kesalahan terbesar (takemichi)

kesalahan terbesar (takemichi)
hanma


__ADS_3

...*...


...*...


...*...


...mulai...


''Sedang apa kau di sini? setidaknya setelah sampai sini masuklah kedalam dan berdoa!


mungkin itu bisa menghilangkan sedikit dosamu'' ucap orang tersebut


''diamlah bajingan!!'' ketus takemichi


''ayolah jangan begitu marah padaku, aku hanya bercanda'' orang tersebut tersenyum pada takemichi namun kelihatannya takemichi agak tersinggung dengan perkataan orang tersebut dan lagi ia masih kesal dengan taiju


''jika tidak ada yang ingin kau lakukan. lebih baik jangan menggangguku, pergilah!!'' titah takemichi


''ayolah Michi-chan tidak usah semarah itu, aku hanya kebetulan lewat, sungguh!, aku hanya lewat sini dan tidak sengaja melihat seorang bocah, bocah yang sama seperti bocah yang melakukan kekacauan dan bunuh diri sekitar 7 tahun yang lalu......


aku bertanya-tanya apakah ini benar-benar bocah yang sama?'' ujar pria tersebut dengan seringaian ketika melihat wajah takemichi yang tersentak


''jika tujuanmu hanya untuk menggangu maka pergi saja sialan!!'' namun alih alih pergi orang tersebut malah semakin mendekat ke arah takemichi


''semuanya sama persis warna mata, rambut, suara, nada bicara, tinggi, ukuran, dan bahkan tatapan tajam menghinanya masih sama persis aku Takan pernah lupa akan kejadian itu dan detail orang yang menjadi pelaku kekacauan'nya '' ucap orang tersebut


''pergila hanma aku tidak punya urusan dengan mu!'' takemichi agak sedikit was-was karena orang bernama hanma tersebut terus berjalan mendekatinya


dikarenakan saat itu musim dingin tentu tidak akan ada banyak orang yang berlalu-lalang dan termasuk tidak akan ada yang akan lewat ke dekat mereka, dan sebisa mungkin takemichi agak menjaga jarak dengan hanma di karenakan taiju masih berada di dalam gereja


''apa yang kau ingin kan?'' tanya takemichi


''yangku inginkan?, entahlah....banyak sekali setelah mendapatkan mu kurasa aku bisa menjual mu sebagai bocah yang masih bisa hidup setelah mati, mungkin akan ada orang yang mau meneliti mu?, atau sebagi orang kepercayaan dari taiju.....

__ADS_1


atau mungkin aku bisa menjual mu pada Mikey, dia orang yang percaya kau masih hidup, jika aku menjual mu padanya dia akan rela mengeluarkan uang berapapun jika itu kau yang aku berikan padanya '' setelah hanma mengatakan hal tersebut di depan takemichi, takemichi dengan segera langsung mengarahkan tendangannya ke arah hanma


tapi tanpa di sangka hanma dengan sigap langsung menangkisnya dengan tangan kirinya


''yah kurasa kau memang jadi jauh lebih lemah daripada saat itu, apa itu karena dirimu yang tidak bertumbuh, atau karena kematian, atau mungkin karena tidak akan ada orang yang mati?, jika aku tahu tendangan mu selemah ini aku tidak akan menangkisnya,.... langsung ku tangkap lalu ku banting, setelah itu semuanya berakhir'' ucap hanma


''SIALAN APA SEBENARNYA KAU HARAPKAN, BAJINGAN? TIDAK BISAKAH KAU BIARKAN AKU SENDIRI?'' ucap emosi takemichi


bukan sekali dua kali kejadian seperti ini terjadi, orang yang hadir bahkan saat sangat tidak di inginkan datang, orang yang bahkan selalu ada di saat takemichi sedang sendiri seolah dia tahu kapan takemichi akan sendiri


''mobilku ada di sebelah sana tidak jauh dari sini, ingin berjalan sendiri, atau harus aku yang melakukannya agar kau sampai ke sana?'' hanma menunjuk ke arah mobil hitam lain yang jaraknya tidak berada jauh dari tempat mereka berada


''aku menolak, apa yang akan kau lakukan, hah?''takemichi tersenyum remeh ke arah hanma dan setelah itu tiba tiba hanma langsung menerjang ke arah takemichi


hanma mengarahkan tangannya untuk meraih takemichi akan tetapi suatu pukulan tiba-tiba mengarah padanya dan mengenai wajahnya


taiju memukul wajah hanma dan memandang tajam padanya


''oh.... kau sudah kembali? seharusnya kau berdoa di dalam agak sedikit lebih lama lagi kalau begitu aku akan langsung pergi saja, dadah Michi-chan'' hanma melangkah pergi sambil melambaikan tangannya ke arah mereka berdua


''apa yang kau lakukan? kita tidak bisa membiarkannya, dia bahkan selalu ada di saat aku sendirian jika terus seperti ini dia aka-'' takemichi


''takemichi dia tidak datang sendirian, kita tidak bisa gegabah untuk menghadapinya hanya dengan kita berdua, lihatlah di sekitar kita!, lebih baik kita pergi saja, ayo !'' ucap taiju mencoba membujuk


takemichi hanya langsung melepaskan tangan taiju darinya dan lalu langsung masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang sangat marah


di saat di perjalanan takemichi tidak mengatakan apapun dia hanya diam sambil melihat ke luar jendela mobil


''aku tau kau pasti sangat kesal, tapi mau bagaimana lagi kita hanya bisa langsung pergi sebelum semuanya semakin memburuk'' taiju


''ya langsung pergi seperti seorang pengecut!'' takemichi


''ayolah takemichi Jangan kekanak-kanakan'' ucap taiju

__ADS_1


''kau tidak seperti dulu, kemana perginya taiju yang pemberani tak kenal takut, sekarang terganti okeh seseorang yang pengecut'' ucap takemichi dengan nada mengejek


''kau juga tak seperti dulu, dulu orang pantang menyerahnya dengan sejuta tekad orang yang mampu berfikir untuk mempertahankan apa yang ia miliki saat pertama kali kita bertemu, kau yang mencoba melindungi kekasihmu, dan juga kau yang mencoba membela adikku, takemichi yang membantu menyelamatkan orang lain berusaha untuk teman-temannya namun sekarang kurasa takemichi benar-benar telah mati saat ia menjatuhkan diri dari gedung, kau sangat berbeda, kau tidak seperti dirinya'' taiju sekilas melihat wajah terkejut dari takemichi namun setelah mengatakan hal tersebut takemichi berhenti bersuara untuk mengomentari apa yang di katakan taiju


''aku tidak pernah berfikir bahwa kau akan bisa membunuh begitu banyak orang hanya karena tujuanmu, yang bahkan entah apa tujuanmu, sekarang maupun dulu tidak ada yang berubah sama sekali, kecuali dirimu'' lanjut taiju


*


*


*


di tempat lain di sebuah ruangan seorang pria berambut putih agak panjang dengan tato bergambar hanafuda di kepalanya tengah memfokuskan pandangannya pada komputer yang berada di depannya


setelah itu ia berkata pada orang lain yang berada di dalam ruangan yang sama dengannya, orang dengan rambut berwarna hitam dan dengan bekas luka yang berada di atas kepalanya


"kakucho apa kau tidak curiga bahwa sebenarnya orang itu masih hidup" tanya si surai putih pada rekan kerjanya yang bernama kakucho


"tidak... jelas-jelas aku melihatnya sendiri bahwa dia telah mati, itu tidak mungkin salah, jangan pernah mengungkit orang itu lagi, setelah melakukan semua hal tersebut ia bahkan pergi tanpa berkata apapun'' ucap kakucho


''dari dulu dia memang orang yang sulit untuk di tebak, apakah setelah kematiannya dia akan membuat aksi yang sulit di tebak lagi'' ucap orang bersurai putih panjang sambil melihat ke arah layar yang sedari tadi ia perhatikan


seorang pemuda terlihat dari layar tersebut tengah berdiri dan dan berjalan kesana kemari dan pada akhirnya pemuda tersebut terlihat sedang berbicara dengan seseorang


pria bersurai putih itupun terus memperhatikan tayangan cctv dari salasatu perusahaan yang telah ia sabotase


''taiju siba''..... gumamnya


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


...TBC ...


__ADS_2