Kesatria Sihir Hitam Putih

Kesatria Sihir Hitam Putih
Hutan berkabut dan Singa berekor api


__ADS_3

Setelah malam yang panjang, pagi pun akhirnya tiba, Kuzo dan Serina pun segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan. Tetapi saat sedang bersiap-siap Serina melihat sebuah telur yang sangat indah, sedang di pegang oleh Kuzo


karena penasaran Serina pun bertanya kepada Kuzo “hei telur apa itu? Aku belum pernah melihat telur yang indah dan cantik seperti itu” ucap Serina sambil menunjuk ke arah telur naga yang di pegang Kuzo


“ohh ini..., ini adalah telur naga yang kebetulan aku temukan kemarin pada saat aku mencari makanan, aku menemukannya tergeletak di sebuah gua” ucap Kuzo untuk menjawab Serina


Serina dengan kaget pun berkata “apa? tidak mungkin ras naga seharusnya sudah punah sejak lama, mungkin itu bukan telur naga melainkan telur binatang sihir lain”


“lihat saja nanti kalau telur ini sudah menetas, baru nanti kamu akan percaya kalau ini adalah telur seekor naga” ucap Kuzo


“baiklah. Tapi bukannya kamu hanya sedang mencari makanan? Kenapa sampai harus masuk ke dalam sebuah gua?” ucap Serina bartanya kepada Kuzo


Kuzo pun menjawabnya “eh..itu..anu,ya benar. Sebenarnya aku sedang kelelahan dan aku kebetulan menemukan sebuah gua jadi aku memasukinya untuk beristirahat sejenak he..he..he” sambil mengaruk-ngaruk kepalanya


“hoo, begitu ya. Tapi telur ini memang benar-benar indah sekali, aku jadi tidak sabar melihat bayi naga seperti apa yang akan keluar dari telur seindah ini nanti, saat sudah menetas” ucap Serina sambil tersenyum kegirangan


“yah, kita tunggu saja nanti” ucap Kuzo sambil memasukan telur naga itu ke dalam tasnya


“eum...aku yakin sekali, saat telur itu nanti menetas pasti akan mengeluarkan bayi naga yang sangat cantik” kata Serina

__ADS_1


“yaa, aku yakin begitu. Sudah ayo kita segera melanjutkan perjalanan kita” ucap Kuzo untuk mengajak Serina


Serina menjawab “umu...ayo kita berangakt”


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka kembali, hingga pada akhirnya beberapa hari pun berlalu dan mereka bertemu dengan sebuah hutan yang memiliki kabut tebal di dalamnya.


Kuzo pun lalu bertanya kepada Serina pada saat mereka berada tepat di dekat hutan yang di penuhi kabut tebal tersebut “ Serina, apakah untuk menuju ke desa Elf itu harus melewati hetan berkabut ini dulu?”


“aku juga tidak tahu, karena aku belum pernah pergi keluar dari desa Elf dan aku tidak bisa melihat keluar saat berada di dalam kereta para bandit sebelumnya. Apakan kita harus mengambil jalan memutar?” ucap Serina


Kuzo pun berpikir dan kemudian mengatakan “ kita bisa saja berjalan memutar untuk menghindari bahaya, tapi kita tidak tahu seluas apa hutan berkabut ini, juga katamu bintang sejajar adalah penunjuk arah untuk pergi ke desa Elf, coba lihatlah bintang sejajar menunjukan arah ke dalam hutan kabut ini” sambil Kuzo menunjuk bintang sejajarnya, “dan ada kemungkinan bahwa desa Elf berada di tengah-tengah hutan berkabut ini” ucap Kuzo lagi


“aku juga tidak mau memasukinya, tapi kita tidak punya pilihan lain. Jadi kita hanya harus berhati-hati” ucap Kuzo kepada Serina


“hum...baiklah jika kakak Kuzo bilang begitu” ucap serina sambil memeluk lengan kanan Kuzo


‘eh...Serina memanggilku kakak? Jarang sekali biasanya dia memanggilku (hei, dan kau) tapi sekarang dia memanggilku kakak? Tunggu, kenapa dia memanggilku kakak? Walaupun dia terlihat sama sepertku yang berumur 12 tahun, tapi dia berasal dari ras Elf yang memiliki umur panjang, bukankah seharusnya dia lebih tua dariku?. Apakah pemikiranku salah mengenai Elf selama ini? Ahh...sudahlah kenapa aku memikirkan hal ini’ ucap Kuzo di dalam hatinya


Kemudian mereka memasuki hutan berkabut itu, tapi tidak lama setelah mereka berjalan, hal yang mereka takutkan pun muncul, mereka melihat adanya sesosok mahluk buas di dalam kabut tebal

__ADS_1


Serina pun langsung bertannya kepada Kuzo dengan keadaan gugup dan takut “kak Kuzo hewan apa itu? terlihat sangat menakutkan”


“jika di lihat dari ukuran tubuhnya dan ekor yang menyala, itu sepertinya singa berekor api” ucap Kuzo


“apa singa?” ucap Serina dengan kaget


“ya, jadi diam lah dan ayo segera pergi dari sini. Jika kita ketahuan kita pasti akan mati di sini” ucap Kuzo sambil menarik Serina pergi


Beruntungnya mereka karena bisa pergi dari sana, mereka pun terus melanjutkan perjalanan mereka hingga akhirnya mereka melihat sebuah cahaya yang sangat terang dari kejauhan mereka berdua pun berencana untuk mendekati sinar tersebut. Tetapi sesaat setelah mereka baru mulai melangkah, mereka di kejutkan dengan kehadiran singa berekor api tadi yang sedang berlari ke arah mereka berdua, mereka pun tanpa pikir panjang langsung lari ke arah cahaya tadi dengan sekuat tenaga. Tetapi karena mereka berdua hanyalah anak kecil, dengan cepat mereka terkejar oleh singa berekor api tersebut, Kuzo yang tahu bahwa mereka akan segera terkejar pun langsung berkata kepada Serina “ Serina, jika terus seperti ini kita akan terkejar, jadi kau larilah ke cahaya itu dan aku akan mencoba mengalihan perhatian singa itu”


“tapi....” ucap Serina


“sudahlah....jika tidak kita berdua pasti akan mati bersama” ucap Kuzo sambil mendorong Serina dari belakang


Serina pun terus berlari ke arah cahaya sambil menangis dan berucap ‘kak Kuzo, kau harus tetap hidup’ di dalam hatinya


Sedangkan Kuzo berhenti dari larinya, menunggu sampai pandangan singa berekor api itu hanya tertuju padanya, sembari menunggu Kuzo menambahkan sihir penguat pada kakinya untuk mempercepat langkahnya nanti, setelah selesai kemudian Kuzo langsung lari ke arah lain dengan cepat, tapi apalah daya singa itu masihlah lebih cepat dari Kuzo sehingga Kuzo segera terkejar dan langsung di serang oleh singa berekor api tersebut dengan cakarnya. Tetapi sesaat sebelum Kuzo terkena serangan, lambang kebala naga di tangan Kuzo tiba-tiba bersinar dan mementalkan singa berekor api tersebut, Kuzo pun terkejut dengan kedaan yang tiba-tiba itu, tapi kemudain singa itu masih tetap mendekat dan mencoba untuk menyerang Kuzo lagi, lalu lambang di tangan Kuzo bersinar lagi dan membuatkan sebuah penghalang di sekitar Kuzo. Di dalam keadaan itu Kuzo pun kebingungan tetapi tidak berselang lama Kuzo di kejutkan kembali dengan tangan kirinya yang mengeluarkan sebuah api “apa ini? Sebuah api.... ini sedikit berbeda, apakah ini api naga” ucap Kuzo dengan gugup


Tiba-tiba energi sihir hitam (kegelapan) Kuzo mengalir ke telapak tangan kirinya kemudian beresonansi dengan api naga tersebut dan menciptakan sebuah api hitam yang sangat panas, tanpa pikir panjang Kuzo langsung membentuk api tersebut menjadi sebuah bola api hitam dan melemparkannya keluar penghalang sambil berteriak “terima ini dan matilah”, untuk menyerang singa berekor api itu, tapi tidak seperti yang di harapkan Kuzo, dengan kekuatan Kuzo yang sekarang api hitam itu hanya bisa membuat singa berekor api pingsan dan terluka saja, tidak bisa langsung membunuhnya. Tapi karena singa berekor api pingsan dan Kuzo juga sudah tidak punya kekuatan lagi untuk menyerang dan kemudian membunuh singa itu Kuzo pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung pergi menyeret tubuhnya yang sudah lelah untuk menyusul Serina yang tadi sudah lebih dulu berlari menuju ke arah cahaya terang tadi....Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2