
Sesaat setelah terjadi ledakan, mereka berdua terkejut karena yang muncul setelah ledakan di danau itu adalah seekor monster ular raksasa, sebelum monster ular itu menyadari mereka, Kuzo pun membawa Eliza dan menarik tangan Serina lalu bersembunyi di balik sebuah batu
'seekor monster ular raksasa? Kenapa aku tidak bisa mendeteksinya dengan sihir deteksi ku tadi saat aku sedang berada di dalam danau? Dan kenapa dia baru muncul sekarang?' ucap Kuzo di dalam hatinya
"Kak, monster mengerikan apa itu? Dia sangat besar sekali" bisik Serina dengan sangat ketakutan
"Itu monster ular raksasa" bisik Kuzo
"Apakah kakak bisa mengalahkannya?" Tanya Serina
"Tidak mungkin untuk melawannya untuk saat ini, monster ular itu mempunyai kepadatan mana yang sangat tebal di dalam tubuhnya, dan aku tidak bisa mengukur kekuatan yang ia miliki, kalau aku mencoba melawannya pasti aku yang akan mati" ucap Kuzo
Serina pun tidak berkata apa-apa dan memeluk Elina dengan erat karena takut
Setelah itu mereka tetap diam tidak bergerak maupun bersuara agar tidak di ketahui oleh ular raksasa, di saat diam itu Kuzo mencoba menekan kekuatan sihirnya dan juga kekuatan sihir milik Serina serta Elina agar tidak bisa di deteksi oleh ular raksasa itu. Ular raksasa itu pun menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat sekelilingnya
Sementara itu Kuzo dan kawan-kawan masih terus bersembunyi dengan keringat dingin membasahi tubuh mereka
Ular itu masih terus mengawasi, hingga sekitar satu jam pun berlalu
"Kak Kuzo sekarang apa yang harus kita lakukan?" Ucap Serina dengan sangat ketakutan
"Kita diam dulu saja, jangan sampai kita di temukan oleh ular itu, jika kita sampai di temukan, kita pasti akan langsung tamat. Kau juga diam lah sebentar Elina" ucap Kuzo
"Kyuu" (suara) Elina
Di tengah-tengah pembicaraan mereka, tiba-tiba ular raksasa itu mengarahkan mulut nya ke langit dan menembakan sebuah mana yang membuat cuaca yang cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap karena awan hitam yang berkumpul dan menciptakan sebuah hujan
'apa hujan? Apa ular raksasa itu yang melakukan nya ?' ucap Kuzo di dalam hatinya dengan gelisah
Setelah hujan turun, ular itu dengan perlahan masuk kembali ke dalam danau
"Kak dia kembali ke dalam danau" ucap Serina
"Iya" ucap Kuzo
'dia hanya keluar melihat sekitar dan menurunkan hujan, lalu kemudian kembali. Aku tidak mengerti apa yang diinginkan ular raksasa itu, dan juga Kenapa dia baru keluar dari dalam danau itu sekarang?' ucap Kuzo di dalam hatinya
"kak bisakah kita keluar Sekarang?" Ucap Serina
"Baiklah ayo, tapi kita harus tetap waspada dan berhati-hati, bisa saja ular raksasa itu muncul kembali ke permukaan" ucap Kuzo
Dengan demikian mereka pun keluar dari bersembunyi dan mengambil barang-barang mereka
"Di sini berbahaya, jadi kita tidak bisa terus berada di sini. Sekarang mari kita melanjutkan perjalanan kita" ucap Kuzo
"Umu...ayo" ucap Serina
"Kyuuu.." (suara) Elina
"Karena adanya monster yang kuat seperti ular raksasa itu, kita harus lebih berhati-hati lagi, agar tidak bertemu dengan Monster yang kuat dan berakhir terbunuh" ucap Kuzo
Dengan begitu Kuzo, Serina dan Elina melanjutkan perjalanan mereka ke arah timur menuju ke desa Elf
Dua hari pun sudah berlalu sejak mereka pergi dari danau yang ada ular raksasa di dalamnya. Di waktu malam, di dalam sebuah gua saat mereka sedang makan malam
"Ini bagianmu Serina, dan ini bagian untukmu Elina. Makanlah" ucap Kuzo sambil memberikan makanan dan setelah memberikannya Kuzo pun berbalik
__ADS_1
"Ya, terimakasih kak" ucap Serina
*Terimakasih Mama* (?)
"Serina, sudah ku bilang jangan mewakili Elina berbicara dan juga jangan panggil aku Mama aku ini seorang laki-laki" ucap Kuzo
"Apa yang kak Kuzo bicarakan? Aku sama sekali tidak mengatakan apapun" ucap Serina
"Apa? Kau tidak berbicara" Ucap Kuzo dengan kebingungan
"Umu..." Ucap Serina
Dengan melihat Elina Kuzo pun berkata di dalam hatinya 'jika bukan Serina yang berbicara tadi, apakah mungkin?'
"Kak, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Serina
"Oh..bukan apa-apa" ucap Kuzo
Setelah itu, malam pun berlalu dan pada keesokan harinya
"Serina, kau tunggu lah di dalam gua ini bersama Elina. Aku akan pergi sebentar untuk mencari makanan" ucap Kuzo
"Umu.. baiklah" ucap Serina
Tapi tiba-tiba Elina berlari dan melompat ke pelukannya Kuzo
"Kyuuu..." (suara) Elina
"Sepertinya Elina ingin ikut denganmu kak" ucap Serina
"Hemm... Elina, di luar berbahaya jadi kamu tetap lah di sini saja" ucap Kuzo
"Sepertinya dia ingin sekali ikut denganmu kak, aku tak apa-apa menunggu di sini sendirian bawalah Elina bersama mu" ucap Serina
"Huh... baiklah. Maaf Serina, kau jadi harus menunggu sendirian" ucap Kuzo sambil menaruh Elina ke pundak kirinya
"Walaupun agak kesepian, aku tak apa-apa" ucap Serina
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu" ucap Kuzo
"Kyuuu..." (suara) Elina
"Ya, selamat jalan" ucap Serina
Kuzo pun pergi untuk mencari makanan, hingga beberapa saat kemudian Kuzo berhasil menemukan seekor rusa liar yang lumayan besar
"Dengan ukurannya yang sebesar itu, jika aku bisa menangkapnya, kami tidak perlu lagi khawatir soal makanan untuk beberapa hari ke depan" ucap Kuzo sambil mengawasi rusa dari kejauhan
Kuzo pun segera mengambil sebuah pisau dan melapisinya dengan mana, setelah itu Kuzo melempar pisau itu dengan sangat kuat. Pisau itu melesat dengan sangat cepat ke arah rusa liar itu dan seketika langsung membunuhnya sebelum rusa itu bisa bereaksi, setelah itu Kuzo mendekati mayat rusa itu
"Hemm... bagus, aku bisa langsung membunuhnya tanpa harus bekerja lebih keras" ucap Kuzo dengan bangga
*Yey...yey..Mama memang hebat* (?) Sebuah suara di kepala Kuzo
"Ha..ha..haa, jangan puji aku seperti itu, aku jadi malu, ha..h- ???... Tunggu siapa yang bicara? Suaranya bergema di dalam kepalaku" ucap Kuzo dengan kebingungan
*ha..ha..ha, Mama hebat* telepati Elina
__ADS_1
Kuzo pun langsung melihat ke arah Elina yang berada di pundak kirinya dan kemudian berkata "Elina, apa kau yang sedang berbicara di dalam kepalaku ini?"
*Hum...ya Mama Elina, yang bicara* telepati dari Elina
"Ehhhh...kau bisa telepati?" Ucap Kuzo dengan kaget
*Ya..Mama* telepati Elina
"Bagaimana caramu melakukannya? Jadi yang kemarin itu bukan halusinasi ku tapi kau, benar-benar kau Elina" Ucap Kuzo
*Ya, kalau tentang bagaimana cara Elina melakukan nya, Elina juga tidak begitu tahu, Elina hanya ingin berbicara dengan mama dan tiba-tiba sekarang Elina bisa begini (telepati)* telepati Elina
"Emm... baiklah kalau begitu, kita bahas itu nanti. Juga jangan memanggil ku Mama, aku ini laki-laki" ucap Kuzo
*Umm ... Papa?* telepati Elina
"Papa? itu sedikit...emm ya sudah lah . tapi tetap saja aku masih terkejut, karena ternyata kau bisa melakukan telepati Elina" Ucap Kuzo sambil mengelus kepala Elina
*He...he..he, tangan papa sangat nyaman dan juga hangat* telepati Elina
"Elina aku akan bertanya, apakah kamu bisa menggunakan telepati ini selain kepada ku?" Tanya Kuzo
*Umm... Elina juga tidak tahu, tapi Elina rasa hanya Papa yang bisa mendengar Elina* telepati Elina
"Hm.. begitu ya" ucap Kuzo
'sepertinya ini bisa terjadi karena berkah Naga yang kumiliki' ucap Kuzo di dalam hatinya
"Hei Elina, apa aku bisa membalas perkataanmu dengan telepati juga?" Ucap Kuzo
*Elina tidak tahu, tapi Papa bisa mencobanya untuk berbicara dengan Elina melalui pikiran (telepati)* telepati Elina
"Oke, baiklah mari kita coba" Ucap Kuzo
Kuzo pun memfokuskan pikirannya dengan berkeinginan untuk berbicara dengan Elina melalui telepati
*Halo...halo...apa kau bisa mendengar ku Elina?* telepati Kuzo
*Papa...papa, aku sudah bisa mendengar mu* telepati Elina
*Wow..aku berhasil, jadi sekarang kita bisa berbicara melalui telepati Elina* telepati Kuzo
*Ya, Papa..* telepati Elina
*Oh..iya Elina, jangan pernah kamu mencoba untuk berbicara dengan orang lain, selain denganku mulai dari sekarang* telepati Kuzo
*Memangnya kenapa Papa?* telepati Elina
*Pokoknya jangan pernah mencoba berbicara dengan orang lain, atau sesuatu yang buruk akan terjadi padamu* telepati Kuzo
*Emm...baik Papa* telepati Elina
*Baiklah Elina, karena sekarang ayah sudah mendapatkan makanan (Rusa), mari kita kembali ke gua* telepati Kuzo
*Ya, Papa ayo kita kembali ke gua untuk menemui Mama* telepati Elina
*Hey dia (Serina) itu bukan Mamamu* telepati Kuzo
__ADS_1
Dengan begitu Kuzo dan Elina kembali ke gua untuk menemui Mam-...emm bukan maksudnya Serina di dalam sebuah gua.... bersambung....