
Lanjut dari cerita sebelumnya Kuzo yang masih bertarung dengan pemimpin para bandit, setelah memasuki pertarungan yang sebenarnya Kuzo memilih tidak terburu-buru dan mengamati pergerakan pemimpin bandit itu yang ternyata setelah di amati lagi tidak stabil pada saat menangkis serangan nya tadi, Kuzo pun berucap 'apakah pemimpin bandit itu sedang terluka?' di dalam hatinya, setelah itu Kuzo dan pemimpin para bandit pun melanjutkan pertarungan, benar saja ternyata dada pemimpin bandit itu sedang terluka tetapi walau begitu saat mereka bertarung Kuzo sangat kesulitan menghadapi pemimpin bandit itu karena walau pun pemimpin bandit itu sedang terluka pemimpin bandit itu tetaplah orang dewasa yang memiliki fisik serta kekuatan sihir yang lebih banyak. Akibat perbedaan kekuatan fisik dan energi sihir yang mereka berdua miliki, jadi Kuzo pun terpaksa memilih menggunakan seluruh energi sihir kegelapan nya kepada pedangnya untuk meningkatkan kekuatan penghancurnya serta energi sihir cahaya untuk melindungi tubuhnya, karena Kuzo belum tahu sihir lain selain penguatan dan penyembuhan dia hanya bisa memakai itu. Setelah itu Kuzo pun langsung melompat ke arah bandit itu dan menyerangnya dengan kekuatan penuh
“bocah bodoh, jangan berharap bisa membunuhku dengan kekuatanmu yang cuma segitu” ucap pemimpin bandit itu sambil mencoba menangkis serangan Kuzo tapi karena bandit itu meremehkan serangan yang menggunakan seluruh energi sihir Kuzo ia pun tidak kuat menahan serangan Kuzo dan membuat pedangnya patah lalu dengan seketika membuat pedang Kuzo berhasil menyayat leher bandit itu hingga tewas.
Setelah pertarungan mereka berakhir kemudian Kuzo berkata “akhirnya berakhir, karena aku sudah menggunakan seluruh energi sihirku jika dia masih belum mati juga maka pasti aku yang akan mati” kemudian Kuzo menyarungkan pedangnya lalu langsung pergi mencari keberadaan seseorang yang di tahan oleh para bandit itu di dalam kereta kuda. Setelah menemukan seseorang tersebut, betapa terkejutnya Kuzo karena yang ia temukan adalah seorang gadis Elf yang berpakaian compang-camping dengan tangan, mulut, serta kakinya telah di ikat, lalu untuk usianya kurang lebih hampir sama dengan usianya, gadis Elf itu memiliki penampakan yang sama seperti pada buku-buku yang pernah ia baca sebelumnya, karena tentu ini adalah pertama kalinya Kuzo bertemu dengan Elf sungguhan ia agak terkejut bisa bertemu dengan Elf yang memiliki paras cantik, telinga panjang, mata yang berwarna ungu bunga violet, dan rambut perak pucat panjang yang tampak seperti cahaya bulan. Kuzo pun segera berkata pada gadis Elf tersebut “ jangan takut aku di sini untuk menyelamatkanmu” sambil menatap mata gadis Elf tersebut dari jauh, gadis Elf itu pun mengangguk
Setelah itu Kuzo mendekat dan melepaskan ikatannya dan kemudian bertanya pada si gadis Elf “siapa kamu dan kenapa kamu bisa bersama para bandit ini?”
Gadis Elf itu pun menjawab dengan gugup dan dengan suara pelan “ namaku Serina aku adalah seorang Light Elf dan kenapa aku bisa bersama para bandit, itu karena aku di culik oleh mereka pada saat aku sedang bermain dengan para hewan di hutan dekat desa para Elf, dan siapakah kamu ini?”
kemudian Kuzo pun menjawab “hmm... Light Elf aku belum pernah mendengarnya, namaku Kuzo aku hanyalah seorang petualang yang kebetulan lewat dan melihatmu dalam kesulitan jadi aku menolong mu”
si gadis Elf Serina kemudian berucap lagi “ hanya kamu yang menolongku? Tidak mungkin, bagaimana kamu bisa mengalahkan bandit-bandit yang kuat itu sedangkan kamu hanyalah seorang anak kecil sama sepertiku”
Kuzo pun menjawab Serina “hei jangan menganggap semua anak kecil itu lemah jika tidak bagai mana mungkin aku bisa menolong mu, tapi yah perkataanmu sedikit ada benarnya. Aku bisa mengalahkan bandit-bandit itu karena beruntung, jika tidak pasti aku yang akan tergeletak di sana dan bukan mereka”
__ADS_1
Serina pun berucap lagi “ terima kasih kamu sudah menolongku, keberuntungan mu pasti sangat tinggi sampai-sampai kamu bisa mengalahkan para bandit itu”
“entahlah aku juga tidak tahu, ngomong-ngomong apakah kamu masih ingat arah tempat kamu tinggal?” tanya Kuzo pada Serina
“sebentar” kata Serina sambil melihat-lihat ke arah langit, “itu dia, dua bintang yang sejajar itu adalah penunjuk arah menuju ke desa Elf Ku” ucap Serina lagi dengan menunjuk ke arah dua bintang sejajar itu
Kuzo kemudian berkata “hemm...begitu ya, berarti arah desa Elf tempat tinggal mu, berada di sebelah Timur dari sini. Baiklah, keluarlah dan bantu aku dulu mengumpulkan barang-barang para bandit itu terlebih dahulu”
Serina pun menjawab “emm....Baiklah”
‘Menurut apa yang di katakan Serina pada saat berbincang tadi kalau desa para Elf berada di sebelah timur dari tempat kita berada saat ini’ ucap Kuzo di dalam hati
“Serina apa kamu mau aku antar pulang ke desamu? Tapi sayangnya kita harus berjalan karena kuda-kuda itu tadi terbangun dari tidurnya lalu lari akibat pertarungan ku dan pemimpin bandit tadi, jadi kita tidak bisa menggunakannya sebagai tunggangan jika kita ingin pergi ke desa para Elf” ucap Kuzo pada saat itu ke Serina
Serina pun langsung menjawab “ tidak, bukankah sebaiknya kita menunggu di sini saja sembari menunggu pertolongan datang, apalagi kita masih anak-anak juga aku belum pernah di ajari bertarung apa lagi membunuh, dan bagaimana kalau saja di perjalanan kita nanti kita malah di serang oleh para serigala yang berada di dalam hutan ini?”
__ADS_1
tapi Kuzo berkata kepada Serina “menunggu pertolongan? Siapa yang akan menolong kita di tengah hutan seperti ini? Apa lagi ini tengah malam, memangnya kau adalah seorang tuan putri di desa Elf hah...?”
Serina pun langsung menjawab pertanyaan Kuzo dengan suara yang agak keras “pokoknya pasti akan ada yang datang menolong kita, kita tunggu saja di sini mereka pasti akan datang”
“ya...ya...tuan putri aku percaya padamu kalau pasti akan ada yang datang menolong kita” ucap Kuzo sambil menyeringai
Serina yang melihat Kuzo menyeringai pun langsung marah dan langsung berkata “kamu tunggu saja ya”
Kuzo pun mendekati Serina dan berkata tepat di dekat telinga Serina “apa kamu yakin ingin tetap menunggu di sini? Apakah kamu tidak berpikir para serigala akan datang?”
Serina yang terkejut dan agak takut pun membalas perkataan Kuzo “apa maksudmu?”
“apa kamu melihat darah yang ada pada mayat para bandit itu? Apakah kamu berpikir kalau para serigala dan binatang sihir tidak akan datang kemari hah...? Apalagi tadi aku membuat keributan dengan bertarung dengan para bandit itu. ini memang berbahaya tapi kita harus segera pergi dari sini, jika kita tidak pergi dan malah menunggu bantuan di sini aku takut kita malah akan di kepung oleh mahluk-mahluk buas itu, lagi pula tidak ada jaminan kalau pertolongan akan datang sebelum mahluk-mahluk buas itu datang dan menyerang kita” ucap Kuzo dengan tegas
Serina pun menjawab “baiklah”
__ADS_1
Serina sebenarnya tidak ingin pergi tapi apa yang di katakan Kuzo ada benarnya jadi mau tidak mau Serina mengikuti apa yang di katakan Kuzo, lalu mereka langsung menyiapkan barang-barang yang mungkin akan mereka butuhkan dalam perjalanan seperti makanan dan tenda, setelah selesai bersiap mereka berdua pun memulai perjalanan mereka ke timur menuju ke desa Elf . Bersambung ......