Keturunan Terakhir Naga Emas

Keturunan Terakhir Naga Emas
Bertemu jodoh


__ADS_3

...Dirga yang sudah tiba didesa kuromunggul...


Tersentak kaget saat melihat seorang remaja yang baru keluar dari sekolah bersama anak anak kecil dengan seragam SD.


"Pak, siapa gadis itu, kenapa memakai pakaian Anak SD?" tanya Dirga pada anak buahnya.


"Oh itu,nama nya Karin mas, dia memang masih SD Meski usianya sudah tujuh belas tahun, itu di sebab kan karena dia bodoh maka nya tidak pernah naik kelas tetap saja di kelas dua!" jawab anak buah Dirga.


"Gila" jantung ku kenapa berdebar seperti ini sih?" dia kan masih bocah piyik"! gumam Dirga mencoba mengalihkan pandangan nya.


Tiba di pabrik.


Dirga memaki seluruh staf yang berkumpul di aula pabrik dengan sikap arogant nya.


Apa saja kerja kalian, kenapa pabriknya bisa lemah di bagian produksi, jika seperti ini pabrik bisa bangkrut apa kalian mengerti?" bentak Dirga dengan wajah memerah.


"Ngerti pak" jawab para staf yang ketakutan.


Saya tidak mau tau, jika sampai besok pabrik ini masih gagal akan saya tutup selamanya"! ancam Dirga yang langsung keluar meningalkan pabrik itu menuju villa miliknya.


Gadis itu lagi,dia sangat cantik. wahai hati sadar lah dia masih bocah jangan terperangkap pada cinta seorang bocah!" gumam Dirga dalam hati.


"Karin" ayo masuk, kita makan sama sama!" Ajak pak Budi didepan pintu rumahnya.


"Iya kek" jawab Karin yang mengakhiri kegiatan nya menjemur gabah didepan rumah.


"Nenek, masak lauk apa?" tanya Karin yang langsung duduk di lantai beralaskan tikar dari daun.


Rebus daun singkong, tempe sambal sama ikan asin ***!" jawab Neneknya Karin yang bernama Nek Ijah dan suami yang bernama Karim.


"Wah asik, Karin suka nek!" ucap Karin yang langsung mengambil nasi serta lauknya kedalam piring nya.


Makan yang banyak ya ***, biar tambah pintar!" ujar pak Karim yang menatap iba pada cucu angkatnya.


"Iya kek" jawab Karin yang begitu lahap memakan makanan nya.


"Karin" nanti temani nenek jualan Kue ya!" pinta Nek Ijah pada Karin.


"Iya nek, nanti Karin bantu!" ucap Karin yang langsung membereskan piring kotor dan membawanya ke dapur untuk di cuci.


"Ayo nek Karin, sudah selesai!"ajak Karin yang langsung membawa keranjang kue milik nenek nya.


Kue kue siapa mau beli !"teriak Karin yang berjalan tanpa alas kaki bersama nenek nya.


"Karin sini, mbak mau beli!" pangil seorang perempuan berdandan menor.


"Iya mbak, mau beli yang mana?" tanya Karin yang langsung membuka tutup keranjang kue nya.


Mbak mau risol, kue cucur sama Bakwan aja masing masing sepuluh ya Karin"! pinta wanita itu.

__ADS_1


"Iya mbak"jawab Karin.


Ini uang nya, sisanya untuk mu saja beli sandal agar kaki mu tidak sakit!"ucap wanita itu yang langsung berjalan masuk.


"Nek, ini berapa uang nya?" tanya Karin memperlihatkan uang lima puluh ribu pada nenek nya.


Lima puluh ribu ***, ayo kita kewarung!" ajak nek Ijah menarik tangan Karin..


Tiba di warung.


"Nak, beli sandal satu!" pinta nek Ijah pada pemilik warung..


Untuk siapa nek?" tanya pemilik warung.


Untuk cucuku!" jawab nek Ijah yang langsung terduduk di kursi.


"Ini nek"! ujar pemilik warung memberikan sandal yang di minta nek Ijah.


Nduk di Cuba sandalnya, cocok nggak?" tanya nek Ijah.


"Pas nek!" jawab Karin yang kesenangan karena di belikan sandal baru meski hanya sandal jepit biasa.


Berapa nak?" tanya Nek Ijah pada pemilik warung yang terus menatap kewajah Karin.


Eh, anu nek, sepuluh ribu aja, nek Karin ini beneran cucuk nenek ya tanya pemilik warung pada Nek Ijah.


"Iya" jawab nek Ijah dengan sorot mata terlihat tidak suka.


Mirip atau tidak bukan urusan mu!" omel nek Ijah yang langsung menarik tangan Karin setelah memberikan uang pada pemilik warung


Karin yang kesenangan memakai sandal baru langsung melompat lompat di jalan sambil tertawa bahagia mendapatkan sandal baru


Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit..... tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit..


Karin yang tidak melihat ada mobil yang lewat langsung melompat ke tepi jalan saat mendengar bunyi klakson hingga kaki nya terkilir.


"Nenek, sakit!" jerit Karin.


"Kamu" sih ***, lompat lompat jadi nya gini kan!" omel nek Ijah yang berusaha mengurut kami Karin.


"Maaf Bu kaki nya kenapa ?"tanya Dirga yang langsung keluar dari mobilnya.


"Terkilir nak!" jawab Nek Ijah yang terus memijit kaki Karin.


Mari saya antar pulang Bu, seperti nya kaki adek ini Sakit!" ucap Dirga yang langsung membuka pintu mobilnya.


Ndak usah nak, kami jalan kaki aja!"tolak nek Ijah yang berusaha membantu Karin untuk berdiri.


Nggak apa apa Bu, sepertinya adek ini tidak bisa berjalan!"paksa Dirga yang sejak tadi terus menatap ke arah Karin.

__ADS_1


"Baiklah nak, terima kasih!" ucap nek Ijah yang berusaha membantu Karin memasuki mobil Dirga.


"Nek, mobil nya bagus ya?" puji Karin.


"Iya ***!" jawab ini Ijah pelan.


"Nek, kalau kita pulang, gimana kue nya kan masih banyak? tanya Karin.


Nanti aja nenek jual sendiri, yang penting kamu istirahat aja dulu!" jawab nek Ijah


Tiba di rumah Dirga dengan sigap mengambil keranjang kue milik nek Ijah dan membawanya kedalam rumah nek Ijah.


"Nek, kue nya biar saya beli semua !"ucap Dirga yang sengaja berlama lama di rumah nek Ijah.


Sungguh nak, terima kasih ya nak!" kata nek Ijah yang langsung mengambil kan keranjang kue dan membungkus kue itu untuk di berikan kepada Dirga


Nek saya boleh minta minum nggak saya haus?" dusta Dirga yang sengaja duduk dihadapan Karin.


Nek Ijah langsung segera kedalam mengambil Air putih untuk di berikan pada Dirga.


Ini nak silahkan di minum!" ujar nek Ijah yang langsung memberikan nya pada Dirga.


"Terima kasih, nek!"ucap Dirga yang langsung meminum air itu.


Anak ini dari mana, seperti nya baru Disini? tanya nek Ijah.


Iya Bu saya baru disini, saya pegawai baru di pabrik sana!" tunjuk Dirga ke arah lokasi pabrik milik nya yang berada di ujung jalan.


"Bu" saya permisi ya!" ucap Dirga yang tidak sanggup berhadapan dengan Karin karena jantung nya terus berpacu seperti habis berlari jauh.


"Iya nak!"Jawab nek Ijah.


Bisa gila aku jika terus berdekatan dengan gadis itu, tapi lebih gila lagi jika kembali kekota.. aku akan diserang penyakit rindu tanpa muara!"gumam Dirga yang langsung memacu mobilnya menuju pabrik nya.


"Bu" Karin kenapa?" tanya suami nek Ijah saat melihat Karin terbaring di Atas tikar dengan kami membiru.


Kaki nya terkilir pak!" jawab nek Ijah yang membaluri kaki Karin dengan minyak urut.


Sampai kapan kita menyembunyikan ini dari nya Bu, kita tidak bisa membiarkan dia di olok olok warga desa terus menerus!" bisik suami nek Ijah yang terus menatap ke wajah Karin.


Jangan bicara di sini pak, nanti dia dengar!" bisik nek Ijah yang menarik tangan suaminya menuju dapur.


Semoga batu yang berada di kalung Karin tidak terlepas ya Bu, bapak takut jika kalung itu sampai lepas dari Karin dia akan kembali sulit di kendalikan!" ucap pak Karim dengan mata berkaca kaca.


Ibu lebih takut jika dia murka dan kembali berubah menjadi naga seperti dulu pak!" jawab nek Ijah dengan wajah ketakutan nya.


Seandainya dulu Bu Amel tidak memberikan Karin makan nan dari telur ular, mungkin sekarang dia akan menjadi pintar serta Sehat!" Bu ucap pak Karim dengan mata menerawang.


Sudah lah pak jangan di sebut lagi nanti Bu Amel muncul di sini, dan membunuh kita jika dia tau kita sudah mengkhianatinya!'tegur nek Ijah yang ketakutan.

__ADS_1


Semoga nanti Karin tidak menjadi ganas lagi ya Bu?"doa pak Karim.


"Amin" balas nek Ijah.


__ADS_2