Keturunan Terakhir Naga Emas

Keturunan Terakhir Naga Emas
Pertempuran di bukit manoreh


__ADS_3

Laknara yang sedang menatap kearah halaman istana nya dengan tatapan bahagia karena anak cucu nya sedang sibuk berlatih olah Kanuragan yang saling menunjukan kelebihan ilmu masing masing.


"Nenek" lihat rasya bisa terbang!" teriak cucu laknara yang terlihat melompat dari satu pohon ke pohon lainya.


"Kamu, hebat cucu ku!" jawab laknara sambil bertepuk tangan dengan wajah bangga nya.


Laknara" pangil sebuah suara dari atas bukit di mana makan kedua orang tuanya.


Siapa disana?" tanya Laknara menatap kearah bukit yang terlihat sepi.


Karena penasaran laknara langsung berlari ke arah bukit mengunakan tenaga dalam nya.


"Nara' putri ku",ucap sebuah suara seperti suara bisikan angin.


"Ayah"pangil laknara yang mengenali suara ayahnya.


Laknara anak ku Kemari Lah, ada yang inggin ayahanda kata kan pada mu!" ucap suara itu yang langsung menampakan kabut asap yang semakin lama semakin tebal membentuk sebuah sosok laki laki berpakaian lengkap seorang raja dari masa lampau menatap kearah laknara.


"Ayahanda" teriak laknara yanga langsung memeluk tubuh ayahnya.


"Putriku!. ujar raja itu ikut memeluk laknara.


Aku sengaja menemui mu karena inggin memberitahukan pada mu tentang Keris naga saksaka Milik ku serta kitab tujuh naga laut yang tidak pernah bisa ku pelajari pada mu anakku


Ketahuilah jika putri mu yang bernama Karin telah mendapatkan anugrah dari sang pencipta, dia di nobatkan menjadi ratu Naga Yang menguasai seluruh kekuatan naga yang ada dimuka Bumi ini..


Maksudnya bagai mana ayah, aku tidak paham?" tanya Laknara yang duduk di samping ayahnya.


Dulu aku memiliki seorang sahabat dari negeri chain nama nya chai Liem Sien.


dia bukan hanya sahabat ayah tapi saudara seperguruan ayah..kami sama sama menimba ilmu pada resi kirta paksa seorang pertapa sakti dari bukit manoreh. disana pula kami mendapatkan pusaka ..ayah mendapatkan sebuah keris sementara sahabat ayah mendapatkan sebuah pedang kedua senjata itu akan bersatu jika tiba waktu nya yaitu dengan bersatunya keturunan ku serta keturunan sahabat ku,..apa kamu paham anak ku?'tanya raja itu pada laknara.


Sedikit paham ayah, artinya Karin lah yang bisa menyatukan kedua senjata itu benarkan? tanya Laknara


Benar.! Dampingi putri mu menuju bukit manoreh Nara Karena disana lah ayah meletakan keris pusaka beserta kitab tujuh naga air. jika putri mu sudah mendapatkan nya ajaklah putri mu ke negeri chain untuk mengambil dan menyatukan kedua senjata pusaka itu serta mempelajari kita sembilan dewa naga yang berada disana..kelak kalian akan menghadapi musuh yang sangat kuat tidak hanya satu tapi banyak pergilah anakku ayah pamit!"bisik raja itu yang langsung menghilang dari hadapan laknara.

__ADS_1


Mendengar perintah ayahnya laknara langsung menemui Karin yang sedang asik berlarian bersama saudaranya yang lain di taman istana.


Karin" pangil laknara pada putrinya.


Iya bunda ada apa?' tanya Karin yang langsung mendekat ke arah laknara.


Kita harus ke bukit manoreh sekarang anaku untuk mengambil keris pusaka serta kitab tujuh naga laut!' ajak laknara.


Tapi untuk apa bunda?" tanya Karin kebingungan.


Nanti bunda jelaskan ayo Karin kita kesana sekarang," ajak laknara yang langsung mengengam tangan Karin.


Bunda mau Kemana?" tanya Satya dan kelana yang melintas didepan laknara.


Bunda dan adik mu akan ke bukit manoreh putraku!" jawab laknara yang langsung memejamkan matanya.


Kami ikut bunda" ujar Satya dan kelana.


Tiba di puncak bukit manoreh laknara menatap kearah sisi kanan bukit tempat nya berpijak. kenapa goa itu terlihat aneh gumam Laknara mencoba menatap kearah dalam.


Tiba tiba batu yang mereka pijak langsung bergetar dengan seiring munculnya sosok menyeramkan dari dalam goa.


Makhluk apa itu?" tanya Karin yang berdiri di samping laknara.


"Bunda, juga tidak tau nak" jawab laknara yang terus waspada jika ada serangan dadakan seperti tadi.


Laknara menatap kearah gendoruwo bermata merah seperti api yang begitu banyak muncul di hadapan mereka dengan air liur yang menetes di pipi.


Genderuwo" ucap laknara mengenali makhluk yang baru terlihat nyata dihadapan mereka.


Mau apa kalian kemari?" sergah genderuwo yang memiliki mahkota di kepalanya.


Kami mencari keris pusaka milik ayahku.. jawab laknara dengan lantang


Tidak ada pusaka di sini, pergi kalian dari sini jika tidak inggin mati"!bentak genderuwo itu.

__ADS_1


. Maaf jika kami lancang tapi kami tidak akan pergi dari sini sebelum mendapatkan keris serta kitab sembilan nag air yang di sembunyikan ayah ku di sini!' jawab laknara.


Lancang kalian, bunuh mereka perintah raja genderuwo itu pada anak buahnya.


Laknara yang sudah bersiap sejak awal langsung menangkis setiap serangan yang tertuju padanya..begitu pula dengan kedua putra laknara yang dengan mudah mengalahkan anak buah raja gendoruwo itu hingga satu persatu pasukan genderuwo itu tumbang terkena sabetan sengaja milik satya.


Kraaaaaaaah...... kraaaaaaaah....kraaaaaaa..


Laknara yang bertarung melawan raja gendoruwo tersentak kaget saat melihat kekuatan raja genderuwo yang nyaris mengenai dirinya.


Ternyata dia sangat sakti, pantas jika dia menjadi raja di kelompoknya!" pikir laknara yang terus menghindari serangan yang tertuju padanya.


Karin yang melihat laknara nyaris terdesak langsung menyemburkan api bisa nya kearah raja genderuwo itu hingga tepat mengenai mata nya.


Aaaaaaaaaak......aaaaaaaaaaaaak..jerit raja gendoruwo yang langsung menyentuh mata nya yang terlihat meleleh seperti air berwarna merah.


Melihat raja mereka sudah terkapar tidak bernyawa seluruh pasukan genderuwo itu langsung berlari memasuki mulut goa dengan wajah ketakutan.


"Bunda" kita akan kemana lagi?" tanya Karin yang kembali merubah ujudnya.


Kita kelilingi saja dulu puncak bukit ini, siapa tau ada petunjuk yang kita dapat!" Ucap laknara yang langsung melangkah diikuti anak anak nya.


Kamu kenapa Karin?" tanya Laknara menatap kearah anak nya.


Bunda apa tidak aneh, bagai mana bisa di tengah bukit ada danau sebesar itu padahal tidak ada Mata air sama sekali?"tanya Karin menunjuk kearah danau yang berada tepat di tengah tengah bukit.


Coba kita kesana siapa tau ada petunjuk yang kita dapatkan?"ajak laknara yang langsung berjalan menuju danau baru saja laknara berdiri di tepi danau dari arah dalam danau muncul tujuh ekor naga berbeda warna menyemburkan air yang dipenuhi asap.


Wuuuuuuuus..... wuuuuuuuus....wuuuuuuuus.


Karin yang melihat ibunya diserang langsung melindungi laknara dengan tubuhnya.


Kraaaaaaaah.....kraaaaaaaah..Terdengar jeritan ke tujuh naga saling bersahutan saat air yang dikeluarkan untuk menyerang laknara tidak berpengaruh sama sekali saat mengenai tubuh Karin.


Karin Segera merubah ujudnya menjadi naga emas dan langsung menyerang ketujuh naga tersebut.

__ADS_1


__ADS_2