
Melihat Vira yang sibuk menatap kesana-kemari Mebuat ayah Kian yang memangku Vira bertanya .
" Kenapa nak, apa yang Vira lihat ?" tanya ayah Kian ke anak gadis nya .
Vira pun menghadap ke ayah nya .
" Vira cuma merasa takjuk sama penasaran aja sama anak-anak yang bibir nya sama dengan ku yah!,apa lagi di lingkungan kita aku tidak pernah melihat anak nya sama dengan ku ayah .
Apa lagi ayah ini mebuat ku merasa bahwa aku tidak lah seorang diri yang berbeda ,Masih banyak anak seperti ku di luar sana ternyata " Kata mengungkap kan perasaan Vira dulu waktu dia benar - benar masih kecil ,Dan emang Vira tidak pernah melihat anak -anak yang kondisi nya sama dengan nya di lingkungan rumah nya sekarang ,apa lagi sekarang melihat sekaligus banyak di satu tempat .
Baik ibu Lisa dan ayah Kian mendengar ucap pan anak nya mebuat hati mereka terasa tersayat pisau.
" Apa waktu main dengan teman-teman mu ada yang gejek mu nak " ?, atau berkata buruk pada anak ibu ini?" Tanya ibu Lisa ingin tau apa yang membuat anak nya berfikir bergitu .
" Tidak ada ibu teman Vira semua nya baik kok , Cuma Vira nya aja yang merasa beda sendiri di antara anak-anak lain nya " ucap Vira dengan suara kecil nya.
"Sayang ... sekarang anak ibu ini tidak perlu merasa berbeda lagi ,ibu dan ayah akhir nya udah menemukan cara untuk megobati bibir anak gadis ibu ini ,supaya anak ibu ini tidak akan merasa berbeda lagi ." ucap ibu dengan berlinang air mata .
" Anak gadis ayah tidak perlu merasa beda dari yang lain atau meresa rendah hati !, di mata ayah Vira adalah anak terimut ,tercantik tidak ada kurang nya dan yang paling ayah ,ibu dan kakak-kakak mu lain paling sayang dan cintai !!
__ADS_1
jadi nak apa pun kata orang sebelum nya atau pun di masa depan Vira tetap yang paling di cintai oleh kami nak !" ucap ayah kian megusap kepala Vira dengan lembut .
Ayah Kian dan ibu Lisa berusaha untuk menghibur anak nya Vira dan mebuat Vira sadar kalau diri nya sangat lah di sayang oleh meraka sekeluarga .
Dengar kata-kata orang Tua nya ,Vira merasa sangat terharu ,karena dulu meski ayah dan ibu nya tidak megucap kan ya seperti sekarang ini tapi Vira merasakan nya ,kasih sayang orang tua nya yang sangat lah besar pada nya .
'Tapi meski pun begitu bekas jahitan di bibir nya tidak lah hilang sampai Vira beranjak dewasa dan berumah tangga dan itu mebuat diri nya Vira dulu merasa rendah hati ,kurang percaya diri akan penampilan nya .
"Vira pasti akan sama dengan yang lain kan yah ?, seperti anak lain nya jika di obati?" " tanya Vira dengan mata berlinag nya .
"Iya sayang kali ini anak ayah pasti bisa seperti lain nya " megusap air mata Vira yang jatuh .
"Jadi nak nanti saat ketemu dokter atau pun kakak suster anak ibu harus nurut nya !' ,Supaya cepat sembuh nya " ucap ayah Kian meng ingat kan Vira .
" Iya ayah Vira akan nurut ! tidak akan rewel kok"
" Pintar anak gadis ayah ni " megusap kepala Vira dengan lembut .
Melihat Vira yang jadi lebih peka akan perasaan mebuat ibu Lisa merasa sedih dan bersalah harus melihat anak nya memendam perasaan nya selama ini tampa dia ke taui sama sekali .
__ADS_1
"Vira terlihat seperti anak biasa nya, menangis tidak di kasih jajan ,ketawa bahagia dengan teman-teman,manja dan nakal ,selalu seperti itu sampai - sampai aku tidak tau kakak selama ini Vira selalu merasa berbeda dengan teman nya ....
Seharusnya aku tau lebih awal ,ibu macam apa aku ini ... " rutuk ibu Lisa dengan sedih
Saat Vira dan orang tau nya berbicara ,suara mereka tidak lah kecil ,bisa di dengan dengan jelas olah orang tua lain nya dan anak-anak lain nya .
Orang tua yang mendengar pembicaraan mereka merasakan hal yang sama saat mendengar ucapan Vira yang langsung megenai hati mereka , dan itu membuat mereka semakin erat memeluk anak - anak di pelukan mereka lebih erat lagi sambil berharap semoga melalui pengobatan di rumah sakit ini anak-anak bisa lebih percaya diri dan tidak merasa beda sendiri nanti nya .
-
-
-
-
-----JANGAN LUPA Like dan komen nya !
Supaya aku nya lebih bersemangat untuk melanjutkan ceritanya :) 😄🤣
__ADS_1