
Tiga hari telah berlalu dari sejak mereka memulai perjalanan menuju ke desa para Elf, mereka telah menyusuri hutan, memutari danau, menaiki dan menuruni bukit, serta menghindari hewan-hewan buas juga binatang sihir. Setiap malam Kuzo selalu berjaga dan membiarkan Serina tidur duluan agar jika ada hewan buas yang berbahaya mendekat Kuzo bisa segera membangunkan Serina dan pergi dari sana, untuk persediaan makanan mereka telah membawa beberapa dari kereta kuda bandit sebelumnya. Mereka sebenarnya ingin membawa lebih banyak tapi mereka tidak sanggup membawanya.
Mereka pun terus melanjutkan perjalanan, dua hari pun telah berlalu lagi dan mereka kehabisan persediaan, jadi Kuzo berinisiatif untuk mencari buah-buahan dan berburu hewan untuk di makan, sebelum Kuzo pergi ia membawa Serina untuk mencari tempat yang aman untuk berlindung dari hewan buas, mereka berdua akhirnya menemukan sebuah gua dan setelah itu Kuzo meminta Serina untuk tetap berada di gua sampai ia kembali dari mencari makanan, Kuzo pun langsung pergi dari gua untuk mencari makanan. Di perjalanannya mencari makanan Kuzo menemukan buah-buahan dan beberapa ekor kelinci, “ini sudah cukup untuk makan malam dan sarapan besok pagi” ucap Kuzo sambil memegang kelinci dan buah-buahan yang dia dapat.
Setelahnya Kuzo langsung kembali untuk menemui Serina yang berada di dalam gua, akan tetapi pada saat di perjalanan Kuzo melihat sekelompok Serigala Inferno yaitu binatang sihir yang tidak mungkin untuk ia lawan saat ini, karena Serigala Inferno sangatlah kuat. Jadi mau tidak mau Kuzo harus kembali dengan jalan memutar. Untuk kembali Kuzo harus melewati sembuah tebing yang curam, saat ia sudah melewati sebagian dari tebing itu, tiba-tiba bebatuan yang ia pijak di tepi tebing retak, “mati aku” ucap Kuzo di dalam hati, lalu babatuan yang ia pijak pun runtuh dan membuat Kuzo terjatuh dari tebing, beruntungnya Kuzo terjatuh di antara pepohonan yang berada di bawah tebing. Kuzo pun membuka matanya sambil berkata “aku masih hidup? Aku tidak mati?” Kemudian ia pun turun dari pepohonan itu, saat sudah di atas tanah ia merasa bahwa dua rusuknya patah, jadi Kuzo pun mencari tempat untuk mengobati lukanya itu. Akhirnya dia menemukan sebuah gua jadi tanpa pikir panjang Kuzo langsung memasuki gua itu agar ia bisa mengobati lukanya, tapi sesaat setelah memasuki gua alangkah terkejutnya Kuzo dengan apa yang ia temukan yaitu sebuah mayat dari seekor Naga, telur, dan setu buah batu sihir di sebelah telurnya, kemudian dengan perlahan Kuzo mendekati telur dari naga itu dan mencoba mengambil batu sihir yang berada di sebelahnya, akan tetapi pada saat Kuzo menyentuhnya tiba-tiba batu sihirnya bersinar sangat terang dan memunculkan sisa jiwa dari Naga yang sudah menjadi mayat di sebelahnya.
“ siapa namamu anak muda?” ucap naga itu
Dan kemudian Kuzo merespon walaupun agak takut dengan menjawab “ namaku Kuzo” sambil berucap ‘apakah ini seekor naga kuno yang legendaris’ di dalam hatinya
“namaku Eliza aku adalah seekor naga kuno legendaris. nak, karena kamu adalah anak yang baik dan juga yang di takdirkan, aku akan mempercayakan telurku padamu untuk merawatnya” ucap naga itu lagi
Kuzo pun bertanya pada naga Eliza dengan heran, “bagaimana anda bisa tahu aku adalah anak baik atau bukan dan apa maksudnya dengan yang di takdirkan?”
__ADS_1
Naga Eliza tersenyum dan kemudian menjawab pertanyaan Kuzo “sebenarnya aku memasang sebuah penghalang di gua ini yang akan membakar dan meledakan mereka yang mencoba masuk, kecuali mereka yang memiliki kebaikan dan hati yang murni, begitulah caraku mengetahui kau adalah anak yang baik atau bukan serta aku juga sedikit meramal bahwa akan ada anak kecil yang akan bisa memasuki sarangku ini”
Lalu Kuzo menjawab “oh, ternyata begitu ya” sambil berucap di dalam hati ‘ untung saja aku adalah anak yang baik jika tidak aku pasti sudah menjadi debu yang bertebaran sekarang’
“bagaimana nak apakah kau bersedia merawat anakku?, jika kau bersedia aku akan memberimu sebuah berkah dan juga menyembuhkan lukamu” ucap naga Eliza
Setelah memikirkan nya Kuzo pun menjawabnya “baiklah, aku menerima tawaranmu”
“baiklah nak, tolong jaga anakku dengan baik” ucap lagi dari sang naga Eliza
‘’terima kasih nak Kuzo sekarang aku bisa beristirahat dengan tenang, ini hadiah yang ku janjikan padamu tadi” ucap naga Eliza sambil memberikan berkah naga pada Kuzo, sekarang Kuzo mempunyai berkah naga dengan bukti adanya lambang kepala naga di punggung telapak tangan sebelah kiri Kuzo dan luka-lukanya juga di sembuhkan sesuai dengan kata-kata naga Eliza tadi.
‘’tidak, akulah yang seharusnya berterimakasih atas berkah dan penyembuhan luka yang anda berikan. Aku tidak akan mengecewakan anda sang naga kuno nan legendaris Eliza” ucap Kuzo sambil melihat naga Eliza yang sisa jiwanya perlahan menghilang
__ADS_1
Naga Eliza sedikit tersenyum dan kemudian menghilang sepenuhnya, batu sihir yang mengeluarkan sisa jiwanya pun melebur menjadi satu dengan tanah. Setelahnya Kuzo memakai sarung tangan untuk menutupi lambang kepala naga yang berada di tangannya, kemudian mengambil telur naga Eliza, lalu keluar dari gua tersebut untuk kembali menemui Serina yang sedang menunggunya di dalam gua lainnya.
Kuzo pun bisa kembali ke gua tempat Serina barada tanpa adanya masalah lain, tapi saat Kuzo hendak mau masuk ke gua ia mendengar gumaman Serina “anak itu di mana sih? Aku sudah lapar sekali kenapa dia belum kembali juga, apa jangan-jangan dia sudah di makan oleh binatang-binatang buas itu?” sambil gemetar ketakutan
dengan begitu sifat ingin menjahili Kuzo pun bangkit dan mencoba menjahili Serina dengan berucap “meow.. eh salah awwuuuuuuu...” di dekat pintu masuk gua sambil mengerang agar lebih nyata
Serina pun langsung menoleh ke arah pintu masuk gua sambil gemetaran dan berkata di dalam hati ‘suara serigala? Apakah serigala itu menuju ke arah sini?’
sementara itu Kuzo masih terus lanjut berucap “awwuuuuu....” dengan lebih keras serta mengerang
Serina semakin ketakutan lalu bersembunyi di balik tas persediaan makanan yang mereka bawa sebelumnya sambil menangis serta berucap di dalam hati ‘jangan ke sini...jangan ke sini, kak Kuzo cepat kembalilah tolong aku’
Setelah itu Kuzo pun masuk sambil berucap “ha...ha....ha apa kau takut Serina? Maaf....maaf aku menjahilimu” melihat Serina yang sedang sangat ketakutan dan menangis, Kuzo pun mendekatinya, mengusap air matanya lalu berkata “maafkan aku, aku tidak tahu kalau kamu akan setakut ini”
__ADS_1
Serina langsung berucap “Bodoh, apa kau tahu betapa takutnya aku tadi? Aku kira aku bakal di makan oleh serigala” sambil terus menangis
Kuzo pun merasa bersalah sambil mengelus kepala Serina ia pun berkata “maafkan aku, aku telah menakut-nakutimu, jangan menangis lagi. Baiklah kamu lapar kan?, kamu makan buah ini dulu selagi aku membuat makan malam” dan Serina pun hanya berucap “emm...” sambil mengusap air matanya, dan kemudian setelah makan malam mereka pun beristirahat untuk melanjutkan perjalanan menuju desa Elf di keesokan harinya.....bersambung...