
Pada saat Kuzo sudah melihat Serina dan hendak menghampirinya, ia tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Serina yang melihatnya pun langsung berteriak “kak Kuzo...” sembari berlari mendekati Kuzo untuk segera menolongnya dan kemudian membawanya. Beberapa saat kemudian Kuzo pun terbangun dari pingsannya, Serina yang melihat Kuzo yang sudah bangun pun menangis dan langsung memeluk Kuzo sambil berkata “syukurlah kak Kuzo kau selamat, jika kau meninggalkanku, aku tidak tau harus bagaimana nantinya”
Kuzo pun mengelus kepala Serina dan berkata “iya..iya.. tenang lah aku sudah tidak apa-apa jadi jangan menangis lagi oke..”
“umu...baiklah” ucap Serina
“bagus, ngomong-ngomong kita ada di mana Serina kenapa tempat ini begitu terang?” ucap Kuzo
Serina pun membalas “ohh... kita berada di dalam cayaha yang kita lihat tadi, kak Kuzo apa kau tahu, bahwa cahaya aneh ini berasal dari batu besar itu” sambil menunjuk batunya “dan batu besar itu sepertinya menggunakan cahayanya untuk membuat penghalang di sekitarnya, tapi aku belum yakin, karena jika cahaya ini sebuah penghalang bagaimana mungkin kita bisa memasukinya tanpa adanya masalah seperti ini”
“begitu ya, coba ku priksa dulu batu besar itu” ucap Kuzo sambil mendekati batu tersebut
Kuzo pun mencoba menyentuh batu itu, tapi kemudian tiba-tiba batu itu bersinar lebih terang dari sebelumnya dan membuat Kuzo pingsan kembali, Serina yang melihat Kuzo pingsan lagi pun terkejut dan berteriak kembali “kak Kuzo...kau kenapa?” sambil berlari ke arah Kuzo, dan kemudian Serina pun menguncangkan tubuh Kuzo sembari berkata “kak Kuzo bangun....bangun” untuk membangunkannya.
Di sisi lain ternyata jiwa Kuzo di tarik ke suatu tempat yang aneh, yang di sekitarnya di tutupi dengan sebuah kabut “hah...tempat apa ini? Aku tadi baru saja menyentuh batu besar yang bersinar tadi dan kenapa aku berada di tempat aneh ini sekarang” ucap Kuzo sambil kebingungan
Tidak berselang lama ada sebuah suara, Kuzo yang kaget pun langsung berkata “siapa di sana?” dengan nada tinggi, tapi suara itu tidak menjawab dan kemudian suara itu semakin mendekat dan setelah muncul ternyata seorang pria remaja dewasa tampan yang mengenakan armor kesatria di tubuhnya, pria itu pun langsung berkata “ maaf nak apa aku mengagetkanmu, biarkan aku memperkenalkan diriku dulu. Namaku Derion Zecto, aku adalah seorang kesatria sihir yang sangat hebat saat aku masih hidup tapi sekarang aku hanyalah sebutir jiwa yang tersegel di dalam batu ini. Haah.... dan nak siapa namamu?”
“namaku Kuzo, dan kalau boleh tau di manakah ini tuan?” ucap Kuzo sambil kebingungan karena belum paham dengan situasinya sekarang ini, dan juga di sertai dengan berkata ‘wow...seorang kesatria sihir’ di dalam hatinya
“oohhh...Kuzo ya namamu lumayan, di sini adalah dunia jiwaku. Ngomong-ngomong nak maukah kau menerimaku sebagai gurumu?” ucap sang kesatria sihir Derion
Kuzo pun kaget dengan tawaran yang mendadak itu dan merespon dengan berkata “haah.... dunia jiwa? dan menerima sebagai guru, berarti anda ingin aku menjadi murid anda?”
__ADS_1
“iya...aku akan mengajarkan kepadamu tenyang segalanya yang ku tahu tentang senjata, sihir, dan masih banyak lagi yang ku tahu jika kamu bersedia menjadi muridku, bagaimana?” ucap Derion
Kuzo pun berpikir dan kemudian berkata “itu memang tawaran yang cukup menarik, tapi kenapa anda memilihku sebagai murid?”
“ah itu, sebenarnya aku memiliki penyesalan, yaitu karena aku belum mewariskan ilmu dan teknik-teknik yang ku miliki sebelum aku mati. Aku sudah menunggu sangat lama di sini dan yah memang ada beberapa orang yang lewat sini tapi tidak memenuhi setandarku sebagai pewaris, tetapi kemudian tiba-tiba aku melihatmu hari ini datang, kau adalah anak yang sempurna sebagai pewarisku apa lagi kau juga memiliki berkah naga jadi aku menarik perhatianmu dan anak perempuan Elf itu kemari dengan cahaya dari batu ini” ucap Derion
‘apa? Dia tahu aku memiliki berkah naga’ ucap Kuzo dengan kaget di dalam hati. “ oh, iya di mana Serina? Kenapa dia tidak ada” ucap Kuzo sambil melihat sekitar
“ tenang saja nak, anak Elf itu berada di luar dan tentu dia aman sekarang, karena aku membuat sebuah penghalang untuk melindungi kalian dari singa berekor api itu” ucap Derion
“Oh, pantas saja kami bisa memasuki penghalang ini tanpa adanya masalah, terimakasih atas bantuan anda” ucap Kuzo
“ya, tidak masalah nak, tidak perlu berterimakasih” ucap Derion
“ oh itu karena aku bertarung dengan seekor naga sebelumnya, tentu aku berakhir kalah dan juga terluka parah karena pertarungan itu, karena aku sudah tidak bisa bertahan, jadi seperti yang aku ceritakan tadi karena aku ingin mewariskan kekuatanku, aku menyegel jiwaku di batu besar ini, dan walaupun aku tahu bahwa tidak banyak yang melewati hutan kabut ini tapi aku terus menunggu dan akhirnya kau pun datang sebagai orang yang memenuhi setandarku sebagai pewarisku, jadi bagai mana nak apa kau bersedia menjadi muridku?” ucap Derion dengan semangat
‘hemm....bagaimana ini dia kelihatan baik, dan juga dia melindungi kami dari singa itu, apalagi dia juga mengetahui jika aku memiliki berkah naga, apa ku terima saja tawaranya ya?’ ucap kuzo di dalam hati dan kemudian Kuzo berkata kepada Derion “baiklah, saya menerima tawaran anda. Tapi bagaimana anda mengajari saya, apakah saya harus tetap di dalam dunia jiwa ini?”
“ya benar, kau akan tetap di sini agar aku bisa mengajarimu” ucap Derion
“tapi bagaimana dengan temanku (Serina) yang ada di luar itu, apa yang akan dia lakukan dan apa yang akan dia makan nanti? Jika aku tidak kembali” ucap Kuzo
“tenang nak bukan kah aku sudah bilang padamu, jika aku sudah menunggu di sini sangat lama. Aku akan memberi tahumu dulu bahwa 1 tahun di dunia jiwa ini sama dengan 3 jam di dunia luar, jadi kau tidak perlu kawatir terhadap temanmu” ucap Derion
__ADS_1
“benarkah? wow...sangat hebat, baiklah dengan begini aku tidak kawatir lagi dengan Serina” ucap Kuzo dengan senang dan lega
Derion pun tersenyum dan kemudian berkata “baiklah, apakah masih ada hal lain yang menganggumu lagi?”
“hmm...sepertinya sudah tidak ada” ucap Kuzo
“kalau begitu ayo, aku akan segera mengajarimu” ucap Derion
“baiklah....” ucap Kuzo
Tapi kemudian Derion tiba-tiba berkata “oh...iya...aku akan memberi tahumu dulu bahwa yang akan ku ajarkan padamu bukanlah sihir dari zaman ini, melainkan teknik-teknik dan sihir dari zaman kuno”
Kuzo pun langsung bertanya “apa? teknik dan sihir Kuno, bukankah sesuatu yang berasal dari zaman dulu itu sangat lemah?”
“dari mana kau belajar itu? Justru teknik dan sihir dari zaman kuno itu adalah yang paling kuat dan hebat bahkan sihir kuno tidak perlu memakai rapalan untuk mengaktifkanya, berbeda dengan zaman sekarang ini yang malah masih memakai rapalan dan seharusnya mengalami kemajuan malah mengalami kemunduran. Kau tau kenapa aku mengatakan namamu lumayan, itu karena namamu Kuzo yang tidak beda jauh dengan kata kuno. Pokoknya aku akan mengajarimu semua yang ku tau oke” ucap Derion
“hmm...baiklah guru aku menantikanya, bisakah kita segera memulainya sekarang?” ucap Kuzo dengan semangat
“baiklah... sepertinya kau begitu semangat, ayo ikuti aku, aku akan segera mengajarimu” ucap Derion
“baik.....” ucap Kuzo
Mereka pun segera memulai sesi latihan di dunia jiwa itu. Bersambung......
__ADS_1