kesalahan terbesar (takemichi)

kesalahan terbesar (takemichi)
masa Depa 1


__ADS_3

...*...


...*...


...*...


...mulai...


hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berganti, tahun demi tahun terlewati setiap musim datang gan pergi,dan waktu berlalu begitu cepat


5 Desember 2014


seorang pemuda terlihat sedang membaca sebua buku di dekat jendela yang terbuka dan dengan pakaiannya yang tipis tidak membuatnya menutup jendela tersebut karena kedinginan


tidak menghiraukan cuaca yang buruk dan udara yang dingin menyentuh kulitnya yang putih pemuda tersebut tetap melanjutkan acara membacanya sampai seseorang membuka pintu ruangan tersebut


seseorang bertubuh tinggi dan besar berada di ambang pintu menatapnya dengan tatapan tajam seperti orang yang akan meledak karena amarahnya


seseorang dengan rambut biru dua warna dan tangan yang sedang mengepal sebuah kertas dengan urat di tangan dan wajahnya yang terlihat menonjol


''HOY...'' orang tersebut memanggilnya lalu berjalan mendekati pemuda yang tengah terduduk di dekat jendela


pemuda itu menoleh, matanya sebiru dan sedalam lautan serta dengan surai yang berwarna keemasan dan kulit yang putih, hanagaki takemichi itulah namanya


''kau seharusnya mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum membukanya !, dimana sopan santun mu?'' Tanya takemichi


''persetan'an dengan sopan santun mu itu, yang lebih penting apa-apaan ini sudah ku katakan aku perlu berkas ini besok, dan kau belum mengerjakannya, sudah ku bilang untuk langsung mengerjakannya kenapa kau sama sekali tidak pernah mengerti?'' pria tersebut melangkah masuk beserta ocehannya yang sama sekali tidak di anggap serius


''oi kau mendengar ku tidak? aku sangat lelah yan memberi tahu mu, setidaknya jika kau masih ingin berada di sini bekerjalah dengan baik! setidaknya jadilah lebih berguna!'' ucapannya lagi


''ayolah taiju!!, tidak bisakah kau meringankan tugasku? aku itu hanyalah anak-anak yang masih perlu hiburan!'' balas takemichi


perkataan takemichi tersebut jelas membuat orang yang memiliki nama taiju tersebut menggeram kesal sampai membuat urat yang berada di dahinya semakin menonjol


''sialan!! berapa umurmu sekarang?, 22?, 23?, setidaknya jika tubuhmu tang tidak bertumbuh, otak mu lah yang berkembang! kau tidak akan terus menjadi balita yang harus terus ku beritahu kan?'' tanya taiju dengan emosi


''setidaknya jika kau ingin menasehati jangan merusak harga diriku, kau terus menerus mengoceh tentang seberapa buruknya diriku


seperti di dunia ini aku adalah mahluk paling tidak berguna di matamu-''

__ADS_1


''itu memang kenyataan, bahwa kau memang sebenarnya tidak pernah melakukan apapun kecuali duduk diam di dekat jendela sepanjang hari, menikmati secangkir teh madu hangat dengan biskuit, dan dengan buku yang menghibur di hari-hari orang lain penuh dengan kesibukan, kau harus tahu aku bukan pengurus'mu ataupun pengasuh'mu, setidaknya jadilah sedikit berguna! jangan seenaknya hidup seperti benalu di sini!'' geram taiju


ya setidaknya ia tidak di usir secara langsung, tatapi perkataan nyata taiju memang selalu sangat menyakitkan jika di dengar secara langsung, bagi orang waras lainya mungkin mereka kan pergi karena tidak ingin merepotkan orang lain


akan tetapi ini sesuatu yang sangat berbeda, mau apapun yang di ucapkan taiju padanya ia sama sekali tidak pernah mengartikannya dengan baik, sampai menjadi orang yang tak tahu malu seperti sekarang


''tidakah perkataan mu terlalu kasar?, secara umum aku Memang berumur sekitar 23 tahun tapi secara fisik aku masih di bawah umur setidaknya berbicaralah sedikit lebih lembut!, bicara kasar pada anak itu tidak akan baik bagi kesehatan mental anak!!'' nasehat takemichi dan tentu dengan senyuman manis yang membuat taiju sangat ingin memukulnya


''lagi pula kau bukan anakku!''taiju


''aku memang bukan anakmu, siapa juga yang ingin punya ayah seperti mu?'' balas takemichi


''memang benar seharusnya dari dulu aku mendengarkan apa katanya untuk menyerahkan mu ke panti asuhan saja, aku tidak akan pusing untuk mengurus satu ekor benalu seperti sekarang ini'' taiju


''hey..... ayolah aku ini teman mu jangan bicara seperti itu, aku orang dewasa umurku 23 sekarang, kau tidak bisa membawaku ke panti asuhan sekarang, aku orang dewasa!'' elak takemichi, memang siapa juga yang ingin pergi ke panti asuhan jika ia masih bisa hidup enak di sini


''kalau begitu kerjakan berkasnya sekarang! kalau tidak selesai sampai nanti malam aku akan mengirim mu ke panti asuhan, anak berusia 16 tahun masih bisa masuk ke sala loh'' ucap taiju sambil tersenyum dan memberikan kertas-kertas yang ia bawa dan lalu pergi begitu saja


''hahhh....di dunia ini memang sangat sulit nya mencari kehidupan yang gratis'' keluh takemichi sambil melihat ke arah luar jendela


'aku sebenarnya sangat tidak ingin berada di sini karena ocehan taiju, tapi aku juga tidak bisa mencari tempat lain untuk aku tinggali, aku tidak bisa hidup sendiri karena aku juga harus bekerja keras untuk kelangsungan hidupku, aku tidak bisa pergi meminta temanku yang lain untuk membantu, mereka tau kalau aku sudah mati sangat tidak mungkin aku datang ke tempat cifuyu dan berkata ,,aku takemichi aku masih hidup dan aku ingin menumpang hidup padamu cifuyu,, hahhh itu kata kata yang bodoh' batin takemichi


*


*


*


ketika malam harinya takemichi sedang berjalan menuju kamar taiju untuk menyerahkan berkas yang telah ia kerjakan dan setelah ia sampai di depan kamar taiju ia langsung membukakan pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu


disana takemichi melihat taiju yang berpakaian rapih dan terlihat untuk siap-siap pergi


''kau akan kemana? mau pergi kemana? kau tidak mengajakku? padahal aku sudah mengerjakan tugasku sesegera mungkin'' ucap takemichi dengan wajah sedihnya yang sangat jelas seperti di buat-buat


''aku akan pergi ke gereja, lagi pula kau tidak pernah mau ikut jika ku ajak'' jawab taiju acuh sambil mengambil berkas yang berada di tangan takemichi


taiju hanya melihat-lihat berkas tersebut lalu menyimpannya di atas meja dan lalu memfokuskan perhatiannya pada takemichi


''mau ikut?, setidaknya untuk kali ini!!, kita bisa mampir ke minimarket ketika kembali dari sana..... untuk membeli makanan yang kau suka, untuk kali ini saja setidaknya kau kau masuk dan berdoa '' mata taiju tiba-tiba sedu saat mengatakan hal tersebut sambil menatap takemichi

__ADS_1


''tidak....tidak akan, untuk apa? untuk apa aku berdoa? aku tidak membutuhkan sesuatu yang tidak nyata untuk aku percaya seperti itu


aku tidak membutuhkan mereka, dan aku tidak akan percaya mereka entah itu dewa ataupun tuhan!'' jawab takemichi yang menatap tajam kearah taiju


taiju yang mendengar perkataan tanpa coba berfikir ulang itupun jelas sangat marah, takemichi yang melihat kekesalan taiju pun langsung beranjak untuk pergi tapi tiba-tiba tangan besar itu meraih tangannya dan menghentikannya dari langkahnya


''lalu apa yang kau percaya? iblis?, mahluk yang membuatmu seperti ini? bukalah matamu mereka itu mahluk yang menyesatkan, kau masih bisa kembali ke jalan yang benar-'' sebelum menyelesaikan ucapannya tiba-tiba takemichi langsung menyela, menyingkirkan tangan taiju dan berkata


''aku lebih percaya mereka daripada mahluk yang kau sembah!'' takemichi beranjak pergi dari sana


''aku mengerti setidaknya ayo pergi ke luar setidaknya ketika pulang kita pergi ke minimarket dulu'' ucap taiju meyakinkan dan hanya takemichi lalu mengangguk


*


*


*


saat berada di halaman gereja mereka menghentikan mobil, taiju lalu berkata


''kau beneran tidak ingin mas-''taiju


''tidak'' jawab singkat takemichi dan setelah itu taiju hanya meninggalnya di dalam mobil dan langsung pergi memasuki gereja yang tampak kosong itu


takemichi melihat punggung taiju yang menjauh dan karena merasa taiju akan sedikit lama di dalam ia pun keluar dari mobil untuk merokok


takemichi berdiri di dekat mobil yang tadi ia naiki dan menyesap rokok yang ia bakar, sampai seseorang mendekatinya


''sedang apa kau di sini? setidaknya setelah sampai sini masuklah kedalam dan berdoa!


mungkin itu bisa menghilangkan sedikit dosamu'' ucap orang tersebut


...*...


...*...


...*...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2