KESEMPATAN KE 2 KU

KESEMPATAN KE 2 KU
Bab 34


__ADS_3

Setelah menunggu selama 1 jam ,udah banyak orang berdatangan untuk berobat , dan antrian di atas Vira tinggal satu lagi ,sebelum nama Vira di panggil oleh perawat yang bertugas hari ini .


" tinggal satu orang lagi di atas kita mas !," bisik ibu Lisa ke suami nya .


" Iya bentar lagi kita "


Setelah menunggu setelah jam baru lah nama Vira di panggil oleh perawat nya .


" Keluarga Vira lestari ?" seru perawat memanggil nama Vira .


" Kita di panggil yah!"


" Iya sayang .. ayo kita pergi !" membawa Vira dan istri nya masuk ke ruang Dokter bedah pelastik ter sebut .


" Ayo pak silakan duduk di sini !" ucap perawat mempersilakan orang tua Vira untuk duduk di kursi depan meja Dokter langsung .


Saat Vira dan orang tua nya masuk ke ruangan itu ,Vira melihat langsung Dokter yang akan memperiksa nya saat ini ,ternyata dokter muda dan tampan ,muka nya muka orang bule .


" Aku ingat dulu ibu pernah bilang kalau dokter yang bertanggung jawab pada operasi ku adalah dokter luar negeri ,yang berarti bule !, apa ini dia kah?" pikir Vira menebak nya .


" Tolong tarok anak nya di tempat tidur yang di sediakan pak , akan saya periksa anak nya dulu !" pinta Dokter tersebut .


" Baik dok " mebawa Vira untuk baring ke


tempat tidur di samping mereka .


"Baik - baik nya nak" ucap ayah Kian meng ingat kan Vira .


" Iya ayah .. Vira akan baik kok!" meyakinkan .


Ayah Kian kembali ke tempat duduk nya ,meperhatikan dari tempat duduk nya saja .

__ADS_1


" Paman dokter periksa dulu ya dedek nya !" ucap dokter tersebut memintak izin pada Vira .


" Silakan Dokter Stiven " ucap Vira yang udah mebaca nama Dokter di meja dokter tadi .


" Dari mana dedek ini tau nama dokter ?" tanya dokter Stiven penasaran karena dia masih baru di rumah sakit ini belum banyak yang tau siapa nama nya apa lagi untuk keluarga pasien yang baru datang dan dokter Stiven juga tidak megira kalau Vira Bisa baca, untuk anak sekecil Vira dan di negara ini sedikit anak yang sudah bisa baca tulis dan dokter stiven tidak bisa menebak nya .


" Bukan kah itu cantum di papan nama dokter di meja sama di luar ?" ucap Vira Heran akan pertanyaan Dokter Stiven .


" Aaa aku lupa itu " rutuk Dokter Stiven dalam hati .


Sama bil terus fokus dalam meperiksan Vira .


"Dokter Stiven umur nya berapa?" tanya Vira penasaran kan usia dokter Sitven yang terlihat masih muda sekali .


" 32 Tahun sekarang kenapa dedek Vira penasaran?" Dokter stiven yang kaget di tanya umur sama anak kecil .


" Wah aku kira awal 20 Han ternyata 30 an ,wajah muda tampan sangat menipu umur " bisik Vira mengeleng kepala kecil nya .


"Apa yang ada dalam kepala anak kecil ini , sampai - sampai bisa berbicara begitu tentang nya " pikir Dokter Stiven megerutkan kening nya mendengar bisik kan kecil Vira .


" Mas Vira kok pakai nanya yang tidak-tidak nama dokter nya ! , dokternya tersinggung nanti gimana ?" ucap Ibu lisa kawatir .


" Pada lah sudah aku peringgatkan tadi pada nya !, " Bisik ayah Kian yang juga kawatir .


Setelah memperiksa bibir dan kondisi Vira dokter Stiven kembali ke tempat duduk nya .


Melihat Dokter sudah selesai dengan Vira , Ibu Lisa langsung pergi megambil Vira kembali ke tempat duduk nya lagi .


" Gimana dokter dengan kondisi anak saya Vira dokter?" Tanya ayah Kian segera dengan cemas .


" Jadi begini pak kondisi Bibir anak bapak Vira termasuk dalam kasus yang tidak parah di dalam dan itu pun juga perlu di periksa lebih lanjut lagi pak ,tapi untung nya anak bapak Vira dari saya lihat bibir sumbing nya tidak perpenggruh besar pada cara bisa ,suara nya dan pernafasan nya yang mana itu tidak ada beda nya dengan anak lain nya ,jadi yang harus saya perhatikan nanti nya adalah kondisi sang anak apa bisa menjalani operasi nya nanti ,maka dari Itu Vira nya harus di periksa secara menyeluruh dulu pak "

__ADS_1


Jadi apa anak saya Vira bisa segera di operasi dok?" tanya ayah Kian langsung ke inti nya .


"untuk opersai nya Bisa di laku kan setelah semua pemeriksaan kesehatan anak bapak Vira selesai di laku kan , saat itu baru bisa di jakwalkan oleh oleh perawat untuk di operasi oleh saya sendiri pak " Jelas Dokter Stiven dengan sabar .


" Pemeriksaan apa lagi yang harus anak saya Vira lakukan dokter?"


" Untuk itu Perawat ini akan mejelaskan pada bapak nanti " tunjuk Dokter Stiven ke perawat di samping nya .


" Baik lah dokter ,terimakasih untuk waktu nya " ucap Ayah Kian mebawa istri dan anak nya keluar "


Saat akan pergi Vira mebalikan badan nya pergi ke tempat duduk Dokter Stiven ,megeluarkan apel besar yang ada di tas kecil nya ,dan meberikan nya ke Dokter Stiven .


" Ini apel untuk Dokter Stiven dari Vira ,karena sudah mau megobati bibir Vira " ucap Vira memberikan Buah Apel yang paling pesar dan manis yang ada di ruang nya ke tangan dokter Sitven .


" Sampai jumpa lagi Dokter !" ucap Vira langsung lari dari ruangan itu kembali ke orang tua nya .


Sedang kan Dokter Sitven terlambat untuk merespon Vira yang udah ke buru pergi .


-


-


-


-


-


------JANGAN LUPA Like dan komen nya !


Supaya aku nya lebih bersemangat untuk melanjutkan ceritanya :) 😄🤣

__ADS_1


__ADS_2