
Pemberitahuan, untuk selanjutnya bentuk energi sihir di ganti jadi atribut sihir dan energi sihir di ganti jadi mana ya
Kuzo berdiri dan melihat sekitar, tidak lama kemudian ia melihat dari jauh Singa berekor api yang tadi ia buat pingsan, ternyata sudah bangun dan berlari ke arahnya. Melihat itu pun Kuzo tersenyum dan berkata di dalam hatinya 'hmm...dia sudah bangun? waktu yang sangat pas sekali, mari kita coba satu atau dua hal yang aku dapat dari dunia jiwa'
Di sisi lain Serina yang melihat Singa itu pun menangis dan menjerit ketakutan sambil berteriak "kak Kuzo, ayo cepat kita lari singa itu mengarah kemari"
Melihat Kuzo yang tidak merespon perkataannya pun dan tetap berdiri diam, Serina pun pasrah dan memejamkan matanya serta menutupi telinganya dengan kedua tangannya
Kemudian Kuzo berlari ke arah Singa berekor api sembari menarik pedangnya dan menambahkan kobaran api hitam pada bilahnya, Kuzo pun mengarahkan ujung pedangnya ke arah kepala singa berekor api di sertai dengan berteriak "black flame stab" Kuzo pun melesat dengan kecepatan tinggi, alhasil Kuzo berhasil melubangi Singa berekor api dan menumbangkannya dengan mudah setelah itu ia berkata "ternyata agak sulit menyetabilkan kontrol kekuatanku setelah dari dalam dunia jiwa"
Setelah itu Kuzo berbalik dan mendekati Serina yang masih terdiam ketakutan, Kuzo kemudian langsung menyentuh pundak Serina dan berkata "Serina kau bisa membuka matamu sekarang"
Setelah Serina membuka matanya, betapa terkejutnya dia melihat Singa berekor api yang kepalanya sudah berlubang 'eh..apa yang baru saja terjadi? Singa itu sudah mati? Apa kak Kuzo baru saja membunuhnya?' banyak pertanyaan yang Serina ucapkan di dalam hatinya
Karena Serina sangat penasaran, Serina pun akhirnya bertanya pada Kuzo "Kak Kuzo apa yang baru saja terjadi? Apakah kak Kuzo yang membunuh singa itu barusan?
"Ya, aku bisa membunuh singa ini, karena aku tiba-tiba mendapatkan sedikit kekuatan dari batu besar itu saat pingsan tadi" ucap Kuzo dengan nada bicara seperti orang dewasa
"Be..begitu ya, kak Kuzo hebat" ucap Serina, tetapi di dalam hatinya Serina berucap 'ada yang aneh, kenapa sikap dan nada bicara kak Kuzo berbeda dari sebelumnya, juga kenapa tiba-tiba dia bisa membunuh singa itu dengan mudahnya, padahal sebelumnya kita harus mati-matian berlari agar bisa lolos dari kejarannya, sebenarnya apa sedikit kekuatan yang ia maksud tadi. Hmm...aku jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi padanya saat dia pingsan tadi'
Pada saat itu Kuzo merobek-robek daging singa berekor api untuk mencari core yang ada di dalam tubuhnya, tidak lama berselang Kuzo pun menemukannya, ternyata core monster tersimpan di dalam jantung mereka. Kuzo pun langsung memasukan core itu ke dalam mulutnya dan kemudian menelannya tanpa di ketahui oleh Serina, dan Kuzo merasakan bahwa kekuatan fisik serta tenaganya meningkat, terutama jumlah energi sihir di tubuhnya juga meningkat drastis
'hem... lumayan, dengan ini kekuatan serta jumlah energi sihirku meningkat sedikit dan juga tidak ada tanda-tanda efek samping atau keracunan juga, berarti yang di katakan guru (Derion) benar, bagus dengan ini aku bisa meningkatkan jumlah energi sihirku sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan berkembang menjadi lebih kuat ' ucap Kuzo di dalam hatinya
Serina berjalan mendekati Kuzo dan bertanya "kak kenapa kamu melamun? Apakah ada yang salah?"
Kuzo pun menjawabnya dengan nada orang dewasa seperti tadi "tidak apa-apa tidak ada yang salah, tapi apakah kamu terluka Serina?
"Aku tidak terluka, hanya sedikit kaget saja" ucap Serina
"Baiklah kalau begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan kita kembali" ucap Kuzo
"Umm...ayo" ucap Serina
Setelah itu mereka mengambil barang-barang yang mereka bawa sebelumnya dan kemudian melanjutkan perjalanan mereka menyusuri hutan berkabut itu agar mereka bisa lanjut menuju ke arah desa Elf
__ADS_1
Pada saat mereka menyusuri hutan berkabut itu, Kuzo membunuh monster-monster sihir yang mencoba menyerang mereka di perjalanan dan mengambil serta memakan core nya tanpa di ketahui oleh Serina, hal ini pun membuat Kuzo semakin kuat sedikit demi sedikit setiap harinya, Serina yang melihat Kuzo semakin kuat pun curiga dan membuatnya semakin bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya telah terjadi pada Kuzo
'sebenarnya apa yang telah terjadi pada kak Kuzo? Kenapa dia seperti menjadi seseorang yang berbeda? Apakah aku tanyakan langsung saja padanya? Ucap Serina di dalam hati
"Hmm...kak Kuzo bolehkah aku bertanya sesuatu?" Ucap Serina
"Ya, kau mau bertanya apa Serina?" Ucap Kuzo
"Kenapa kakak begitu berbeda dari sebelumnya?" Tanya Serina
"Apa maksudmu berbeda dari sebelumnya Serina?" Ucap Kuzo
"Yah sebelumnya kak Kuzo tidak seperti ini, Sekarang kakak begitu tenang saat menghadapi sesuatu yang berbahaya dan perilaku serta sikap kakak juga terlihat layaknya seperti orang dewasa setelah kakak pingsan waktu itu. Sebenarnya apa yang telah terjadi saat kamu pingsan di dekat batu besar bersinar waktu itu kak?" Tanya Serina dengan serius
'sepertinya aku membuat anak ini khawatir, tapi mau bagaimana lagi Sekarang ini jiwa dan pikiranku tiga tahun lebih tua dari tubuhku, kelihatannya apa yang di katakan guru Derion benar saat berada di dalam dunia jiwa bahwa sepertinya aku akan dewasa sebelum waktunya. Tapi melihat Serina begitu khawatir, sepertinya aku harus mengembalikan sedikit sifatku yang kekanak-kanakan' ucap Kuzo di dalam hatinya
Setelah itu Kuzo pun mengelus kepala Serina sembari Tersenyum dan berkata "apa yang kamu katakan Serina? Aku bersikap seperti ini karena waspada terhadap hewan buas saja. Bukankah aku sebelumya sudah bilang padamu bahwa aku mendapatkan sedikit kekuatan dari batu besar bersinar itu sebelumnya saat aku pingsan, karena aku menjadi sedikit lebih kuat, aku ingin lebih waspada terhadap sekitar kita agar sesuatu yang buruk tidak terjadi lagi. Jadi jangan khawatir aku tidaklah berubah aku tetaplah aku yang selama ini kau kenal"
"Begitu ya, syukurlah kalau begitu" ucap Serina
'sepertinya dia masih agak khawatir, yah setidaknya aku bisa menurunkan sedikit kekhawatiran nya dengan aku tersenyum dan mengucapkan kalimat seperti tadi. Huuh... sepertinya aku harus bersikap sesuai dengan umur tubuhku mulai sekarang dan bukan dengan umur jiwa atau pun pikiran ku' ucap Kuzo di dalam hatinya
"Sebuah cahaya? Apakah itu jalan keluar atau batu bersinar seperti waktu itu? Ucap Serina
"Entahlah.....mari kita kesana untuk melihatnya" ucap Kuzo
merekapun menghampiri cahaya tersebut dan ternyata cahaya itu adalah jalan keluar dari hutan kabut
"Hm...kita keluar dari hutan berkabut? Apakah berarti desa Elf tidak berada di tengah hutan kabut ini?" Ucap Kuzo
"Sepertinya begitu, kita sudah menyusuri hutan ini dan tidak ada tanda-tanda dari desaku, jadi mungkin desa Elf tidak berada di sini" ucap Serina
"Kalau begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan kita, supaya kita bisa cepat sampai ke desa Elf" ucap Kuzo
"Umu...ayooo" ucap Serina dengan semangat
__ADS_1
Dan seperti itu, mereka terus melanjutkan perjalanan mereka menuju desa Elf tanpa adanya bahaya atau halangan yang berarti, hingga lima hari pun berlalu dan mereka menemukan danau yang sangat indah seperti pelangi dan kaya akan mana
"Wah indah sekali danau ini" ucap Serina dengan mata yang berbinar-binar saat melihat danau
"Yah kau benar, danau ini sangat indah bagai pelangi dan tidak hanya itu danau ini juga memiliki kandungan mana yang sangat padat di dalamnya" ucap Kuzo
"Hey kak bisakah kita beristirahat dulu di sini? Aku mohon" tanya Serina pada Kuzo
"Yah baiklah, kita bisa beristirahat di sini terlebih dahulu, apalagi kita juga belum membersihkan tubuh kita dengan benar semenjak kita berdua berada di dalam hutan berkabut" ucap Kuzo
Dengan senangnya Serina pun berteriak" yey....."
"Tapi tetaplah waspada pada sekitarmu Serina, nanti mungkin saja akan ada sesuatu yang akan menarik mu ke dalam danau" ucap Kuzo
"Eh.. apaan, jangan malah menakuti ku begitu, sekarang aku malah jadi takut untuk mendekati danau itu" ucap Serina dengan wajah takut
"Aku tidak menakuti mu, karena kepadatan mana yang di miliki oleh danau ini, mungkin saja ada monster yang bersembunyi di dalamnya" ucap Kuzo
Tiba-tiba Serina langsung duduk dan membuat ekspresi wajah yang suram
"Haaah... baiklah-baiklah kalau begitu aku akan pergi ke danau itu duluan untuk mengeceknya, apakah ada monster nya atau tidak" ucap Kuzo
"Ta...tapi bagaimana jika ada monster nya dan tiba-tiba menarik mu ke dalam danau?" Ucap Serina dengan nada ketakutan
Sambil tersenyum Kuzo pun berkata "tenang lah aku akan baik-baik saja, bukankah kau tau bahwa aku ini kuat"
"iya aku tahu, tapi bagaimana jika ada monster yang sangat ganas, di dalam danau?" Tanya Serina
Kuzo pun menanggapi pertanyaan Serina hanya dengan tersenyum dan kemudian berlari menuju ke danau sambil berkata "aku pergi mengeceknya dulu, kau jangan kemana-mana, mengerti?" Ucap Kuzo
"Hey, tunggu...."ucap Serina
Kuzo pun tidak menghiraukan perkataan Serina dan langsung melompat ke dalam danau, saat di dalam danau Kuzo melepaskan sihir deteksinya
'untung saja aku sudah belajar sihir deteksi saat di dunia jiwa, jadi aku bisa mendeteksi bahaya serta hal-hal lain di area sekitarku' ucap Kuzo di dalam hatinya sambil melihat-lihat area di sekitarnya
__ADS_1
Tapi sesaat kemudian tiba-tiba Kuzo merasa bahwa ada yang aneh di danau itu...To be continue
Apakah keanehan yang di maksud? Buat yang penasaran di tunggu kelanjutan dari ceritanya ya (☆▽☆)