersatu kembali, abu yang berserakan tiba tiba langsung berkumpul di atas teras dan mulai membentuk bayangan laki-laki yang terduduk
lama kelamaan bayangan itu tidak seperti bayangan lagi mulai dan bentuk yang akurat seperti manusia dan lama kelamaan semakin jelas
di sana terlihat seorang bocah laki-laki yang terduduk dan lalu manik nya melihat ke arah di mana cctv itu di letakan
*
*
*
...TBC...
__ADS_1