
Karin dan Dirga saling berlomba menguji ketangkasan mereka setelah berhasil menguasai ke tujuh kitab pemberian resi maha dewa terlebih gabungan inti dari pukulan pemusnah membuat Karin dan Dirga semakin kuat.
"Mas, apa maksud Gambar di balik daun lontar ini ya? tanya Karin pada Dirga.
Mana coba lihat!" pinta Dirga yang ikut penasaran.
Ini tulisan kuno Karin, petunjuk disini mengatakan siapa pun yang menguasai gabungan inti dari ke tiga kitab di haruskan memiliki pusaka.
Maksudnya gimana, pusaka apa, aku nggak ngerti!" omel Karin yang tidak pernah mau berdekatan dengan suaminya.
Sepertinya ada yang di sembunyikan resi itu. kita tidak di beri tahu tentang pusaka yang di maksud, kemana pula kita harus mencari nya?" ucap Dirga yang juga ikutan kesal karena merasa di bodohi
Lebih baik kita kembali ke kota saja Karin menemui orang tua ku"! ajak Dirga pada istrinya.
Tapi.....!
Ingat pesan nenek mu, kamu harus patuh pada suami.
Iya baiklah"! jawab Karin dengan wajah masam.
Karin yang Engan Menganti ujud nya menaiki punggung Dirga setelah Dirga merubah ujudnya menjadi rajawali.
Tiba di rumah Dirga, Karin melihat rumah yang pernah rusak parah akibat ulahnya sudah kembali utuh seperti semula.
"Papa" pangil Dirga kepada papanya yang asik membuat taman bunga untuk istri nya.
"Dirga, kamu pulang nak!" ucap mama nya Dirga yang baru keluar dari rumahnya.
"Mama,,pangil dirga yang langsung memeluk mamanya.
Mama senang kalian kembali kemari!" ucap mamanya Dirga yang langsung memeluk anak dan menantunya.
__ADS_1
Mari masuk nak!" ajak mama nya Dirga menarik tangan Karin.
"Ma, jangan.! gimana nanti kalau dia berubah ujud lagi"! larang papanya Dirga.
Nggak akan pa, kutukan itu sudah musnah ucap Dirga sambil tersenyum bahagia.
"Benarkah, jadi kalian sudah berhasil menyatukan dua kekuatan kalian?"tanya papanya Dirga yang seakan tidak percaya.
Benar sekali papa ku sayang!"jawab Dirga yang langsung masuk kerumah diikuti Karin dan mamanya Dirga.
Ternyata benar Karin masih berujud manusia"! gumam papanya Dirga dengan tatapan takjub nya.
Bagai mana bisa ini terjadi nak, kemana kalian selama tujuh bulan ini?" tanya mama nya Dirga.
Kami bertemu seorang resi yang bernama maha dewa ma, dari beliau kami mendapatkan tujuh buah kitab yang kami pelajari"! jawab Karin.
Papa pernah mendengar nama resi itu di sebut oleh eyang buyut kakek dulu, tapi menurut beliau resi itu hidup di sebuah kawah gunung. Hanya saja tempat nya yang tidak diketahui jadi kalian bertemu dengan sang resi...bener bener tidak bisa dipercaya jika kalian berdua lah yang berjodoh bertemu dengan resi itu!"ucap papanya Dirga dengan wajah terlihat senang.
"Dirga, leluhur kita memiliki senjata pusaka berbentuk pedang bergagang kepala rajawali. tapi tidak ada yang bisa mengunakan pedang itu, hanya keturunan pilihan lah yang bisa menyentuh pedang itu berada di lembah Rajawali untuk kesana kamu harus berhati hati selain begitu banyak jebakan juga akan ada yang menyerang kamu.
Dimana letak lembah itu pa, aku inggin mencoba mengambil pedang itu.
Mari papa antar kesana, tapi papa hanya bisa mengantar di luar lembah aja ya nak!"ucap papa ya Dirga.
Jangan pergi sekarang besok besok aja. mama inggin mengadakan pesta pernikahan kalian, mama inggin tunjukan pada orang orang kalau mama sudah mendapatkan menantu dan anak mama normal bukan belok seperti yang di tuduhkan orang orang diluar sana.
Emang mas Dirga dikatain belok sama siapa ma?" tanya Karin yang mulai kepo.
Ya sama rekan bisnis papa mu tuh, jujur mama jengkel denger nya"! jawab mamanya yang sejak tadi terus memeluk karin penuh sayang.
Kirain Karin aja yang yang sering mendapatkan ejek kan juga di bully karena bodoh tidak naik kelas terus, ternyata ada mas Dirga yang menemani Karin!" jawab Karin sambil tertawa pelan.
__ADS_1
Pantesan kalian jodoh, ternyata sama sama korban ejekan orang. haaaaaa.....haaaaa...haaaaaa...
tawa Kedua orang tua Dirga yang menertawakan ucapan Karin yang polos.
"Mama, papa!" udah dong kalian emang menyebalkan tega menertawakan kita berdua omel Dirga.
Habis lucu sih!" jawab kedua orang tua Dirga.
Jadi kapan acara pestanya akan di langsung kan ma? tanya papa nya Dirga.
Minggu depan pa, seperti nya bibik udah selesai masak nya mari anak anak ku sayang kita makan bersama"! ajak mama nya Dirga yang langsung menarik tangan Karin menuju meja makan.
Karin yang diperlakukan segitu baiknya oleh mertuanya tanpa sadar meneteskan air mata nya.
Kamu kenapa nangis nak, apa makanan nya nggak enak atau apa kasih tau mama sayang.
Nggak ko ma, Karin hanya merasa terharu aja sejak dulu Karin tidak mengenal kedua orang tua Karin, nenek Karin juga tidak pernah memberi tahukan siapa kedua orang tua Karin jawab Karin dengan wajah tertunduk.
Jangan di pikirkan sekarang kami lah orang tua mu nak, jadi jangan sungkan untuk bercerita ya ...kata papanya Dirga yang ikut merasa bahagia dengan kehadiran Karin dirumahnya.
Ayo makan lagi. kamu mau lauk apa ini ada rendang daging, ada sayur asem, ada sop juga ayo nak dimakan!'paksa mama nya Dirga memasukan lauk pauk itu kepiring Karin.
Ma nggak ada tempe sama tahu goreng ya? kalau nggak kerupuk aja, soalnya Karin nggak bisa makan kalau nggak ada itu.. ucap Karin dengan wajah terlihat malu malu.
Mama dan papanya Dirga saling pandang karena bingung. sebab di rumahnya tidak ada yang suka makan tahu sama tempe kalau kerupuk itu hanya di jadikan kudapan biasa bukan untuk lauk makan.
Kalau tempe sama tahu kaya nya nggak ada deh sayang, kalau kerupuk ada bentar ya mama ambilkan.
Ini sayang kerupuknya, maaf ya sayang mama nggak tau kalau kamu suka sama tempe dan tahu nanti mama suruh bik Mun belanja.
"Terima kasih, ma!"maaf kalau Karin udah ngerepotin mama.
__ADS_1
Mama nggak ngerasa repot ko sayang, justru mama merasa senang dengan kehadiran kamu.. karena Dirga tidak akan jadi manusia kulkas lima pintu lagi ucap mamanya Dirga