
...*...
...*...
...*...
...mulai...
(takemichi pov)
aku membuka mataku dan aku mulai mencoba membuat kesadaran ku kembali, aku terduduk di sebuah lantai dan tidak ada sehelai kain pun kau di tubuhku
aku mulai melirik sekitar untuk mencair kan suasana hatiku yang baru terbangun, pandangan ku tertuju pada pecahan sebuah guci yang berserakan di dekatku
aku membelalakkan mataku dan aku tersentak karena kaget, aku melihat ke sekitar dan ya sebua cctv, aku memelototi cctv tersebut karena kesal, aku mulai mengamati sekeliling dan aku sadar ini bukan tempat di mana seharusnya ia berada
ini bukanlah tempat taiju, pantas saja sebelum aku sadar sepenuhnya terasa ada yang janggal dengan tempat di mana aku di tempatkan ini, jika ini bukan di tempat taiju lalu di mana?, dan juga taiju tidak akan pernah berani untuk memasang cctv di dekat ku
setelah beberapa saat aku memaksa pikiran ku untuk terus berfikir keras aku melonjak kaget seketika, aku mencoba bangun untuk berdiri tapi setelah beberapa langkah kakiku tidak bisa menahan tubuhku dan aku kembali jatuh dan terduduk
aku berjuang kembali untuk bangun, dan melangkah kakiku untuk mengambil sebuah buntalan kain putih yang tidak jauh dari sana untuk menyelimuti diriku
aku mulai berlari ke arah pintu untuk mencoba keluar dan saat aku sampai di sana untuk membukanya ternyata benar saja pintunya di kunci dari luar
''sialan.....sialan.....sialan, hanma sialan aku tau pasti bajingan itu yang melakukan ini, apa si sebenarnya yang di inginkan oleh bajingan itu?'' aku menggerutu kesal
aku mulai melihat ke sekitar aku melihat jendela, ya jendela aku bergegas mendekati jendela tersebut dan ya jendelanya juga di kunci, aku mulai mencari ke segala penjuru berharap aku menemukan kunci untuk membuka jendela dan itu sia-sia tidak ada apapun di sini, bahkan di sini tidak ada barang-barang yang seharusnya di letakan di sebuah kamar hanya sebuah kursi dan meja, dan itu berat aku tidak ingin melempar benda itu ke arah kaca
dan apa yang harus dilakukan sekarang mendobraknya? saat aku melihat-lihat kacanya itu kaca anti peluru, yang benar saja apa yang harus ku dobrak sekarang, pintu besinya atau kacanya, aku benar-benar sudah tamat sekarang
'haruskah aku mati lagi? itu pilihan bodoh orang yang berada di balik cctv itu mungkin sudah mengabari hanma akan hal ini dan diriku tidak punya banyak waktu'
'haruskah aku diam dan menunggu? seperti orang lemah yang tidak berusaha apa-apa dan bersiap menunggu ajal menjemput, jangan gila aku tidak mau'
'mencari lagi kuncinya seperti orang gila, aku tau kuncinya tidak akan ada di sini'
'haruskah aku pura-pura bersantai dan beranggapan seolah ini bukan hal yang besar, ini hal besar sialan jantungku terasa pendarahan ke perut'
'apa aku tidur saja dan melupakan semuanya seolah-olah aku amnesia?'
'haruskah aku bertingkah pura-pura ketakutan dan bilang aku tidak tahu apa-apa atau aku tidak ingat apa-apa sungguh, bertingkah aku tidak mengerti apa yang terjadi,.....yah menjijikkan '
__ADS_1
aku mulai mundur beberapa langkah dan lalu aku berlari untuk menabrakkan diriku pada kaca tersebut dan yah tidak terjadi apa-apa tidak ada kerusakan pada kaca itu, pemikiran paling konyol yang pernah aku dapatkan
sakit rasanya tidak jauh berbeda saat dirimu menabrakkan diri pada tembok, aku tidak bisa tenang sama sekali aku tau itu tidak akan berarti apa-apa tapi aku terus mengulanginya lagi dan lagi
sampai aku mendengar suara langkah kaki dari luar, sepasang kaki? tidak, ada dua yang satunya sangat samar, jantung ku berdetak kencang tidak bisakah jantung ini berhenti saja rasanya aneh aku menjadi orang yang waspada sekarang
aku memukul-mukul kacanya dan menabrakkan diri beberapa kali juga aku tidak menghiraukan rasa sakit yang ke dapatkan, sampai suara bunyi kunci pintu yang di buka menghentikan aktivitas ku, sampai aku mendengar suara menggelikan penuh kebahagiaan yang memanggil nama ku
''michi-chan''
(pov end )
orang itu masuk dengan seringaian lebar yang berada di wajahnya yang berseri-seri, ia melangkah masuk dengan orang lain yang berada di luar di balik pintu
"aku tahu...aku tahu....kau benar-benar kembali, haruskah aku ucapkan selamat atas kehidupan barumu saat ini?''ucapnya
takemichi lalu berbalik perlahan dan menatap tajam orang tinggi yang berada di depannya
''apa yang kau inginkan hanma?''
sedangkan orang yang di beri pertanyaan tersebut malah mengeluarkan dahinya saat melihat penampilan takemichi, tubuh yang terbalut kain putih, luka lebam di beberapa area tubuhnya dan darah yang berasal dari tangannya yang tadi ia gunakan untuk memukul-mukul kaca
''michi kau terluka? aku tidak tau kau akan begitu bodohnya mencoba menghancurkan sebuah kaca, tubuh lemah mu bahkan tidak bisa di bandingkan dengan sebuah kaca saking lelahnya'' hanma mencoba memprovokasi takemichi yang saat ini memang melihat tajam ke arahnya
''duduklah dulu! ingin minum? kopi? teh? atau....susu? apa yang kau suka?" tanya hanma, beberapa saat tidak ada jawaban dari takemichi dan hanma pun kembali bersuara
"ahhh.....ya aku lupa kau kan sangat suka coklat panas, apa mau itu? haruskah aku membawakan permen coklat juga?" seketika takemichi kaget dengan apa yang di katakan hanma
Ia tidak pernah bertemu atau bersantai di dekat orang lain dan hanya taiju dan orang itu? yang tahu akan hal ini, takemichi tetep menyangkal apa yang ia pikirkan tentang hal yang satu ini
"apa yang kau inginkan sialan? aku tidak bisa berada lama di sini aku harus pergi"takemichi
"pergi? pergi ke mana? kau tidak akan bisa pergi" ucap hanma yang mulai melangkah ke dekat meja dan lalu duduk di atas kursi yang ada di sana
"itu bukan urusanmu biarkan aku pergi kemanapun!!" ucap sinis takemichi
"jika kau bisa maka lakukanlah !!" hanma berucap sambil melirik ke arah pintu yang terbuka
"kau pikir aku bodoh kau menempatkan orang lain di luar sana untuk langsung menyergap ku ketika aku keluar" emosi sangat tergambarkan saat takemichi berkata demikian
hening sejenak dan lalu hanma tertawa" hahahaha...hahahaha haha apa kau dengar itu? sudah ku katakan masuk saja dari tadi dia sudah tau kau di sana" ucap hanma pada orang yang berada di luar
__ADS_1
dan lalu orang itu pun masuk, orang dengan perawakan jangkung dan surai biru tua ke hitaman uang agak panjang dan lalu bekas luka di bagian bibirnya
""hai.... takemichi" ucap orang itu dengan nada sedu, dan takemichi yang memandang tajam orang tersebut dan rasa terkejut akan kehadiran orang itu di sini
"Shiba hakkai" takemichi
*
*
*
di tempat lain terlihat taiju yang sangat marah hampir segala benda yang berada di sekitarnya ia hancurkan
''ini benar-benar sangat tidak mungkin bagiamana bisa gucinya hilang, kalian yang berjaga di sini dari lima hari yang lalu, aku tidak tahu kalian akan dengan bodohnya kehilangan guci itu'' ucap taiju pada dua bawahannya
''maaf tuan kami berada di sini dari lima hari yang lalu dan kami selalu memastikan tidak ada yang masuk sedalam ruangan ini tuan'' ucap salasatu bawahan taiju
''TERUS BAGAIMANA GUCINYA BISA HILANG KALAU TIDAK ADA YANG MASUK KEDALAM, KATAKAN SIALAN KENAPA BISA HILANG?!'' teriak taiju
sungguh taiju suasana hati taiju sangat tidak baik dalam beberapa hari ini, dimulai dari perkataan yang penuh tanda tanya dari temanya yang terus menghantuinya, lalu dengan pekerjaan yang tidak bisa dengan konsisten ia kerjakan karena kejadian beberapa hari lalu dan sekarang saat ia akan mengunjungi kembali temanya yang sudah menjadi abu ini abunya menghilang
dan itu berhasil membuat pikirannya semakin kacau, bahkan setelah mati dan menjadi abu temanya tetap selalu membuat kepalanya panas, menghilang di saat waktu yang tidak tepat
''tapi tuan sekitar tiga hari yang lalu ada yang masuk ke dalam tapi ia berkata itu atas perintah tuan'' ucap salah satunya
dan seketika itu membuat taiju semakin emosi
''siapa? KATAKAN SIAPA? AKU TIDAK PERNAH MEMINTA SIAPAPUN UNTUK MASUK KE RUANGAN INI'' taiju berucap dengan penuh emosi dan langsung memegang kerah baju yang di kenakan salasatu bawahannya
''t-tuan h-hakkai dia masuk ke sini karena di suruh mengambil barang dan ia berkata itu atas perintah tuan, saya tidak tau pasti apa yang di ambil karena ia menutupinya dengan kain '' ucapnya
tanpa basa-basi lagi taiju langsung melayangkan tinjunya ke wajah bawahannya hingga bawahannya terhuyung dan mundur beberapa langkah
''hakkai''
...*...
...*...
...*...
__ADS_1
...TBC...