Kesatria Sihir Hitam Putih

Kesatria Sihir Hitam Putih
Menetasnya telur Naga dan Memberikan Nama


__ADS_3

Keanehan yang di rasakan oleh Kuzo sebelumnya, adalah saat dia menyelam dan menggunakan sihir deteksinya di dalam danau, ia tidak menemukan satu pun monster di dalamnya


'kenapa tidak ada monster sama sekali? Dengan kepadatan mana yang di miliki oleh danau ini seharusnya ada monster kuat yang tinggal di dalamnya, tapi kenapa ini sama sekali tidak ada monster satu pun? Ini aneh sekali. Sepertinya aku harus menyelam lebih dalam untuk mengeceknya, mungkin saja monster-monster nya sedang bersembunyi di bawah sana' ucap Kuzo di dalam hatinya


Dengan begitu Kuzo pun menyelami danaunya lebih dalam lagi dan kemudian mengunakan sihir deteksi nya kembali, tetapi Kuzo tetap saja tidak dapat mendeteksi satu pun monster di dalamnya


'sebenarnya apa yang sedang terjadi disini? Kenapa aku tetap saja tidak menemukan monster satu pun?' ucap Kuzo di dalam hatinya


Dengan kebingungan dan juga penasaran Kuzo pun menyelami danau hingga mencapai dasarnya, di dasar danau alangkah terkejutnya Kuzo karena ia menemukan sebuah core monster yang sangat besar dan di penuhi dengan mana


'wah, core monster yang besar sekali. Dengan ukurannya yang sebesar itu apa mungkin kepadatan mana di danau ini di sebabkan oleh core ini?' ucap Kuzo di dalam hatinya


Kemudian Kuzo pun mencoba menyentuh core itu dengan tangan kirinya, saat Kuzo menyentuh core nya tiba-tiba lambang kepala naga di tangannya bersinar


'Apa? Kenapa ini bersinar?' ucap Kuzo di dalam hatinya


Merasa sesuatu akan segera terjadi Kuzo pun dengan sekuat tenaga kembali ke permukaan air, dan pergi ke tepian danau untuk menemui Serina


"Ah..kak Kuzo kamu sudah kembali, bagaimana? apakah ada Monster di dalam danau?" Ucap Serina saat Kuzo sampai di tepi danau


"Tidak ada Monster di dalamnya, tapi aku merasa sesuatu akan segera terjadi, jadi kita harus segera pergi dari sini" ucap Kuzo


Serina pun bertanya kembali "sesuatu? Maksud kakak sesuatu seperti apa?"


"Aku juga tidak tahu, aku hanya merasa ini akan berbahaya" ucap Kuzo


Di tengah pembicaraan mereka berdua, telur Naga tiba-tiba keluar dari tas dan menggelinding masuk ke dalam danau tanpa sepengetahuan Kuzo maupun Serina, Tidak lama setela itu tiba-tiba sebuah ledakan muncul dari dalam danau dan memunculkan telur Naga serta core yang di lihat Kuzo di dasar danau. Mereka berdua yang melihat kejadian itu pun kaget dan saling menatap satu sama lain


"Serina kenapa telur Naga itu bisa ada di sana? Apakah kau memasukan telur itu ke dalam danau?" Tanya Kuzo Kuzo


"Tidak, bukan aku. Aku bahkan belum menyentuh telur itu hari ini" jawab Serina


"Lalu bagaimana bisa telur itu ada di sana (mengambang di atas air danau bersama dengan core)? Ucap Kuzo


"Aku juga tidak tahu" ucap Serina


Kemudian tiba-tiba core itu bersinar dan mengeluarkan mana untuk menyelimuti telur Naga, keduanya pun mulai beresonansi


"Kak Kuzo haruskah kita pergi sekarang?" Tanya Serina


"Aku tadi memang mengajak untuk segera pergi karena mungkin akan terjadi sesuatu yang berbahaya, tapi di kondisi ini kita tidak harus pergi karena telur Naga masih berada di sana, jadi kita bersembunyi dulu saja" ucap Kuzo


Mereka berdua pun bersembunyi di balik sebuah batu di dekat danau itu, sambil melihat telur Naga dan core yang saling beresonansi. Satu jam pun telah berlalu dan terlihat bawah core nya kehilangan cahayanya perlahan-lahan, lalu kemudian retak dan hancur seketika

__ADS_1


"Bagaimana kak? Apakah akan ada bahaya?" Tanya Serina


"Aku juga tidak tahu, jadi kita amati saja dulu" Jawab Kuzo


Setelah itu telur Naga nya malah semakin bersinar lebih terang saat masih di atas permukaan air dan kemudian menetas perlahan, mengeluarkan seekor bayi Naga di dalamnya


'Telur Naga nya menetas?' ucap Kuzo di dalam hatinya


Tidak lama kemudian Naga kecil itu melayang kembali ke tepian danau. Melihat itu Kuzo pun mengajak keluar Serina dari bersembunyi untuk mendekati bayi Naga itu


Kemudian bayi Naga itu membuka matanya dan melihat ke arah Kuzo serta Serina


"Wah...indah sekali. Naga kecil itu memiliki penampilan yang cantik dengan warna seputih salju dan mata yang berwarna merah cerah sepertimu kak" ucap Serina saat melihat Naga kecil itu


"Yaa, kau benar...." Ucap Kuzo


"Wahhh, aku jadi ingin memeluknya, dia sangat imut sekali" ucap Serina dengan kegirangan


Tidak lama setelah itu Naga kecil itu mendekati Kuzo dan melihat Kuzo, seakan-akan meminta pada Kuzo untuk mengendong nya


"Kak, sepertinya dia ingin di gendong olehmu. Apakah dia menganggap mu sebagai orang tua nya?" ucap Serina


Kuzo pun mengangkat Naga kecil itu dengan kedua tangannya dan berkata "ya, mungkin begitu"


Serina yang melihat itu pun kaget dan kemudian bertanya pada Kuzo "kak kenapa tangan kirimu bersinar? Gambar apa itu, seperti kepala Naga? Kak Kuzo kapan kamu memilikinya? Aku baru mengetahuinya sekarang"


'gawat, aku lupa memakai sarung tanganku kembali setelah menyelam dari dalam danau' ucap Kuzo di dalam hatinya dengan panik


"E-eh..aku tidak tahu, mungkin ini baru saja muncul, sebagai tanda bahwa bayi Naga ini menganggap ku sebagai orang tua nya" ucap Kuzo sebagai alasan


"Apakah begitu? Tapi kenapa di tanganku tidak muncul gambar kepala Naga juga?" Tanya Serina


"Eh...kenapa?" Ucap Kuzo


"Kenapa? Bukankah kakak memiliki gambar kepala Naga di tanganmu karena Naga kecil ini menganggap mu sebagai orang tua nya, tapi kenapa aku tidak mempunyai nya? Apakah dia tidak menganggap ku sebagai orang tua nya juga? Padahal tadi dia melihat kita secara bersamaan" ucap Serina dengan sedikit sedih


'apakah aku membuat kesalahan, dengan membuat alasan bahwa lambang kepala Naga ini adalah tanda bahwa Naga kecil ini menganggap ku sebagai orang tua nya?' ucap Kuzo di dalam hatinya


Kemudian Kuzo pun mencoba mengalihkan pembicaraan dengan berkata "sudah tidak usah di pikirkan, bagaimana kalau kita memberikan nama padanya?"


"Ya, sebuah nama. Kita harus memberikan nama yang bagus dan indah padanya" ucap Serina dengan semangat


'fyuh... Untung saja aku bisa mengalihkan pembicaraan, jika tidak pasti akan gawat bet' ucap Kuzo di dalam hatinya

__ADS_1


"Baiklah Serina, apa kau punya saran nama yang bagus?" Tanya Kuzo


"Hum... Apa ya? Tunggu sebelum itu. Apa kakak sudah mengetahui kelaminnya?" Ucap Serina


"Oh... benar juga, mari kita lihat...hmm dia perempuan" ucap Kuzo sambil mengeceknya


"Begitu ya, bagaimana kalau namanya Lulu? Atau mungkin Lina? Ria? Bela? Driya? Hemm aku tidak bisa memikirkan nama lain, bagaimana denganmu kak? apa kau punya saran?" Ucap Serina


"Emm....mari kita lihat, bagaimana kalau Elina?" Saran Kuzo


"Elina? Yaa, itu nama yang bagus, dan dia sepertinya juga suka sama nama itu" ucap Serina sambil mengelus bayi Naga


'yah, nama itu aku dapatkan dari mengambil sedikit nama ibunya, sang Naga Eliza. Untung Naga kecil ini suka namanya' ucap Kuzo di dalam hatinya sambil tersenyum


Dengan mengangkat tinggi bayi Naga itu serta menatapnya, Kuzo pun berkata "mulai sekarang namamu adalah Elina"


"Terima kasih ibu, aku suka dengan nama yang ibu berikan" ucap Serina dengan pelan di dekat telinga Kuzo


Dengan menyentil dahi Serina Kuzo pun berkata "hey, jangan mewakili Elina untuk berbicara. Dan jangan panggil aku ibu, aku ini seorang laki-laki, mana mungkin menjadi seorang ibu"


"Hum.. baiklah, berarti karena aku seorang perempuan aku yang menjadi ibunya ya?" Ucap Serina


"Eh..kau menjadi seorang ibu?" Tanya Kuzo


"Umu... karena kau seorang laki-laki kau menjadi sang ayah dan aku yang seorang perempuan menjadi ibunya, bagaimana? Ucap Serina dengan tersenyum lebar


"Oh...boleh, kau bisa menjadi ibunya. Tapi kau harus memiliki gambar ini dulu" ucap Kuzo sambil menunjukkan lambang kepala Naga di tangan kirinya dan di sertai ekspresi menyeringai di wajahnya


"Eh..iya benar, kenapa kau tidak memberikan ku gambar itu juga? Apa kau tidak menganggap ku sebagai orang tua mu Elina? Ucap Serina dengan berteriak dan menunjuk ke arah Elina


"Ha..ha..ha, sudahlah kita akhiri perkenalannya sampai di sini saja dulu, sekarang ayo kita membersihkan tubuh kita dan menambah persediaan air terlebih dahulu" ucap Kuzo


"Huuh... baiklah" ucap Serina


Mereka akhirnya pergi bersama ke danau untuk membersihkan tubuh mereka serta menambahkan persediaan air, tapi tidak lama kemudian tiba-tiba ada guncangan hebat di danau tersebut


'apa ini? Kenapa airnya bergetar? Apakah gempa bumi?' ucap Serina di hatinya


Kuzo pun berteriak dari jauh "Serina cepat keluar dari air"


"ya..." ucap Serina


Mereka berdua pun segera bergegas keluar dari air, dan tidak lama kemudian 'duwarr' ledakan muncul dari dalam danau, dari ledakan itu muncul lah sesuatu yang membuat Kuzo serta Serina terkejut.... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2